Connect with us

Internasional

Israel Tetap Bombardir Gaza di Tengah Gencatan Senjata, 323 Orang Tewas

Dalam tiga hari terakhir setelah kesepakatan gencatan senjata, sebanyak 323 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan udara dan darat oleh militer Israel.

Logompn

Published

on

Israel tetap bombardir gaza di tengah gencatan senjata, 323 orang tewas
Israel Tetap Bombardir Gaza di Tengah Gencatan Senjata, 323 Orang Tewas | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 14 Oktober 2025 - Pasukan Israel terus melakukan serangan di Jalur Gaza meski gencatan senjata telah disepakati dengan Hamas sejak Jumat (10/10).

Mengutip laporan CNN, dalam tiga hari terakhir setelah kesepakatan itu, sebanyak 323 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan udara dan darat oleh militer Israel yang tetap berlangsung di sejumlah titik di wilayah tersebut.

Dari total 323 korban tewas, sebanyak 295 jenazah telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan.

Sementara itu, petugas penyelamat masih terus mencari korban lain yang diperkirakan masih tertimbun puing-puing akibat serangan Israel.

Ribuan Jenazah Terkubur di Bawah Reruntuhan Akibat Serangan

Menurut laporan Al Jazeera, sejak agresi militer Israel dimulai pada Oktober dua tahun lalu, jumlah korban tewas warga Palestina di Jalur Gaza mencapai 67.806 orang.

Kondisi infrastruktur pun mengalami kehancuran. Sekitar 92 persen bangunan di Gaza hancur total akibat serangan rudal Israel.

Berdasarkan estimasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, jumlah reruntuhan mencapai sekitar 61 juta ton.

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza mengatakan kepada CNN bahwa sedikitnya masih ada 10 ribu jenazah yang diperkirakan terkubur di bawah reruntuhan bangunan.

Perjanjian Pertukaran Sandera dan Tawanan

Di tengah gencatan senjata serangan yang terus berlanjut, proses pertukaran sandera antara Hamas dan Israel dijadwalkan berlangsung pada Senin (13/10), mulai pukul 08.00 waktu setempat atau 13.00 WIB.

Lokasi pertukaran ditetapkan di dekat pangkalan militer Israel Re’im, yang terletak dekat perbatasan Jalur Gaza.

Dalam rencana pertukaran ini, Hamas akan membebaskan 20 sandera sementara Israel akan membebaskan ratusan warga Palestina yang ditahan.

Baca Juga:  Viral! Donald Trump Didoakan Para Pendeta di Tengah Konflik dengan Iran

Pertukaran akan dilakukan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dilakukan pukul 08.00 waktu setempat di dua lokasi. Gelombang berikutnya akan berlangsung pukul 09.00 waktu setempat atau 14.00 WIB di lokasi berbeda.

(AKM/NID/RAD)

Trending