Connect with us

Internasional

Hamas Bebaskan Seluruh Sandera Israel, Sisa 28 Jenazah untuk Dipulangkan

Hamas membebaskan seluruh sandera Israel yang masih hidup setelah lebih dari dua tahun ditawan di Gaza.

Logompn

Published

on

Hamas bebaskan seluruh sandera israel, sisa 28 jenazah untuk dipulangkan
Hamas Bebaskan Seluruh Sandera Israel, Sisa 28 Jenazah untuk Dipulangkan | Gambar: AP Photo/ Abdel Kareem Hana

MPN Indonesia 14 Oktober 2025 - Kelompok milisi Hamas membebaskan seluruh sandera Israel yang masih hidup setelah lebih dari dua tahun ditawan di Gaza.

Mengutip laporan The Guardian, dari total 20 sandera yang tersisa, seluruhnya laki-laki, diserahkan kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dalam dua tahap pembebasan pada pagi dan siang hari.

Pembebasan ini dilakukan setelah Hamas dan Israel mencapai kesepakatan gencatan senjata sejak Jumat (10/10).

Berdasarkan perjanjian tersebut, selain pembebasan sandera, kedua pihak juga menyetujui pertukaran tahanan dan pemulangan jenazah.

Sebanyak 1.718 tahanan Palestina dijadwalkan akan dibebaskan oleh Israel, dan Hamas akan mengembalikan 28 jenazah warga Israel yang masih berada di Gaza.

“Artinya, saat ini tidak ada lagi sandera hidup yang ditawan Hamas,” bunyi laporan The Times of Israel dikutip MPN Indonesia pada Selasa (14/10).

Sementara itu, media Israel lainnya mengonfirmasi bahwa 13 sandera terakhir telah diserahkan kepada Palang Merah pada sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Warga Israel Antusias Sambut Sandera yang Dibebaskan

Pembebasan dilakukan dalam dua gelombang, dimulai dengan tujuh orang yang dilepaskan pada pagi hari dan disusul oleh 13 lainnya menjelang siang.

Nama-nama sandera telah diumumkan oleh Hamas sebelumnya pada hari yang sama, memberikan kepastian bagi keluarga bahwa mereka masih hidup.

Sebelum dilepaskan, bahkan beberapa sandera diberi kesempatan untuk melakukan panggilan video dengan keluarga mereka.

Peristiwa ini disambut dengan antusias oleh ribuan warga Israel yang berkumpul di Hostages Square di Tel Aviv sejak pagi hari. Sekitar 65.000 orang menyaksikan siaran langsung proses pembebasan melalui layar besar.

Baca Juga:  Greta Thunberg Dipaksa Cium Bendera Israel saat Ditahan

“Dengan syukur kepada Tuhan, kami menyambut orang-orang tercinta kami. Kami menunggu semuanya, setiap satu orang,” ungkap Presiden Israel, Isaac Herzog, dikutip dari The Guardian.

Di antara sandera yang dibebaskan terdapat Omri Miran (48) yang diculik di depan istri dan dua anaknya di Nahal Oz. Keluarganya menyambut pembebasan ini dengan rasa haru dan bahagia.

“Setelah lebih dari 700 hari yang panjang, menyakitkan, dan penuh penderitaan, Omri akhirnya akan menerima pelukan penyembuhan dari [anak-anaknya] Roni dan Alma,” katanya.

Keluarga Matan Angrest (22), seorang tentara Israel yang ditangkap saat tanknya diserang, juga menyampaikan rasa terima kasih mereka.

“Kami bisa bernapas lagi. Matan kami telah kembali ke rumah… Terima kasih besar dan abadi kepada Presiden Amerika Serikat dan timnya,” ungkapnya.

Pemerintah Israel Setujui Pertukaran Tahanan

Selain pembebasan sandera, pemerintah Israel menyetujui pembebasan 1.718 tahanan Palestina sebagai bagian dari pertukaran.

Pertukaran ini juga mencakup pemulangan 28 jenazah sandera Israel yang meninggal selama masa penahanan dengan seluruh prosesnya diawasi oleh ICRC.

Kesepakatan ini menjadi bagian dari fase pertama dari rencana perdamaian 20 poin yang mencakup penarikan terbatas pasukan Israel dari Gaza dan negosiasi lanjutan mengenai masa depan wilayah tersebut dan status kelompok Hamas.

Masyarakat internasional turut memberikan tanggapan terhadap pembebasan ini. Presiden AS, Donald Trump yang hadir di Knesset, Yerusalem, pada hari yang sama menyebut hal ini sebagai awal yang baru.

“Ini adalah kehormatan besar – hari yang indah dan awal yang baru,” tulisnya di buku tamu.

Dengan keputusan ini, Trump juga menilai bahwa perang telah berakhir.

Tak hanya Trump, Uni Eropa melalui Kepala Urusan Luar Negeri, Kaja Kallas, menyebut peristiwa ini sebagai “tonggak penting menuju perdamaian,” seraya memuji peran Trump dalam proses tersebut.

Baca Juga:  Sutradara Palestina 'No Other Land' Ditangkap dan Dipukuli Tentara Israel di Rumahnya

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending