Connect with us

Internasional

Iran Ungkap Butuh Banyak Waktu untuk Pertimbangkan Negosiasi Lanjutan dengan AS

Menlu Iran, Seyed Abbas menyatakan Iran memerlukan waktu lebih lama untuk mempertimbangkan kelanjutan negosiasi dengan AS.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 04t142605.389
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi | Gambar: Xinhua News

MPN Indonesia 4 Juli 2025 - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran masih memerlukan waktu lebih lama untuk mempertimbangkan kelanjutan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini disampaikan Seyed Abbas dalam wawancara dengan CBS News di Teheran yang dipublikasikan pada Senin (30/6).

Ia menanggapi kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan nuklir antara Iran dan AS.

Tak Sependapat dengan Trump

Seyed Abbas menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa negosiasi dapat segera dimulai dalam waktu dekat.

Seyed Abbas mengungkapkan bahwa ia tidak sependapat dengan klaim tersebut dan menegaskan bahwa Iran membutuhkan jaminan keamanan sebelum melanjutkan pembicaraan.

“Agar kami dapat memutuskan untuk bernegosiasi lagi, pertama-tama kami harus memastikan terlebih dahulu bahwa AS tidak akan kembali menargetkan kami dalam serangan militer selama negosiasi berlangsung,” ujar Araghchi, dikutip MPN Indonesia dari Xinhua News.

Seyed Abbas menekankan bahwa Iran masih memerlukan waktu untuk melakukan pertimbangan matang.

“Dan saya rasa dengan semua pertimbangan ini, kami masih membutuhkan lebih banyak waktu,” katanya.

Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap terbuka dan tak akan pernah tertutup.

Konflik Iran vs Israel-AS

Sebelum pernyataan Araghchi, ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat telah meningkat.

Pada 22 Juni, pasukan AS melancarkan serangan udara yang menargetkan tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Serangan ini menjadi bagian dari rangkaian konflik yang terjadi antara Iran dan Israel.

Sebagai balasan atas serangan tersebut, Iran meluncurkan serangan ke Pangkalan Udara Al Udeid milik AS di Qatar.

Konflik antara Iran dan Israel memanas sejak 13 Juni, ketika Israel melaksanakan serangan udara mendadak ke sejumlah kota di Iran.

Baca Juga:  Israel Serang Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Generator Listrik Terbakar

Gencatan senjata akhirnya diumumkan pada 24 Juni, mengakhiri serangkaian serangan yang berlangsung selama hampir dua pekan.

(ADN/NID/RAD)

Trending