Connect with us

Lifestyle

Riset Ungkap Olahraga Intens Dapat Hambat Pertumbuhan Kanker Payudara hingga 30%

Penelitian Edith Cowan University menunjukkan satu sesi olahraga intens mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara hingga 30 persen dengan pelepasan protein antikanker myokines.

Logompn

Published

on

Riset ungkap olahraga intens dapat hambat pertumbuhan kanker payudara hingga 30%
Ilustrasi Kanker Payudara. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 Agustus 2025 - Bagi banyak orang, olahraga identik dengan menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan kualitas hidup.

Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan manfaat yang jauh lebih besar, bahkan berpotensi menyelamatkan nyawa.

Peneliti menemukan bahwa hanya satu sesi olahraga intens mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara hingga 30 persen.

Temuan ini menjadi kabar menggembirakan khususnya bagi para penyintas kanker, yang selama ini mencari cara efektif untuk mengurangi risiko kekambuhan.

Riset ini dilakukan oleh tim dari Edith Cowan University, Australia, terhadap 32 penyintas kanker payudara.

Para peserta menjalani latihan selama 45 menit, baik berupa latihan kekuatan (resistance training) maupun latihan interval intensitas tinggi (high-intensity interval training/HIIT).

Hasilnya menunjukkan bahwa olahraga memicu pelepasan protein khusus yang disebut myokines, zat yang terbukti memiliki sifat antikanker.

“Hasil studi ini menunjukkan bahwa kedua jenis latihan sama-sama efektif menghasilkan myokines antikanker pada penyintas kanker payudara,” ujar Francesco Bettariga, penulis utama riset dan peneliti olahraga dari Edith Cowan University, dikutip MPN Indonesia dari Science Alert, Selasa (12/8).

Bagaimana Olahraga Menghambat Pertumbuhan Kanker?

Myokines adalah protein utusan yang dilepaskan otot ke dalam aliran darah saat berolahraga.

Dalam penelitian ini, sampel darah peserta diambil sebelum, sesaat setelah, dan 30 menit setelah berolahraga.

Saat darah yang mengandung myokines tersebut diperkenalkan pada sampel sel kanker payudara di laboratorium, pertumbuhan tumor berkurang drastis.

Menariknya, penghambatan juga terjadi pada sel kanker triple-negative, salah satu jenis kanker payudara paling agresif yang biasanya tidak merespons perubahan hormonal.

Meski tidak memiliki reseptor hormon, pertumbuhan sel ini tetap melambat setelah terpapar myokines dari peserta penelitian.

Baca Juga:  8 Tips Diet saat Puasa agar Berat Badan Tetap Ideal!

Metode Penelitian

  • Kelompok Resistance Training menjalani latihan seperti chest press, seated row, shoulder press, lat pulldown, leg press, leg extension, leg curl, dan lunges.
  • Kelompok HIIT berlatih menggunakan sepeda statis, treadmill, rower, dan cross-trainer.

Kedua kelompok menunjukkan peningkatan sementara pada tiga jenis myokines: decorin, IL-6, dan SPARC.

Manfaat Myokines untuk Tubuh

Selama ini, myokines dikenal membantu pertumbuhan otot, membakar lemak, dan mengurangi peradangan.

Penelitian ini menambah bukti bahwa protein ini juga dapat menekan pertumbuhan berbagai jenis tumor, termasuk kanker payudara.

“Latihan kekuatan dan HIIT memicu perubahan akut pada kadar myokines dalam sirkulasi darah dan mengurangi pertumbuhan sel kanker, yang mungkin berkontribusi pada mekanisme biologis pengendalian kanker,” jelas tim peneliti.

Meski begitu, mereka menekankan bahwa diperlukan studi lanjutan untuk memahami dampak jangka panjangnya terhadap risiko kekambuhan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending