Internasional
Korea Selatan Diterjang Banjir Bandang, 18 Orang Dilaporkan Tewas
Hujan yang mengguyur Korea Selatan sejak Rabu (16/7) menyebabkan banjir bandang hingga menewaskan 18 warga.
MPN Indonesia 23 Juli 2025 - Setidaknya 18 orang dilaporkan tewas dan sembilan lainnya masih hilang akibat banjir bandang yang melanda Korea Selatan sejak Rabu (16/7), menurut data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan.
Bencana alam ini disebabkan oleh curah hujan ekstrem selama lima hari berturut-turut yang melanda wilayah tengah dan selatan Korea Selatan, menyebabkan longsor, kerusakan infrastruktur, serta pengungsian massal di berbagai daerah.
Dikutip dari Al Jazeera, korban jiwa terbanyak tercatat di Kabupaten Sancheong, di mana 10 orang ditemukan meninggal dan empat lainnya masih hilang.
Sementara itu, menurut laporan See News, di Kota Gapyeong yang terletak sekitar 62 kilometer timur laut Seoul, dua orang tewas dan empat dilaporkan hilang setelah rumah mereka tertimpa longsor dan sejumlah kendaraan hanyut terbawa arus air.
Salah satu korban ditemukan tewas saat berkemah di dekat sungai, dan istri serta anaknya yang masih remaja hingga kini belum ditemukan.
Hujan deras yang turun di Gapyeong mencapai 173 milimeter hanya dalam waktu 17 jam pada Senin (21/7), melampaui rekor sebelumnya sebesar 156,3 milimeter yang tercatat pada September 1998.
2.500 Personel Militer Dikerahkan untuk Bantuan
Berdasarkan catatan Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korea Selatan, sebanyak 1.999 kerusakan terjadi pada fasilitas umum, termasuk jembatan dan jalan. Selain itu sebanyak 2.238 rumah warga dan bangunan pribadi juga mengalami kerusakan, termasuk lahan pertanian.
Peristiwa ini memaksa 14.166 orang untuk mengungsi dari 15 kota dan provinsi terdampak banjir. Pemerintah juga melaporkan adanya kerusakan properti yang luas di berbagai wilayah.
Dalam upaya pemulihan, militer Korea Selatan mengerahkan sekitar 2.500 personel ke wilayah terdampak seperti Kota Gwangju di barat daya, Provinsi Chungcheong Selatan, dan Provinsi Gyeongsang Selatan.
Pasukan ini ditugaskan untuk membantu memperbaiki rumah, toko, dan infrastruktur umum yang rusak akibat bencana.
Sementara itu, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, memerintahkan respons bencana secara cepat dan menyeluruh.
Menurut juru bicara presiden, Kang Yoo-jung, pemerintah akan menindak tegas setiap kelalaian atau pelanggaran disipliner dari pejabat yang bertugas.
Presiden juga menekankan pentingnya penerapan kebijakan mitigasi yang disesuaikan dengan tingkat kerentanan masing-masing daerah.
Ancaman Gelombang Panas dan Perubahan Iklim
Setelah hujan mulai mereda pada Selasa (22/7), Administrasi Meteorologi Korea (KMA) mengeluarkan peringatan gelombang panas nasional.
Suhu diperkirakan akan meningkat drastis, dengan suhu pagi hari berkisar antara 23–26 derajat Celsius dan suhu siang hari mencapai 30–35 derajat Celsius. Wilayah yang terkena dampak gelombang panas termasuk Jeolla Selatan, pantai timur Gangwon, dan Pulau Jeju.
Masih dilansir dari sumber yang sama, seorang profesor dari Universitas Sogang, Hannah June Kim, menyampaikan bahwa banyak orang terkejut karena musim hujan datang lebih lambat dari biasanya, menyebabkan banyak daerah tidak siap.
“Jadi, ketika hujan deras mulai turun minggu lalu, banyak daerah setempat tidak siap. Kami melihat dampak berat dari perubahan iklim dan bagaimana hal itu memengaruhi berbagai daerah,” katanya dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera, Rabu (23/7).
Peristiwa serupa sebelumnya terjadi pada tahun 2022, ketika hujan dan banjir memecahkan rekor dan menyebabkan 11 orang meninggal dunia, termasuk tiga orang yang terjebak di apartemen bawah tanah di Seoul.
Bencana alam berupa banjir bandang ini menunjukkan bagaimana Korea Selatan terus menghadapi tantangan dari perubahan pola cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
