Internasional
Prihatin dengan Gaza, Belanda Larang 2 Menteri Israel Masuk Negaranya
Belanda resmi melarang dua menteri Israel beraliran sayap kanan ekstrem untuk memasuki wilayah Belanda.
MPN Indonesia 30 Juli 2025 - Pemerintah Belanda resmi melarang dua menteri Israel beraliran sayap kanan ekstrem, yaitu Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, untuk memasuki wilayah Belanda.
Dikutip MPN Indonesia dari Dutch News, keputusan yang diumumkan pada Senin (28/7) waktu setempat itu dikeluarkan sebagai bentuk protes atas situasi yang dinilai “tidak tertahankan dan tidak dapat dibenarkan” di Jalur Gaza, Palestina.
Ben-Gvir dan Smotrich dituduh berulang kali menghasut kekerasan terhadap warga Palestina serta menyerukan “pembersihan etnis” di wilayah Gaza.
Keduanya kini dinyatakan sebagai persona nongrata di Belanda.
Langkah ini juga mengikuti keputusan serupa dari Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Norwegia yang telah lebih dulu memberlakukan larangan terhadap kedua pejabat tersebut.
Panggil Duta Besar Israel
Larangan masuknya dua menteri Israel ke Belanda itu disampaikan bersamaan dengan pemanggilan Duta Besar Israel oleh pemerintah Belanda.
Dalam pernyataannya, pemerintah Belanda menyebut bahwa pemanggilan tersebut bertujuan untuk menyampaikan langsung kecaman terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza yang terus memburuk.
Menteri Luar Negeri Caspar Veldkamp mengatakan bahwa Israel gagal memenuhi komitmen Eropa terkait akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Bakal Beri Sanksi ke Israel
Pemerintah Belanda juga mendukung pembatasan akses Israel terhadap program pendanaan riset unggulan Uni Eropa, Horizon.
Jika Israel terbukti melanggar perjanjian dengan Uni Eropa terkait bantuan kemanusiaan, Belanda akan mendorong penerapan sanksi dagang tingkat Eropa.
“Jika Uni Eropa memutuskan bahwa Israel tidak patuh, Belanda mendukung rencana untuk menangguhkan partisipasi Israel dalam program Horizon,” ujar Perdana Menteri Dick Schoof.
Selain itu, Belanda akan memberlakukan pembatasan ekspor senjata ke Israel. Beberapa lisensi ekspor senjata yang telah ada direvisi, dan izin baru “hampir tidak mungkin diberikan” dalam kondisi saat ini, menurut pernyataan Veldkamp.
Sementara itu, untuk memperkuat bantuan kemanusiaan ke Gaza, Belanda meningkatkan kontribusinya dengan mendonasikan €1,5 juta kepada badan logistik PBB dan tambahan €3 juta kepada Palang Merah, dengan penekanan pada pengiriman bantuan lewat jalur darat.
Tekanan Internasional atas Israel
Situasi krisis di Jalur Gaza mendorong tekanan internasional terhadap Israel untuk menyetujui gencatan senjata dan membuka jalur distribusi bantuan.
Badan-badan PBB telah memperingatkan adanya potensi kelaparan yang mengancam jiwa akibat minimnya pasokan ke wilayah tersebut.
Meski demikian, pemerintah Israel menolak tuduhan bahwa mereka menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.
Presiden Israel Isaac Herzog menyebut kebijakan Belanda sebagai “kesalahan besar” dan mengkritik Schoof karena dianggap salah menggambarkan percakapan telepon mereka.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
