Connect with us

Berita

Menelusuri Jejak Kepemilikan PT IMIP, Saham Terbesar Dipegang Perusahaan China!

PT IMIP Morowali, kawasan industri nikel terbesar di Indonesia, mayoritas sahamnya dimiliki perusahaan China melalui Shanghai Decent Investment Group.

Logompn

Published

on

Menelusuri jejak kepemilikan pt imip, saham terbesar dipegang perusahaan china!
Menelusuri Jejak Kepemilikan PT IMIP, Saham Terbesar Dipegang Perusahaan China! Gambar : Dok. PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP)

Sulawesi Tengah, MPN Indonesia 28 November 2025 - PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP), pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia, didominasi oleh perusahaan China, Shanghai Decent Investment Group.

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi PT IMIP, Shanghai Decent Investment menggenggam 49,69 persen saham perusahaan tersebut.

Perusahaan ini merupakan bagian dari Tsingshan Holding Group, produsen baja raksasa asal China yang menjadi salah satu penguasa pasar nikel global.

Tsingshan mulai berinvestasi di Indonesia sejak 2009 dan kini memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas industri di kawasan IMIP yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Selain Shanghai Decent Investment, dua pemegang saham lainnya adalah PT Sulawesi Mining Investment dengan porsi 25 persen dan PT Bintang Delapan Investama dengan 25,31 persen.

Namun dari penelusuran informasi resmi perusahaan, PT Bintang Delapan Investama juga memiliki keterkaitan kepemilikan dengan perusahaan China.

Struktur Kepemilikan dan Afiliasi Tsingshan di Kawasan IMIP

Kawasan IMIP merupakan proyek luar negeri pertama Tsingshan Group melalui PT IMIP.

Luas area yang direncanakan lebih dari 2.000 hektare ini berfungsi sebagai pusat hilirisasi tambang, khususnya pengolahan nikel dan logam dasar.

Kawasan tersebut juga berperan penting dalam rantai pasok global stainless steel dan industri baterai kendaraan listrik.

Tsingshan mengoperasikan sejumlah anak usaha di kawasan IMIP.

Di dalamnya terdapat PT Tsingshan Steel Indonesia (TSI) yang memproduksi nickel pig iron dengan kapasitas 500.000 ton per tahun, PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) yang sempat menjadi sorotan akibat ledakan mematikan pada Desember 2023, serta perusahaan lain seperti PT Sulawesi Mining Investment Indonesia, PT Guangqing Nickel Corporations Indonesia, PT Indonesia Ruipu Nichrome, dan PT Dexin Steel Indonesia.

Baca Juga:  Tragis! Jenazah ASN di Donggala Dibawa Pakai Motor 40 Km karena Akses Jalan Buruk

Untuk mendukung kebutuhan energi smelter, Tsingshan membangun pembangkit listrik 2×65 megawatt di Morowali.

Jejak Tsingshan dalam Industri Nikel Indonesia

Tsingshan Holding Group didirikan oleh Xiang Guangda pada 1988 di Wenzhou. Forbes mencatat kekayaan Xiang mencapai US$28 miliar pada 2018.

Perusahaan ini mulai masuk ke industri nikel Indonesia pada 2009 dan perlahan menguasai rantai industri nikel dari hulu hingga hilir.

Selain IMIP di Morowali, Tsingshan juga berinvestasi pada kawasan industri nikel besar lainnya, yaitu Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera, Maluku Utara.

Di kawasan tersebut, beberapa perusahaan yang beroperasi dan berafiliasi dengan Tsingshan antara lain PT Weda Bay Nickel (hasil kerja sama dengan Antam dan Eramet), PT Yashi Indonesia Investment, dan PT Youshan Nickel Indonesia.

Dominasi Perusahaan China di PT IMIP

Dari struktur kepemilikan hingga keterlibatan operasional, dominasi perusahaan China di PT IMIP Morowali sangat mencolok.

Shanghai Decent Investment sebagai pemegang saham terbesar memiliki pengaruh kuat terhadap kebijakan utama kawasan.

Selain itu, afiliasi China juga terlibat dalam perusahaan-perusahaan lokal seperti PT Bintang Delapan Investama.

Dengan porsi saham yang kuat dan operasional industri yang dijalankan oleh anak usaha Tsingshan, kawasan IMIP tidak hanya berfungsi sebagai kawasan industri Indonesia, melainkan juga merupakan representasi ekspansi besar-besaran industri nikel dan tambang China di Indonesia.

(AKM/NID/RAD)

Trending