Connect with us

Berita

Warga Panik! Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas

Gunung Semeru memicu letusan sekunder saat banjir lahar menerjang Besuk Kobokan, menyebabkan asap tebal dan kepanikan warga.

Logompn

Published

on

Warga panik! semeru kembali muntahkan awan panas
Gunung Semeru kembali erupsi. Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@malangraya_info

Jawa Timur, MPN Indonesia 24 November 2025 - Gunung Semeru mengeluarkan awan panas pada Minggu (23/11) sore, memicu semburan abu dan material vulkanik dari aliran Sungai Besuk Kobokan di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.

Letusan terjadi saat banjir lahar dingin mengalir deras, menyebabkan asap tebal membumbung dan menutup jarak pandang di sekitar Jembatan Besuk Kobokan dan Gladak Perak.

Fenomena tersebut mengakibatkan warga yang semula menonton aliran lahar dari sekitar jembatan panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

Dalam rekaman video amatir, terlihat kerumunan warga dan pengendara berlarian akibat kepulan asap yang muncul tiba-tiba dan menutup pandangan.

Letusan sekunder terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ketika kendaraan dari arah Lumajang dan Malang sedang melintasi jembatan penghubung utama tersebut.

Material panas dari dasar sungai yang terkena air menghasilkan abu pekat dan asap panas.

“Asapnya panas dan sangat tebal, itu yang membuat pengendara diminta mundur. Letusan sekunder bisa muncul tiba-tiba,” ujar Kepala BBPJN Jatim–Bali, Hurriyanto kepada wartawan, Minggu (23/11).

Penanganan Petugas di Lokasi

Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, kepolisian, dan relawan langsung menghalau warga dan memberlakukan sistem buka–tutup lalu lintas untuk mencegah kecelakaan.

Selain itu, pengendara dibantu membersihkan kaca mobil dari debu vulkanik yang mengganggu perjalanan.

“Kami membantu pengendara membersihkan debu di kaca mobil. Sementara jalur situasional, diberlakukan buka tutup,” kata Bripka Arik dari Satlantas Polres Lumajang.

Menurut pantauan petugas, amplitudo getaran akibat banjir lahar mencapai 40 milimeter, dengan kecepatan aliran mencapai 35–40 kilometer per jam.

Hal ini memicu keluarnya letusan sekunder dengan kepulan asap tebal yang menyelimuti area jembatan.

Baca Juga:  Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Berstatus Awas, PVMBG Ingatkan Warga Tetap Waspada

Petugas dari BBPJN, BPBD, kepolisian, dan unsur PU tetap bersiaga di lapangan untuk memantau kondisi dan mencegah warga mendekat ke zona berbahaya.

Status Gunung Semeru Saat Ini

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada level 4 (awas).

Pemerintah Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak Semeru serta menjauhi aliran Besuk Kobokan dan lembah-lembah yang berpotensi dilalui guguran.

Warga diminta tetap tenang namun waspada, dan terus memantau informasi resmi dari pos pengamatan gunung api dan BPBD.

Petugas juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan aliran lahar sebagai tontonan, mengingat letusan sekunder dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan.

“Kami bersama BPBD dan PU juga menyiram jalan yang tertutup abu agar tidak licin, sehingga pengendara bisa melintas dengan aman. Untuk lalu lintas kami lakukan sistem buka tutup sesuai kondisi di lapangan,” tambah Bripka Arik.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending