Lifestyle
Sentil Pencinta Gorengan, Menkes Budi: 1 Biji Bakwan Setara 15 Menit Lari
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengingatkan tingginya kalori gorengan. Satu bakwan setara 100–150 kalori atau 15 menit treadmill.
MPN Indonesia 31 Desember 2025 - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap konsumsi gorengan yang memiliki kandungan kalori tinggi meski berukuran kecil.
Pesan tersebut disampaikan melalui video di akun Instagram pribadinya, @bgsadikin, dalam program Budi Gemar Sharing pada Rabu (3/12).
Dalam unggahan tersebut, Budi mencontohkan bahwa satu gorengan seperti bakwan memiliki kalori yang cukup besar dan tidak sebanding dengan rasa kenyang yang diberikan.
“Kalau makan satu gorengan seperti ini, nggak bikin kenyang kita. Kalorinya antara 100 sampai 150. Nah, gara-gara makan cuma satu kayak gini, saya harus treadmill 15 menit,” ujar Menkes Budi dalam videonya, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (25/12).
Pengalaman Pribadi Menkes Konsumsi Gorengan
Budi juga membagikan pengalamannya sebagai mantan pencinta gorengan.
Ia mengaku sebelumnya kerap mengonsumsi tiga hingga empat gorengan dalam satu kali ngemil.
“Wah, untuk orang dengan berat badan 70 kilogram seperti saya, itu tuh harus lari 5 km tuh,” katanya.
Menurutnya, jumlah tersebut setara dengan 300 hingga 450 kalori dalam sekali konsumsi camilan, yang jika dilakukan berulang dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Kandungan Kalori Gorengan dan Risikonya
Budi menjelaskan bahwa hampir semua jenis gorengan memiliki karakteristik serupa, yakni digoreng dalam minyak panas dan umumnya dilapisi tepung.
Hal ini membuat kandungan kalorinya tetap tinggi meskipun porsinya terlihat kecil.
“Kalau makan satu gorengan, nggak bikin kenyang. Kalorinya antara 100 sampai 150,” ungkap Budi.
Ia menambahkan bahwa gorengan seperti tempe, bakwan, tahu isi, hingga ubi memiliki kalori yang cukup besar dan sering dikonsumsi tanpa perhitungan.
“Semua jenis gorengan, dari tempe, bakwan, tahu isi, hingga ubi, kalorinya cukup tinggi, meski porsinya kecil. Jika dikonsumsi berulang, total kalori harian bisa meningkat signifikan,” ucapnya.
Kebiasaan ngemil gorengan tanpa disadari ini, menurut Budi, menjadi salah satu faktor yang sering menyebabkan berat badan naik, terutama bagi masyarakat yang merasa sudah menjaga pola makan utama.
Imbauan Pola Makan Gizi Seimbang
Sebagai penutup, Budi mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri mengonsumsi makanan dengan komposisi gizi dan nurisi seimbang.
“Mulai sekarang makanlah yang gizi seimbang,” pungkasnya.
Ia menyarankan pemenuhan kebutuhan energi harian melalui kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan serat agar tubuh tetap sehat tanpa kelebihan asupan kalori dari camilan seperti gorengan.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
