Connect with us

Internasional

Eks Dubes RI Sebut Kekuatan Iran Kerap Diremehkan Global

Eks Duta Besar RI untuk Iran periode 2012–2016, Dian Wirengjurit, menyebut kekuatan Iran kerap diremehkan oleh dunia internasional.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 26t101048.908
Eks Dubes RI Sebut Kekuatan Iran Kerap Diremehkan Global | Gambar: Middle East Image via AFP

MPN Indonesia 26 Juni 2025 - Eks Duta Besar RI untuk Iran periode 2012–2016, Dian Wirengjurit, menyebut kekuatan Iran kerap diremehkan oleh dunia internasional.

Padahal menurutnya negara itu memiliki ketahanan tinggi, bahkan di tengah sanksi global yang ketat.

Hal itu disampaikan Dian dalam wawancara bersama Deddy Corbuzier di kanal YouTube milik Deddy, saat membahas potensi Perang Dunia III dan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menurut Dian, banyak pihak menganggap Iran sebagai negara yang lemah karena terkena sanksi besar-besaran terkait program nuklirnya. Namun, sanksi tersebut tidak melumpuhkan kemampuan negara itu secara total.

“Kekuatan Iran itu selama ini di disepelekan, dianggap negara yang kena sanksi besar-besaran,” ujar Dian, seperti dilihat MPN Indonesia pada YouTube Master Deddy Corbuzier, Kamis (26/6).

Dian pun menyinggung soal sanksi yang diterima oleh Iran. Menurutnya, baru kali ini ada negara yang dikenakan sanksi besar-besaran padahal belum terbukti bersalah.

“Belum pernah ada satu negara di dunia yang melakukan hal yang belum terbukti tapi sudah diberlakukan sanksi dan sanksinya hampir bisa dibilang total,” ucap Dian.

Ia menjelaskan, sanksi yang diterima Iran bukan hanya soal industri atau komoditas strategis. Melainkan menyangkut segala aspek kehidupan rakyatnya.

Iran Punya Semangat Bertahan yang Tinggi

Iran, menurut Dian, adalah representasi peradaban Persia yang tidak pernah runtuh meski berulang kali menghadapi peperangan.

Semangat bertahan, terutama karena perbedaan mazhab Syiah di tengah mayoritas negara Arab Sunni, menjadi faktor utama yang memperkuat masyarakatnya.

Baca Juga:  Trump Tunda Kenaikan Tarif Impor Selama 90 Hari, Indonesia Masih Punya Peluang Negosiasi

Dian juga menjelaskan bahwa meskipun ekspor minyak Iran secara resmi dibatasi, negara itu tetap memproduksi hingga lebih dari 3 juta barel per hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2,6 juta barel dijual melalui pasar gelap, jauh melebihi kebutuhan domestik Iran yang hanya sekitar 1,4 juta barel per hari.

“Yang namanya uang bisnis Itu kan ke ujung dunia mana pun kalau ngasilin profit kan kita kejar. Lah negara barat suka atau tidak suka dengan Iran di sanksi minyaknya tidak boleh diekspor. Kan ada cara lain dong buat bisa beli dengan harga lebih murah, pasar gelap,” katanya.

Iran vs Israel, Mana yang Menang?

Soal persenjataan, Dian mengakui bahwa Iran sempat mengandalkan alutsista lama seperti F5, namun kini telah dimodifikasi.

Belakangan, Iran juga memperkuat pertahanannya dengan membeli pesawat tempur Sukhoi dari Rusia dan sistem anti-serangan udara lainnya.

Ketika ditanya kemungkinan Iran menang jika berperang langsung dengan Israel, Dian menilai Iran memiliki peluang besar untuk bertahan, bahkan menang, jika tidak ada pihak asing yang ikut campur.

“Kalau bertahan jelas bertahan jelas. Kalau menang kalau satu lawan satu menang ada kemungkinan menang Iran. Israel kalo enggak ada juragannya apa sih dia,” tegas Dian.

Ia menjelaskan Israel hanya memiliki ketahanan energi selama sekitar 29 hari. Jadi, jika suplai energi terhenti dalam 29 hari, maka negara itu akan kewalahan.

(AKM/NID/RAD)

Trending