Berita
Wanti-wanti Tanggul Pantai Mutiara Rembes, Rano Karno: Kalau Nggak Diperbaiki Bahaya
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyoroti rembesan air laut di tanggul Pantai Mutiara dan menegaskan pentingnya perbaikan menyeluruh.
MPN Indonesia 28 November 2025 - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memperingatkan potensi bahaya kebocoran tanggul di kawasan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara.
Tanggul tersebut kini mengalami rembesan air laut yang dinilai membutuhkan penanganan serius.
Menurut Rano, perbaikan tidak bisa dilakukan secara tambal sulam, tetapi harus melalui pembenahan menyeluruh.
“Walikotanya sudah ke sana. Pasti solusinya kita lakukan. Kalau nggak, bahaya itu,” ujar Rano Karno kepada wartawan di Balai Agung, Balai Kota Jakarta Pusat, pada Kamis (27/11).
Pemprov DKI Jakarta kini mengevaluasi kondisi tanggul, termasuk tingkat kerembesan yang muncul pada beberapa titik.
Evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan solusi permanen, termasuk opsi pembangunan ulang tanggul dengan struktur yang lebih kuat.
“Solusi itu tidak hanya sekadar nempel. Kalau cuma nempel mah gampang. Artinya, kita memang mau membuat tanggul,” kata Rano.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga masih menunggu laporan lengkap dari lapangan.
“Ya kalau solusi tentu harus diperbaiki. Cuma tingkat kerembesannya seperti apa, itu mesti kita lihat,” jelanys kepada wartawan di Grogol, Jakarta Barat, Selasa (25/11).
Riwayat Kerusakan Tanggul Pantai Mutiara
Tanggul Pantai Mutiara sudah dua kali jebol, yaitu pada 4 Juni 2016 dan 6 Juni 2020.
Pada 2016, BNPB menyebut penyebabnya adalah erosi dasar tanggul yang membuat struktur tidak mampu menahan tekanan pasang laut.
Banjir setinggi 30-100 cm merendam permukiman, menyebabkan listrik padam dan merusak barang-barang warga.
Empat tahun kemudian, tanggul di Blok A kembali jebol. Insiden tersebut membuat empat RW terendam, 55 KK dievakuasi, dan air mencapai 70-100 cm.
Proses surut baru terjadi dua hari setelahnya, pada 8 Juni 2020, setelah alat berat dikerahkan untuk memperbaiki tanggul.
Salah satu warga yang tinggal di kawasan itu sejak tahun 2000 menyebut bahwa kejadian 2016 mungkin merupakan banjir rob ke-10 yang pernah mereka alami.
Kondisi Terkini dan Rencana Pemerintah
Hasil tinjauan tim pada Selasa (25/11) menunjukkan tingginya tanggul permanen di RW 016 Kelurahan Pluit mencapai sekitar 2 meter.
Namun beberapa titik ditemukan retak, mengalami kebocoran air laut, dan terdapat keropos pada lapisan semen.
Salah satu titik rembesan cukup parah, dengan air laut langsung mengalir ke saluran air untuk mencegah genangan di jalan.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan telah melakukan survei lokasi dan sedang menyusun langkah perbaikan.
Kepala Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai, Ciko Tricanescoro, menjelaskan bahwa pembangunan tanggul pengaman Pantai Mutiara melalui proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) juga tengah berjalan.
“Adapun untuk penanganan jangka panjang, Dinas SDA tengah melakukan pembangunan tanggul pengaman pantai NCICD di sejumlah titik kritis di pesisir utara Jakarta, salah satunya di kawasan Pantai Mutiara,” ujar Ciko dalam keterangannya pada Rabu (26/11).
Ketua Subkelompok Perencanaan, Alfan Widyastanto, menambahkan bahwa peningkatan struktur termasuk rencana menaikkan elevasi tanggul sedang dirancang.
Pembangunan tanggul NCICD ditargetkan selesai pada 2027, dengan panjang total 530 meter: 430 meter di sisi timur dan 100 meter di sisi barat Pantai Mutiara.
Kekhawatiran Warga di Tengah Kondisi Cuaca
Sejumlah warga mengungkapkan kekhawatiran terhadap tingginya air laut yang kerap sejajar dengan tanggul setinggi 1 meter.
Dalam kondisi cuaca buruk, air laut sering melompat ke daratan dan membasahi jalan perumahan, membuat permukaan jalan menjadi licin.
Endang (41), salah satu warga, mengatakan bahwa kondisi itu biasa terjadi saat musim hujan.
“Kalau melebih tembok enggak pernah, tapi kalau sejajar mungkin iya kalau musim mau hujan gitu,” ujarnya pada Kamis (13/11).
Warga juga mengkhawatirkan ketebalan tanggul yang hanya sekitar 10-15 sentimeter, sehingga mereka berharap perbaikan dilakukan segera untuk mencegah risiko jebolnya tanggul kembali.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
