Connect with us

Internasional

Serangan Iran Lukai 200 Orang Lebih, Israel Ancam Ayatollah Khamenei

Serangan balasan Iran-Israel tewaskan ratusan, rumah sakit rusak, dan reaktor nuklir diserang. Ketegangan kawasan Timur Tengah kian meningkat.

Logompn

Published

on

Serangan iran lukai 200 orang lebih, israel ancam ayatollah khamenei
Serangan Iran Lukai 200 Orang Lebih, Israel Ancam Ayatollah Khamenei. Gambar : Kolase Reuters

MPN Indonesia 20 Juni 2025 - Lebih dari 240 orang dilaporkan terluka dalam serangan rudal yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel pada Kamis (19/6).

Di antara korban, puluhan orang mengalami luka di Pusat Medis Soroka di Beersheba, Israel selatan.

Kementerian Kesehatan Israel mencatat sedikitnya 240 korban luka, empat di antaranya dalam kondisi parah.

Mayoritas mengalami cedera ringan. Rumah sakit sempat ditutup bagi semua pasien kecuali kondisi gawat darurat, karena kerusakan akibat serangan.

Serangan juga menghantam bangunan tempat tinggal di dekat Tel Aviv, memicu reaksi keras dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyalahkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei.

“Militer telah diberi instruksi dan tahu bahwa untuk mencapai semua tujuannya, orang ini sama sekali tidak boleh terus ada,” tegas Katz, seperti dikutip MPN Indonesia dari laman pbs.org, Jumat (20/6).

Israel Balas Serang Reaktor Nuklir Iran

Sebagai respons, militer Israel melancarkan serangan udara ke reaktor air berat Arak di Iran, fasilitas yang dikaitkan dengan program nuklir negara tersebut. Jet tempur Israel menargetkan reaktor untuk mencegah produksi plutonium.

TV pemerintah Iran mengklaim bahwa lokasi tersebut telah dievakuasi sebelum serangan terjadi, sehingga tidak ada ancaman radiasi.

Ketegangan Iran–Israel Kian Meningkat

Konflik internasional antara Iran dan Israel terus meningkat sejak serangan udara Israel pada pekan sebelumnya terhadap berbagai situs militer Iran, perwira senior, dan ilmuwan nuklir.

Iran membalas dengan ratusan rudal dan drone, menewaskan 24 orang di Israel dan melukai lebih dari 200 lainnya.

Baca Juga:  Norwegia Terancam Kena Sanksi FIFA usai Suporter Sindir Israel dari Tribun

Di sisi lain, kelompok HAM Iran mencatat 639 korban tewas di Iran, termasuk 263 warga sipil, dan lebih dari 1.300 orang terluka.

Seorang pejabat militer Israel mengungkap bahwa rudal Iran memiliki beberapa hulu ledak, sehingga sulit dilacak oleh sistem pertahanan udara seperti Iron Dome.

Ia juga menyebut sekitar dua pertiga peluncur rudal balistik Iran telah dihancurkan, namun lebih dari 100 peluncur masih beroperasi.

Isu Nuklir dan Tanggapan Internasional

Iran tetap menolak seruan Amerika Serikat untuk menghentikan program nuklirnya. Ayatollah Khamenei memperingatkan bahwa intervensi militer AS akan membawa “kerusakan yang tidak dapat diperbaiki”.

Iran menyatakan bahwa program nuklirnya bertujuan damai, meskipun tingkat pengayaan uraniumnya telah mencapai 60%, hanya satu langkah menuju tingkat senjata (90%).

Target serangan Israel juga mencakup situs pengayaan uranium di Natanz, fasilitas nuklir di Isfahan, dan bengkel sentrifus di Teheran. Selain itu, beberapa jenderal dan ilmuwan nuklir Iran turut menjadi korban.

Reaktor Arak sebelumnya pernah disepakati untuk didesain ulang sebagai bagian dari perjanjian nuklir 2015, tetapi pengerjaan tersebut tak pernah selesai.

Reaktor ini kembali disorot sejak Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan pada 2018.

Upaya Diplomatik dan Kesiapsiagaan Rumah Sakit

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dijadwalkan bertemu diplomat dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Uni Eropa di Jenewa untuk mencari jalur diplomatik.

Sementara itu, Trump menyatakan tidak berencana membunuh Khamenei “setidaknya untuk saat ini”, meski sebelumnya disebut sempat memveto rencana Israel.

Di dalam negeri, rumah sakit-rumah sakit Israel telah mengaktifkan rencana darurat, termasuk memindahkan pasien ke tempat perlindungan bawah tanah.

Serangan terhadap RS Soroka memicu evakuasi cepat, dan dua dokter mengatakan rudal menghantam “hampir seketika setelah sirene berbunyi”.

Baca Juga:  Turis Israel Tak Mau Buka Sepatu di Restoran Thailand: Uangku Membangun Negaramu

Israel mulai mencabut beberapa pembatasan pada Rabu (18/6), menandakan ancaman rudal dianggap mereda. Namun, eskalasi militer masih berlangsung.

Posisi IAEA dan Potensi Risiko Regional

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) terakhir kali menginspeksi reaktor Arak pada 14 Mei.

Namun, karena pembatasan dari pihak Iran, IAEA menyatakan telah kehilangan “kontinuitas pengetahuan” tentang produksi dan stok air berat Iran.

Situasi ini memperkuat kekhawatiran atas potensi penyalahgunaan fasilitas nuklir dan semakin memicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, dengan keterlibatan aktor-aktor besar internasional.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending