Kesehatan
Apa Itu Henti Jantung? Ternyata Berbeda dengan Serangan Jantung!
Henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika jantung berhenti memompa darah tiba-tiba.
MPN Indonesia 27 Januari 2026 - Henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika jantung berhenti memompa darah secara tiba-tiba akibat gangguan sistem kelistrikan jantung.
Kejadian ini dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit jika tidak segera ditangani melalui tindakan resusitasi jantung paru (CPR) dan defibrilasi.
Berbeda dengan serangan jantung, sudden cardiac arrest sering kali muncul tanpa peringatan sebelumnya.
Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung
Perbedaan mendasar antara sudden cardiac arrest dan serangan jantung terletak pada penyebabnya.
Serangan jantung merupakan masalah sirkulasi akibat penyumbatan arteri koroner karena plak kolesterol atau gumpalan darah.
Sementara henti jantung adalah akibat gangguan listrik jantung yang menyebabkan irama jantung tidak normal (aritmia).
Serangan jantung dapat menjadi pemicu henti jantung jika tidak segera diobati.
Menurut studi dalam Annals of Internal Medicine, 51% dari 839 pasien sudden cardiac arrest mengalami gejala peringatan dalam empat minggu sebelumnya, dan 93% dari mereka yang bergejala merasakannya dalam 24 jam terakhir sebelum kejadian.
Gejala paling umum mencakup nyeri dada (46%), sesak napas (18%), dan pingsan (5%).
Penyebab dan Faktor Terjadinya Henti Jantung
Penyebab sudden cardiac arrest yang paling umum adalah aritmia berat seperti fibrilasi ventrikel dan fibrilasi atrium.
Fibrilasi ventrikel menyebabkan bilik bawah jantung bergetar cepat dan tidak teratur, sehingga darah tidak dapat dipompa dengan baik.
Sedangkan fibrilasi atrium adalah gangguan irama pada bilik atas jantung yang dapat memengaruhi kestabilan kelistrikan jantung secara keseluruhan.
Faktor risiko utama henti jantung mendadak meliputi:
- Penyakit jantung koroner
- Kelainan katup jantung
- Pembesaran jantung (kardiomegali)
- Gangguan impuls listrik jantung seperti Long QT Syndrome atau Brugada Syndrome
- Penyakit jantung bawaan
Beberapa penyebab non-kardiak yang turut berkontribusi di antaranya adalah perdarahan intrakranial, emboli paru, gangguan elektrolit, overdosis obat, hipotermia, dan trauma.
Gejala Henti Jantung dan Serangan Jantung
Gejala henti jantung muncul mendadak, termasuk:
- Kehilangan kesadaran
- Tidak bernapas
- Denyut nadi tidak ada
- Napas agonal (terengah atau tersedak)
Sementara itu, gejala serangan jantung lebih bertahap dan bisa berlangsung lama, seperti:
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Mual atau muntah
- Nyeri menjalar ke lengan, rahang, atau punggung
- Pusing atau pingsan
Prosedur Diagnosis dan Penanganan Henti Jantung
Diagnosis sudden cardiac arrest dapat dilakukan melalui:
- Elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi aritmia
- Tes darah untuk memantau elektrolit dan enzim jantung
- Rontgen dada
- Ekokardiografi
- CT Scan atau MRI jantung
Sementara itu, penanganan sudden cardiac arrest mencakup:
- CPR: kompresi dada ritmis untuk mempertahankan aliran darah
- Defibrilasi: sengatan listrik untuk mengembalikan irama jantung
- ACLS: pemberian obat antiaritmia dan manajemen pernapasan oleh tenaga medis terlatih
- Perawatan lanjutan: obat jangka panjang, pemasangan ICD (alat kejut jantung), rehabilitasi jantung, atau tindakan bedah jika diperlukan.
Studi Multicenter Automatic Defibrillator Implantation Trial II menunjukkan bahwa ICD menurunkan risiko kematian hingga 31% dalam 1,5 tahun dan 34% dalam 8 tahun.
Pencegahan Henti Jantung
Menjaga kesehatan fisik dapat membantu mencegah sudden cardiac arrest dan serangan jantung. Beberapa langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan di antaranya:
- Menghentikan merokok
- Mengontrol berat badan
- Membatasi konsumsi alkohol
- Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung (sayuran, buah, biji-bijian utuh, ikan berlemak, batasi garam, gula, dan lemak jenuh)
- Berolahraga teratur
- Mengelola stres
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
