Connect with us

Internasional

Donald Trump Tak Suka dengan Serangan Israel ke Doha Qatar

Donald Trump ungkap ketidaksenangan atas serangan Israel ke Doha yang menewaskan enam orang. Netanyahu tegaskan operasi ini dilakukan secara mandiri.

Logompn

Published

on

Donald trump tak suka dengan serangan israel ke doha qatar
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Gambar : Reuters/Brian Snyder

MPN Indonesia 10 September 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan ketidaksenangannya atas serangan militer Israel yang menargetkan para pemimpin Hamas di Doha, Qatar, pada Selasa (9/9).

Pernyataan itu ia sampaikan sehari setelah insiden, di mana ia mengaku tidak diberi pemberitahuan sebelumnya.

“Saya tidak senang dengan keseluruhan situasi ini. Ini bukan situasi yang baik,” ujar Donald Trump dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari AFP dan CNN, Rabu (10/9).

“Kami ingin para sandera kembali, tetapi kami tidak senang dengan bagaimana hal itu terjadi. Saya sangat tidak senang dengan setiap aspeknya,” tambahnya.

Tidak Ada Pemberitahuan ke AS

Beberapa penasihat Donald Trump juga menunjukkan kekesalan karena Israel menyerang Doha tanpa koordinasi lebih dulu dengan Amerika Serikat.

Donald Trump disebut baru menerima informasi sesaat sebelum serangan dilancarkan, bukan dari Israel, melainkan dari Ketua Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.

Setelah menerima laporan, Caine meminta utusan khusus Gedung Putih, Steve Witkoff, untuk segera menginformasikan para pejabat terkait di AS.

Namun, menurut seorang pejabat, “sudah terlambat” untuk mengambil langkah pencegahan karena serangan sudah terjadi.

Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih anonim menyebut pihak AS sebenarnya telah menerima pemberitahuan dari Israel sebelum serangan, meski tidak merinci waktu atau bentuk komunikasi yang dilakukan.

Netanyahu: Operasi Mandiri Israel

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa serangan ke Doha merupakan operasi militer independen tanpa melibatkan pihak asing.

“Tindakan hari ini terhadap para pemimpin Hamas adalah operasi Israel yang sepenuhnya independen,” demikian pernyataan resmi dari kantor Netanyahu, dikutip dari Aljazeera, Rabu (10/9).

Baca Juga:  Trump Tetapkan Tarif Impor 32% untuk Indonesia Mulai 1 Agustus

“Israel yang memulainya, Israel yang melaksanakannya, dan Israel bertanggung jawab penuh,” lanjutnya.

Donald Trump juga menegaskan bahwa keputusan ini sepenuhnya sepihak dari Netanyahu.

“Pengeboman sepihak di dalam wilayah Qatar, sebuah negara berdaulat dan sekutu dekat Amerika Serikat, yang bekerja sangat keras dan dengan berani mengambil risiko bersama kami untuk menengahi perdamaian, tidak mendahulukan tujuan Israel atau Amerika,” tulis Donald Trump melalui media sosialnya.

Serangan Menyasar Petinggi Hamas

Militer Israel melancarkan sekitar 12 serangan udara di Doha, menargetkan bangunan yang disebut sebagai lokasi pertemuan para pejabat senior Hamas.

Serangan itu terjadi saat para tokoh Hamas membahas proposal gencatan senjata terbaru yang difasilitasi oleh Amerika Serikat.

Laporan menyebut sejumlah ledakan terdengar di berbagai penjuru Doha, dengan asap mengepul di atas distrik Katara.

Militer Israel menyatakan target operasi adalah para pemimpin senior Hamas yang dianggap bertanggung jawab atas serangan pada 7 Oktober 2023 di Israel.

“IDF (militer Israel) dan ISA (badan keamanan) melakukan serangan tepat sasaran yang menargetkan para pemimpin senior organisasi teroris Hamas,” tegas militer Israel, dikutip dari AFP.

Enam Orang Tewas

Serangan udara Israel ke Doha pada Selasa (9/9) menewaskan enam orang.

Korban terdiri dari putra pemimpin Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya, seorang ajudan dekatnya, seorang perwira Qatar, serta tiga orang lainnya yang belum teridentifikasi.

Kecaman Qatar dan Hamas

Qatar mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “serangan pengecut”.

Pemerintah menegaskan bahwa bangunan yang diserang adalah tempat tinggal yang menampung anggota biro politik Hamas.

Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani, mengkritik langkah Israel dan menyebut Netanyahu sebagai seorang “narsis”.

Baca Juga:  AS bakal Rayakan Ulang Tahun Trump dengan Parade Militer, Terjunkan 6.600 Tentara

Ia mengatakan, “Serangan dan penargetan ini tidak hanya melampaui hukum internasional, tetapi juga standar moral,”.

Di sisi lain, Hamas menyatakan bahwa para pemimpin tinggi mereka berhasil selamat dari serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, Hamas menuduh Israel berusaha menggagalkan proses perundingan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang sedang berlangsung di Qatar.

(ADN/NID/RAD)

Trending