Connect with us

Ekonomi

Mendag Catat Surplus Perdagangan RI Agustus 2025 Capai USD 5,49 Miliar

Indonesia catat surplus perdagangan USD 5,49 miliar pada Agustus 2025. Ekspor nonmigas capai rekor sejak 2022, impor turun, dan tren surplus berlanjut 64 bulan.

Logompn

Published

on

Mendag catat surplus perdagangan ri agustus 2025 capai usd 5,49 miliar
Ilustrasi Neraca Perdagangan. Gambar : Unsplash/Garakhan Safarli

MPN Indonesia 4 Oktober 2025 - Menteri Perdagangan, Budi Santoso mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2025 mengalami surplus sebesar USD 5,49 miliar.

Angka ini meningkat dari Juli 2025 yang mencatat surplus USD 4,17 miliar.

Surplus neraca perdagangan nonmigas juga mencapai USD 7,15 miliar, menjadi yang tertinggi sejak November 2022.

“Indonesia kembali mencatatkan surplus perdagangan pada Agustus 2025 sebesar USD 5,49 miliar, meningkat signifikan dari USD 4,17 miliar pada Juli 2025. Capaian ini menandai keberlanjutan tren surplus selama 64 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Bahkan, neraca perdagangan nonmigas Agustus 2025 mencapai USD 7,15 miliar atau tertinggi sejak November 2022,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam siaran pers, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (4/10).

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Agustus 2025 mencatatkan surplus USD 41,21 miliar, naik dari USD 32,69 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini terutama ditopang oleh surplus perdagangan nonmigas dengan negara mitra utama.

Kinerja Ekspor dan Komoditas Nonmigas

Ekspor Indonesia pada Agustus 2025 tercatat USD 24,96 miliar, naik 0,87 persen secara bulanan (month to month/MoM) dan 5,78 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Rinciannya:

  • Ekspor migas: USD 1,07 miliar
  • Ekspor nonmigas: USD 23,89 miliar

Tiga komoditas nonmigas dengan pertumbuhan tertinggi pada Agustus 2025:

  • Bijih logam, terak, dan abu (HS 26): naik 128,61 persen
  • Barang dari besi dan baja (HS 73): naik 52,85 persen
  • Bahan kimia anorganik (HS 28): naik 47,52 persen

Secara kumulatif, ekspor Januari-Agustus 2025 mencapai USD 185,13 miliar, naik 7,72 persen dibandingkan periode sama 2024.

Baca Juga:  Tok! Pemerintah Berencana Naikkan Harga Minyakita

Ekspor nonmigas tumbuh 9,15 persen menjadi USD 176,09 miliar.

Kontribusi ekspor nonmigas menurut sektor:

  • Industri pengolahan: 79,92 persen
  • Pertambangan dan lainnya: 12,73 persen
  • Pertanian: 2,47 persen

Pertumbuhan ekspor Januari-Agustus 2025 dibandingkan 2024:

  • Pertanian: naik 38,25 persen
  • Industri pengolahan: naik 16,60 persen
  • Pertambangan dan lainnya: turun 24,31 persen

Komoditas utama dengan kenaikan ekspor tertinggi Januari-Agustus 2025:

  • Kakao dan olahannya (HS 18): naik 86,52 persen
  • Aluminium dan turunannya (HS 76): naik 68,86 persen
  • Kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09): naik 58,66 persen

Tujuan utama ekspor nonmigas:

  • Tiongkok
  • Amerika Serikat (AS)
  • India

Total ekspor ke tiga negara tersebut mencapai USD 73,63 miliar atau 41,82 persen dari total ekspor nonmigas.

Negara tujuan dengan lonjakan ekspor tertinggi Januari-Agustus 2025:

  • Swiss: naik 181,73 persen
  • Bangladesh: naik 38,70 persen
  • Brasil: naik 38,58 persen
  • Thailand: naik 35,03 persen
  • Mesir: naik 33,70 persen

Kawasan dengan pertumbuhan ekspor tertinggi:

  • Afrika Barat: 74,31 persen
  • Asia Tengah: 66,19 persen
  • Afrika Timur: 47,56 persen

Kinerja Impor Indonesia

Nilai impor Indonesia pada Agustus 2025 sebesar USD 19,47 miliar, turun 5,35 persen (MoM) dan 6,56 persen (YoY).

Rinciannya:

  • Impor migas: USD 2,73 miliar
  • Impor nonmigas: USD 16,74 miliar

Secara kumulatif, impor Januari-Agustus 2025 mencapai USD 155,99 miliar, naik 2,05 persen dibandingkan periode sama 2024.

Peningkatan dipicu kenaikan impor nonmigas sebesar 4,85 persen menjadi USD 134,88 miliar.

Struktur impor Januari-Agustus 2025:

  • Bahan baku/penolong: 70,89 persen
  • Barang modal: 20,08 persen
  • Barang konsumsi: 9,03 persen

Perbandingan dengan periode sama 2024:

  • Barang modal: naik 17,94 persen
  • Bahan baku/penolong: turun 1,09 persen
  • Barang konsumsi: turun 2,85 persen

“Kenaikan impor barang modal yang mencapai 17,94 persen turut disebabkan naiknya impor central processing unit (CPU); mesin untuk memilah, menyaring, memisahkan, dan mencuci; peralatan navigasi kapal; alat penerima portabel; dan alat berat. Meski impor bahan baku dan barang konsumsi turun, dominasi bahan baku dalam struktur impor tetap mencerminkan orientasi produktif ekonomi kita,” jelas Budi Santoso.

Baca Juga:  Neraca Dagang RI Capai Surplus Rp388 Triliun Sepanjang Januari-Juli 2025

Produk bahan baku/penolong dengan penurunan terdalam:

  • Gula tebu
  • Batubara bitumen
  • Kacang kedelai
  • Bungkil untuk pakan ternak
  • Polypropylene

Barang konsumsi dengan penurunan tertinggi:

  • Pendingin ruangan
  • Bawang putih
  • Mobil listrik
  • Buah pir
  • Buah apel

Komoditas impor nonmigas dengan kenaikan tertinggi Januari-Agustus 2025:

  • Kakao dan olahannya (HS 18): naik 108,89 persen
  • Kapal, perahu, dan struktur terapung (HS 89): naik 77,43 persen
  • Garam, belerang, batu, dan semen (HS 25): naik 72,15 persen

Negara asal impor nonmigas utama:

  • Tiongkok
  • Jepang
  • Amerika Serikat

Ketiga negara tersebut menyumbang 52,78 persen dari total impor nonmigas Indonesia.

Negara asal impor dengan kenaikan tertinggi Januari-Agustus 2025:

  • Ekuador: naik 102,75 persen
  • Uni Emirat Arab: naik 62,74 persen
  • Arab Saudi: naik 28,03 persen

(AKM/NID/RAD)

Trending