Connect with us

Internasional

28 Negara dari Inggris hingga Jepang Desak Israel Akhiri Perang di Gaza

Senin (21/7), 28 negara lewat sebuah pernyataan menyerukan kepada Israel untuk segera mengakhiri perang di Gaza.

Logompn

Published

on

Inggris, prancis, dan 23 negara lain desak israel akhiri perang di gaza
Inggris, Prancis, dan 23 Negara Lain Desak Israel Akhiri Perang di Gaza | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 23 Juli 2025 - Dalam pernyataan bersama yang dirilis Senin (21/7), 28 negara termasuk Jepang, Inggris, Prancis, Kanada, Australia, dan Selandia Baru menyatakan kepada Israel bahwa perang di Gaza harus segera diakhiri.

Mereka menyoroti sistem distribusi bantuan pemerintah Israel berbahaya. Lebih dari 800 warga sipil tewas saat mencari bantuan sehingga 28 negara ini menuntut untuk menghentikan operasi militer di Gaza dan membuka koridor bantuan yang aman.

“Penerimaan bantuan secara bertahap dan pembunuhan tidak manusiawi terhadap warga sipil, termasuk anak-anak, yang berupaya memenuhi kebutuhan paling dasar mereka akan air dan makanan,” bunyi pernyataan yang ditandatangani oleh para menteri dari negara-negara tersebut, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera, Rabu (23/7).

Tuntut Israel Cabut Pembatasan Bantuan

Diketahui, mayoritas korban tewas berada di sekitar titik distribusi Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah badan bantuan yang didukung AS dan Israel, yang baru-baru ini mengambil alih pengelolaan distribusi dari PBB.

28 negara ini menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap warga sipil yang sedang mencari bantuan melanggar hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Lewat pernyataannya, mereka juga menyoroti penderitaan warga sipil di Gaza sudah mencapai tingkat baru akibat sistem distribusi bantuan dari pemerintah Israel yang dianggap berbahaya dan merampas martabat manusia warga Gaza.

Mereka meminta pemerintah Israel untuk mematuhi kewajiban berdasarkan hukum humaniter internasional dan mencabut kebijakan pembatasan bantuan terhadap warga Gaza.

Respons Israel

Seruan ini, yang datang dari sekutu terdekat Israel, termasuk empat dari lima negara dalam aliansi intelijen Five Eyes, memicu tanggapan keras dari pemerintah Israel.

Baca Juga:  Buntut AS Bela Israel, Iran Terancam Dicoret dari Piala Dunia 2026

Pemerintah menolak tuduhan itu, menyebut kenyataan di lapangan tidak mencerminkan apa yang digembar-gemborkan dalam pernyataan bersama tersebut.

Pihak Israel juga menekankan bahwa Hamas harus dipertanggungjawabkan atas kemelut yang terus berlangsung.

Menlu Israel Gideon Saar menegaskan dalam pembicaraan dengan Menlu Inggris David Lammy bahwa Hamas-lah biang penderitaan warga sipil.

“Pernyataan itu gagal memfokuskan tekanan pada Hamas dan gagal mengakui peran dan tanggung jawab Hamas atas situasi tersebut,” kata pihak Israel dalam pernyataannya.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengecam pernyataan negara-negara tersebut ‘menjijikkan’, dan menegaskan bahwa menyalahkan Israel tanpa mengakui penolakan Hamas terhadap usulan perdamaian tidaklah rasional.

(ADN/NID/RAD)

Trending