Connect with us

Berita

Terowongan Glodok-Kota Rampung, Progres MRT Fase 2A Capai 63 Persen

Proyek MRT Jakarta Fase 2A jalur Glodok-Kota mencapai 63 persen penyelesaian dengan rampungnya terowongan menggunakan Tunnel Boring Machine (TBM).

Arthur

Published

on

Terowongan Glodok Kota Rampung, Progres MRT Fase 2A Capai 63 Persen
Terowongan Glodok-Kota Rampung, Progres MRT Fase 2A Capai 63 Persen. Gambar : Diah Ayu/VOI

MPN Indonesia 15 November 2024 - Proyek MRT Jakarta Fase 2A yang mencakup jalur Glodok–Kota dalam Paket Kontrak CP203 terus menunjukkan kemajuan.

Hingga awal November 2024, proyek transportasi publik ini telah mencapai 63 persen penyelesaian, dengan salah satu pencapaian utama berupa terowongan Glodok-Kota yang telah rampung.

Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium Sumitomo Mitsui Construction Co. dan Hutama Karya (SMCC-HK JO), yang berkomitmen mempercepat penyelesaian guna meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan mobilitas di Jakarta.

Pada Senin (21/10), tahap penting yaitu “Breakthrough TBM-1” atau tembusan pertama Tunnel Boring Machine (TBM) berhasil diselesaikan, menandai rampungnya terowongan sepanjang 1,4 kilometer yang menghubungkan Stasiun Kota, Glodok, dan Mangga Besar.

Detail Pengerjaan dan Tantangan Proyek MRT Fase 2A

Dalam proyek ini, Hutama Karya mengerjakan sekitar 35 persen dari total pekerjaan, meliputi desain, penggalian, struktur, serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP).

Hingga November, Hutama Karya telah menyelesaikan sekitar 45 persen dari bagian pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

“Dalam proyek JO ini, Hutama Karya memegang scope pekerjaan 35 persen dengan progres pekerjaan telah mencapai 45 persen, meliputi desain, galian, struktur, dan mechanical, electrical, and plumbing (MEP),” ujar Adjib, perwakilan dari Hutama Karya pada Rabu (13/11).

Proyek ini juga menggunakan teknologi Tunnel Boring Machine (TBM) dan menerapkan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi konstruksi.

Penggunaan BIM membantu dalam perencanaan, desain, dan pelaksanaan proyek, terutama di Jakarta yang memiliki kepadatan tinggi dan banyak tantangan konstruksi.

Baca Juga:  Ada Proyek MRT Fase 2A, Rekayasa Lalin Berlaku di Tiga Titik Utama hingga 31 Agustus 2026

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A menghadapi kendala signifikan karena lokasinya yang berada di tengah kota, dengan lalu lintas padat dan area kerja terbatas.

Di sekitar area proyek, seperti Glodok dan Kota Tua, terdapat pula bangunan cagar budaya.

Untuk melindungi bangunan bersejarah ini, konsorsium SMCC-HK JO bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Tim Ahli Cagar Budaya.

“Terkait cagar budaya, kami melakukan penanganan khusus dan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Tim Ahli Cagar Budaya agar tetap terawat dan terjaga nilai sejarahnya,” tambah Adjib.

Koordinasi dengan Pihak Terkait dan Strategi Percepatan

Selain tantangan teknis, proyek MRT ini juga membutuhkan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan dan instansi pemerintah.

Untuk memperlancar proses pembangunan, SMCC-HK JO melakukan rekayasa lalu lintas (traffic diversion) dan relokasi utilitas yang terdampak.

Langkah-langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak terhadap pengguna jalan dan aktivitas di kawasan Glodok hingga Kota.

Koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak dianggap penting dalam upaya penyelesaian proyek sesuai target.

Pengelolaan rekayasa lalu lintas di sekitar area konstruksi menjadi bagian dari strategi percepatan pembangunan, terutama di area pusat Jakarta yang padat.

Dengan langkah-langkah ini, proyek MRT Jakarta diharapkan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas kota.

MRT Jakarta Fase 2A untuk Mobilitas yang Lebih Baik

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A merupakan bagian dari kebijakan pembangunan transportasi publik berkelanjutan.

Jalur baru ini akan menghubungkan berbagai titik strategis di Jakarta, khususnya di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi publik yang aman dan efisien bagi warga.

Pengembangan jalur MRT Jakarta ini, termasuk fase 2A, menjadi proyek penting dalam upaya mengurangi kemacetan dan emisi gas buang di kota.

Baca Juga:  Proyek MRT Lin Timur-Barat Bakal Dibangun 2026, Hubungkan Tomang hingga Bekasi

Perpanjangan jalur MRT hingga ke kawasan Glodok dan Kota juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, khususnya di wilayah yang banyak terdapat bangunan bersejarah.

Trending