Connect with us

Internasional

Rusia Wanti-Wanti AS Jangan Intervensi Konflik Iran-Israel

Rusia memperingatkan AS untuk tidak intervensi militer dalam konflik antara Israel dan Iran.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 21t104125.606
Presiden Rusia Vladimir Putin | Gambar: Britannica

MPN Indonesia 21 Juni 2025 - Rusia memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak melakukan intervensi militer dalam konflik internasional antara Israel dan Iran.

Peringatan ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyusul spekulasi tentang potensi keterlibatan Washington di pihak Israel.

“Kami secara khusus memperingatkan Washington agar tidak melakukan intervensi militer dalam situasi ini,” kata Zakharova, dikutip MPN Indonesia dari France24 pada Sabtu (21/6).

“Akan menjadi langkah yang sangat berbahaya dengan konsekuensi negatif yang benar-benar tidak dapat diprediksi,” imbuhnya.

Sebelumnya, diketahui Presiden AS Donald Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan untuk ikut campur dalam serangan Israel atas Iran.

Rusai-China Kecam Israel

Peringatan Rusia muncul setelah Presiden Vladimir Putin berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping melalui telepon.

Dalam percakapan tersebut, Putin dan Xi bersama-sama mengecam serangan Israel terhadap Iran dan menyerukan penyelesaian diplomatik.

“Mendorong gencatan senjata dan penghentian permusuhan adalah prioritas utama. Kekuatan bersenjata bukanlah cara yang benar untuk menyelesaikan sengketa internasional,” kata Xi, dikutip MPN Indonesia dari Xinhua.

“Pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, terutama Israel, harus menghentikan permusuhan sesegera mungkin untuk mencegah eskalasi siklus dan benar-benar menghindari meluasnya perang,” tambahnya.

Rusia Mau jadi Mediator

Di tengah konflik internasional ini, Rusia berusaha mengambil peran mediator antara Iran dan Israel.

Putin sebelumnya telah menawarkan diri untuk memfasilitasi dialog antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam upaya mencapai perdamaian.

Namun, niat Rusia sebagai mediator ditanggapi secara skeptis oleh beberapa pemimpin Barat, terutama karena keterlibatan Moskow dalam konflik di Ukraina.

Baca Juga:  Alasan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Umumkan Darurat Militer secara Mendadak

Donald Trump secara terbuka menolak tawaran mediasi Putin, menyarankan agar Putin menyelesaikan konflik di negaranya terlebih dahulu.

“Ia (Putin) benar-benar menawarkan diri untuk membantu menengahi, dan saya bilang: ‘tolonglah, urus urusanmu sendiri dulu’,” kata Trump.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending