Connect with us

Internasional

Siaga dari Ancaman AS, 8 Negara NATO Kerahkan Pasukan ke Greenland

Delapan negara NATO kirim pasukan ke Greenland merespons rencana AS membeli wilayah tersebut, Trump ancam tarif impor.

Logompn

Published

on

Siaga dari ancaman as, 8 negara nato kerahkan pasukan ke greenland
8 Negara NATO Kerahkan Pasukan ke Greenland. Gambar: Dok. The Chicago Council on Global Affairs

MPN Indonesia 19 Januari 2026 - Sebanyak delapan negara anggota NATO asal Eropa, yakni Jerman, Prancis, Swedia, Norwegia, Finlandia, Belanda, Inggris, dan Denmark telah mengerahkan pasukan militer ke Greenland pada pertengahan Januari 2026.

Pengerahan ini dilakukan sebagai bagian dari latihan pengintaian militer di ibu kota Greenland, Nuuk, sebagai respons terhadap rencana Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang berniat mengakuisisi pulau tersebut.

Prancis mengirimkan 15 tentara, sementara Jerman menurunkan 13 personel, diikuti oleh partisipasi dari Norwegia dan Swedia.

Langkah militer ini terjadi setelah pertemuan antara perwakilan Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat di Washington, D.C., yang berakhir tanpa kesepakatan.

“Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika. Jelas bahwa presiden memiliki keinginan untuk menaklukkan Greenland,” ujar Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen, dikutip MPN Indonesia dari Reuters pada Senin (19/1).

NATO Kirim Pasukan ke Greenland

Pengiriman pasukan oleh delapan negara NATO ini diklaim sebagai latihan simbolik yang juga mencakup penancapan bendera Uni Eropa di wilayah Greenland.

Prancis menyebut misi dua hari ini sebagai bukti kesiapan pasukan Eropa untuk dikerahkan secara cepat jika diperlukan.

AS merespons dengan menegaskan bahwa Greenland memiliki nilai strategis vital.

“Keamanan Greenland, yang merupakan sayap utara dari daratan Amerika Serikat, sangatlah krusial,” ujar Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (18/1).

Baca Juga:  Tuai Kontroversi, Donald Trump Unggah Gambar AI Dirinya Sebagai Paus jelang Konklaf

Ia menyatakan bahwa mencairnya es kutub telah membuka jalur navigasi baru dan mengubah peta geopolitik kawasan.

Whitaker menegaskan bahwa Washington tetap fokus pada kepentingan pertahanan jangka panjang di kawasan Arktik, dan menyebut kritik dari Eropa sebagai bentuk reaksi berlebihan.

Ia juga mengimbau negara-negara NATO agar meningkatkan anggaran pertahanan, serta mendorong Uni Eropa untuk melakukan deregulasi ekonomi guna memperkuat kapabilitas militer.

Trump Tegaskan Pasukan NATO Tak Halangi Ambisi AS Beli Greenland

Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pengiriman pasukan oleh negara-negara NATO tidak akan menghalangi upaya Amerika untuk membeli Greenland.

“Jika kita tidak ikut campur, Rusia akan ikut campur, dan China juga akan ikut campur. Dan Denmark tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya, tetapi kita bisa berbuat banyak untuk mencegahnya,” ujar Donald Trump dalam konferensi pers.

Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif 10% atas seluruh impor dari delapan negara NATO tersebut mulai 1 Februari, dan akan meningkat menjadi 25% pada 1 Juni jika Greenland belum dapat dibeli oleh AS.

“Ini adalah situasi yang sangat berbahaya bagi keselamatan, keamanan, dan kelangsungan hidup planet kita. Negara-negara ini, yang memainkan permainan yang sangat berbahaya ini, telah menempatkan tingkat risiko yang tidak dapat diterima atau berkelanjutan,” tulis Trump di media sosial.

Ia juga menegaskan bahwa hanya AS di bawah kepemimpinannya yang dapat bermain dalam permainan ini.

Pemimpin Eropa Kecam Pernyataan Trump soal Greenland dan Tarif

Pernyataan Trump menuai kecaman dari para pemimpin Eropa.

“Tidak ada intimidasi atau ancaman yang akan memengaruhi kita, baik di Ukraina, di Greenland, maupun di mana pun di dunia ketika kita dihadapkan pada situasi seperti itu,” jelas Emmanuel Macron.

Baca Juga:  AS-Iran Memanas, Armada Perang Trump Telah Tiba di Timur Tengah

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut tarif sebagai “tindakan yang sepenuhnya salah.”

Sementara itu, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menyatakan bahwa diskusi sedang berlangsung di antara negara-negara Eropa untuk memberikan respons bersama.

“Kami tidak akan membiarkan diri kami diperas. Hanya Denmark dan Greenland yang memutuskan masalah yang menyangkut Denmark dan Greenland,” tegasnya.

Dari pihak Greenland, Menteri Luar Negeri Vivian Motzfeldt menegaskan bahwa kerja sama dengan AS tidak berarti wilayahnya bersedia untuk “dimiliki oleh Amerika Serikat.”

Pernyataan ini sejalan dengan penolakan berkali-kali dari pemerintah Denmark dan Greenland terhadap upaya pengambilalihan tersebut.

Rusia dan Komunitas Inuit Kritik Eskalasi Militer di Greenland

Reaksi juga muncul dari Rusia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menilai bahwa eskalasi militer di Greenland menunjukkan inkonsistensi dari apa yang disebut ‘tatanan dunia berbasis aturan’ yang sedang dibangun oleh Barat.

Duta besar Rusia untuk Belgia, Denis Gonchar, menyatakan bahwa militerisasi Arktik oleh NATO merupakan kekhawatiran serius.

Di tingkat lokal, komunitas Inuit di Ilulissat menyuarakan kekhawatiran.

Karl Sandgreen, kepala pusat pengunjung Ilulissat Icefjord, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa eksploitasi sumber daya mineral Greenland oleh AS mengancam cara hidup masyarakat adat.

“Kami adalah Inuit, dan kami telah tinggal di sini selama ribuan tahun. Ini adalah masa depan putri dan putra saya,” ujarnya.

Rencana Akuisisi Greenland Ditolak Mayoritas Pemilih AS

Penolakan terhadap rencana Trump tidak hanya datang dari luar negeri.

Sebuah jajak pendapat Universitas Quinnipiac menunjukkan bahwa 55% pemilih AS menolak rencana pembelian Greenland, termasuk 85% dari pemilih Demokrat dan 58% pemilih independen.

Delegasi bipartisan dari Kongres AS juga menyampaikan kekhawatiran mereka.

Baca Juga:  MBS Tegas Tolak Bujukan Trump untuk Normalisasi Hubungan Saudi-Israel

“Melanjutkan jalan ini buruk bagi Amerika, buruk bagi bisnis Amerika, dan buruk bagi sekutu Amerika,” jelas Senator Jeanne Shaheen dan Thom Tillis.

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer juga mengumumkan rencana untuk mengajukan undang-undang yang memblokir tarif terhadap negara-negara NATO yang menolak akuisisi Greenland.

(ADN/NID/RAD)

Trending