Ekonomi
Dorong Pemerataan, Pemerintah Resmikan 47 PLTS di Wilayah 3T
Pemerintah dan PLN resmikan 47 PLTS di 11 provinsi untuk 5.383 rumah tangga.
MPN Indonesia 2 Juli 2025 - Pemerintah bersama PT PLN (Persero) dan mitra swasta meresmikan 47 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di 47 desa pada 11 provinsi di Indonesia.
Hal ini disampaikan lewat acara Peresmian Pengoperasian dan Pembangunan 55 Proyek Pembangkit EBT yang dipusatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (26/6) lalu.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan langkah ini berperan penting dalam menjangkau wilayah yang belum mendapat akses listrik secara optimal, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Dengan energi tenaga surya, setiap desa bisa swasembada energi, setiap kecamatan bisa swasembada energi, setiap kabupaten bisa swasembada energi, pulau-pulau terpencil akan punya energi, dan bisa swasembada desa-desa yang sangat terpencil, yang di gunung-gunung juga bisa punya akses terhadap energi, terhadap listrik,” ucap Prabowo dikutip MPN Indonesia lewat laman resmi PLN, Rabu (2/7).
Langkah Strategis Menuju Pemerataan Energi
Tak hanya mendorong capaian Net Zero Emissions di tahun 2060, Prabowo menyebut pengembangan PLTS ini sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan energi dengan memangkas biaya logistik.
“Kita akan mungkin jadi negara di dunia yang bisa menuju zero carbon emissions tepat pada waktu yang direncanakan. Tetapi yang lebih penting adalah bahwa kita bisa menghasilkan energi dengan memotong jalur-jalur logistik yang mahal inilah dampak daripada program besar kita,” ujarnya.
Sukses Suplai Listrik untuk 5.383 Rumah Tangga
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo yang juga hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa 47 PLTS yang diresmikan memiliki kapasitas sebesar 27,8 megawatt (MW) dan berhasil mengalirkan akses listrik ke 5.383 rumah tangga di 47 desa tersebut.
Ia menegaskan bahwa langkah ini menjadi salah satu bentuk kerja sama antara PLN dengan pemerintah dalam mendukung dan mewujudkan keadilan energi di wilayah 3T lewat pemanfaatan PLTS secara optimal.
“Program ini bukan sekadar menghadirkan listrik, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam transisi energi global. Ini adalah bentuk gotong royong nasional untuk mewujudkan masa depan yang bersih, hijau, dan inklusif,” kata Darmawan.
Darmawan bahkan menggambarkan bagaimana keadilan energi bisa mengubah kehidupan masyarakat luas sehingga ia berkomitmen penuh untuk mendukung pemerintah menuju swasembada energi lewat energi terbarukan.
“Dulu, anak-anak belajar ditemani lampu minyak, layanan kesehatan terbatas, dan roda ekonomi desa berhenti saat malam tiba. Kini, listrik dari energi bersih mengubah segalanya, anak bisa belajar lebih lama, Puskesmas dapat melayani masyarakat dengan optimal, dan usaha rakyat tumbuh. Inilah keadilan energi. PLN siap menjalankan visi Presiden menuju kemandirian energi lewat akselerasi energi terbarukan,” tuturnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
