Internasional
Eks Dubes RI Sebut Kekuatan Iran Kerap Diremehkan Global
Eks Duta Besar RI untuk Iran periode 2012–2016, Dian Wirengjurit, menyebut kekuatan Iran kerap diremehkan oleh dunia internasional.
MPN Indonesia 26 Juni 2025 - Eks Duta Besar RI untuk Iran periode 2012–2016, Dian Wirengjurit, menyebut kekuatan Iran kerap diremehkan oleh dunia internasional.
Padahal menurutnya negara itu memiliki ketahanan tinggi, bahkan di tengah sanksi global yang ketat.
Hal itu disampaikan Dian dalam wawancara bersama Deddy Corbuzier di kanal YouTube milik Deddy, saat membahas potensi Perang Dunia III dan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Menurut Dian, banyak pihak menganggap Iran sebagai negara yang lemah karena terkena sanksi besar-besaran terkait program nuklirnya. Namun, sanksi tersebut tidak melumpuhkan kemampuan negara itu secara total.
“Kekuatan Iran itu selama ini di disepelekan, dianggap negara yang kena sanksi besar-besaran,” ujar Dian, seperti dilihat MPN Indonesia pada YouTube Master Deddy Corbuzier, Kamis (26/6).
Dian pun menyinggung soal sanksi yang diterima oleh Iran. Menurutnya, baru kali ini ada negara yang dikenakan sanksi besar-besaran padahal belum terbukti bersalah.
“Belum pernah ada satu negara di dunia yang melakukan hal yang belum terbukti tapi sudah diberlakukan sanksi dan sanksinya hampir bisa dibilang total,” ucap Dian.
Ia menjelaskan, sanksi yang diterima Iran bukan hanya soal industri atau komoditas strategis. Melainkan menyangkut segala aspek kehidupan rakyatnya.
Iran Punya Semangat Bertahan yang Tinggi
Iran, menurut Dian, adalah representasi peradaban Persia yang tidak pernah runtuh meski berulang kali menghadapi peperangan.
Semangat bertahan, terutama karena perbedaan mazhab Syiah di tengah mayoritas negara Arab Sunni, menjadi faktor utama yang memperkuat masyarakatnya.
Dian juga menjelaskan bahwa meskipun ekspor minyak Iran secara resmi dibatasi, negara itu tetap memproduksi hingga lebih dari 3 juta barel per hari.
Dari jumlah tersebut, sekitar 2,6 juta barel dijual melalui pasar gelap, jauh melebihi kebutuhan domestik Iran yang hanya sekitar 1,4 juta barel per hari.
“Yang namanya uang bisnis Itu kan ke ujung dunia mana pun kalau ngasilin profit kan kita kejar. Lah negara barat suka atau tidak suka dengan Iran di sanksi minyaknya tidak boleh diekspor. Kan ada cara lain dong buat bisa beli dengan harga lebih murah, pasar gelap,” katanya.
Iran vs Israel, Mana yang Menang?
Soal persenjataan, Dian mengakui bahwa Iran sempat mengandalkan alutsista lama seperti F5, namun kini telah dimodifikasi.
Belakangan, Iran juga memperkuat pertahanannya dengan membeli pesawat tempur Sukhoi dari Rusia dan sistem anti-serangan udara lainnya.
Ketika ditanya kemungkinan Iran menang jika berperang langsung dengan Israel, Dian menilai Iran memiliki peluang besar untuk bertahan, bahkan menang, jika tidak ada pihak asing yang ikut campur.
“Kalau bertahan jelas bertahan jelas. Kalau menang kalau satu lawan satu menang ada kemungkinan menang Iran. Israel kalo enggak ada juragannya apa sih dia,” tegas Dian.
Ia menjelaskan Israel hanya memiliki ketahanan energi selama sekitar 29 hari. Jadi, jika suplai energi terhenti dalam 29 hari, maka negara itu akan kewalahan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
