Connect with us

Politik

Bos Bappennas: MBG Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja

Menteri Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa program MBG menjadi prioritas mendesak dibandingkan penciptaan lapangan kerja.

Logompn

Published

on

Bos bappennas mbg lebih mendesak daripada lapangan kerja
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy | Gambar: Instagram/@rachmatpambudy

MPN Indonesia 30 Januari 2026 - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini menjadi prioritas mendesak dibandingkan penciptaan lapangan kerja.

Pernyataan ini disampaikan Rachmat dalam acara Prasasti Economic Forum 2026 yang digelar di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, pada Kamis (29/1).

Rachmat menyatakan bahwa kondisi ketimpangan sosial dan permasalahan stunting yang masih tinggi membuat kebutuhan akan asupan gizi menjadi hal yang tidak dapat ditunda.

“Pada waktu saya ditanya, mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting? Penting sekali. Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan MBG lebih mendesak, daripada lapangan kerja. Tetapi dikatakan katanya, MBG lebih penting daripada lapangan kerja. MBG penting, lapangan kerja penting. Tetapi MBG lebih mendesak,” ujarnya.

Rachmat: Lihat Saudara Kita di Ujung Pelosok

Rachmat menyebut bahwa masih banyak masyarakat di daerah terpencil dan terluar yang mengalami kelaparan dan stunting.

Hal ini membuat program MBG menjadi solusi yang harus segera dijalankan. Ia mengilustrasikan urgensi tersebut dengan perumpamaan ikan dan kail.

“Ada yang bilang ‘tolong kasih kail, jangan ikan’. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati. Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa kita. Mereka lapar, mereka kelaparan,” katanya.

“Ketika saya harus mendampingi Pak Presiden meresmikan sekolah rakyat, anak-anak kita SMP, SMA tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali,” sambung dia.

Ia menekankan pentingnya melihat pembangunan secara holistik. Infrastruktur sosial harus dijadikan bagian tak terpisahkan dari agenda nasional.

“Makan bergizi adalah bagian daripada pembangunan yang harus diselesaikan. Karena itu kalau kita bicara infrastruktur, mohon kita tidak dibatasi pada infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur sosial, mohon kita dibantu untuk menyelesaikan persoalan dasar kita,” ujarnya.

Baca Juga:  Deddy Corbuzier Dihujat Netizen Gegara Bandingkan Makan Bergizi Gratis dengan Nasi Kotak Azka

Target MBG

Program MBG yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menjangkau 58 juta penerima manfaat sejak diluncurkan lebih dari satu tahun lalu.

Pemerintah menargetkan jumlah tersebut akan bertambah hingga total 82 juta penerima pada akhir tahun 2026.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending