Connect with us

Berita

Jepang Kirim Bantuan 3 Helikopter untuk Atasi Karhutla Kalimantan

Jepang mengirim 3 helikopter CH-47 dan sekitar 600 personel untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Logompn

Published

on

Jepang Kirim Bantuan 3 Helikopter hingga 600 Personel untuk Atasi Karhutla Kalimantan
Jepang Kirim Bantuan 3 Helikopter hingga 600 Personel untuk Atasi Karhutla Kalimantan. Gambar: The Japan Times/JIJI

MPN Indonesia 31 Agustus 2026 - Pemerintah Jepang mengirim bantuan kemanusiaan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan setelah menerima permintaan dari Pemerintah Indonesia.

Keputusan itu diumumkan pada Jumat (28/8) melalui Kementerian Pertahanan Jepang.

Bantuan berupa 3 helikopter CH-47, kapal angkut amfibi JS Kunisaki, serta sekitar 600 personel Pasukan Bela Diri Jepang dijadwalkan diberangkatkan usai seluruh persiapan teknis selesai.

“Menanggapi kerusakan parah akibat kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia. Atas permintaan Pemerintah Republik Indonesia, Jepang telah memutuskan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran dengan helikopter JSDF, sebagai bagian dari kegiatan bantuan bencana internasional,” tulis Kementerian Pertahanan Jepang, dikutip MPN Indonesia dari X @ModJapan_en pada Senin (31/8).

Kiriman Bantuan dari Jepang untuk Karhutla Kalimantan

Seluruh personel dan helikopter akan diberangkatkan menggunakan JS Kunisaki menuju Indonesia setelah persiapan operasional selesai.

Hingga pengumuman disampaikan, pemerintah Jepang belum menjelaskan lokasi penempatan ketiga helikopter maupun jadwal kedatangannya di Indonesia.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan pihaknya akan mengerahkan seluruh kemampuan yang tersedia untuk membantu penanganan bencana tersebut.

“(Pemerintah Jepang) akan melakukan segala yang mungkin untuk membantu mencegah perluasan kerusakan lebih lanjut (di Indonesia),” ungkap Shinjiro Koizumi, dikutip MPN Indonesia dari The Japan Times pada Senin (31/8).

Permintaan Bantuan dari Indonesia

Pengerahan bantuan berlangsung beberapa hari setelah pertemuan trilateral tingkat menteri pertahanan antara Indonesia, Jepang, dan Australia pada Rabu (26/8).

Pada pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan permohonan dukungan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Pertemuan virtual itu diikuti Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi, serta Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles.

Baca Juga:  Kronologi Gedung Kemendagri Jaksel Kebakaran, Pegawai Nyaris Terjebak

Selain membahas situasi keamanan di kawasan Indo-Pasifik, ketiga negara juga menyatakan komitmen untuk memperkuat kerja sama pertahanan trilateral.

Jepang turut menyampaikan pentingnya menjaga komunikasi erat dalam kerja sama bilateral maupun trilateral.

Kerja Sama Pertahanan dan Misi Kemanusiaan

Pengerahan bantuan ini merupakan tindak lanjut kerja sama pertahanan yang telah disepakati Indonesia dan Jepang pada Mei 2026.

Pada kesepakatan tersebut, kedua negara sepakat perkuat kolaborasi dalam operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana atau Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).

Kerja sama tersebut menjadi dasar pelaksanaan misi bantuan ketika Indonesia mengajukan permintaan dukungan.

Armada udara yang dikirim nantinya akan memperkuat operasi pemadaman yang telah dijalankan pemerintah Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah mengerahkan puluhan ribu petugas pemadam di Sumatra dan Kalimantan.

Presiden Prabowo Subianto juga meninjau langsung wilayah terdampak serta instruksikan penambahan helikopter water bombing.

Demi mendukung operasi udara, Kementerian Perhubungan telah memberikan izin kepada 35 pesawat asing untuk membantu pemadaman.

Kehadiran tiga helikopter CH-47 dari Jepang akan menambah armada udara yang beroperasi di bawah kendali otoritas Indonesia.

Kondisi Karhutla yang Masih Berlangsung

Penanganan kebakaran hutan dan lahan dilakukan di tengah meluasnya titik api akibat musim kemarau berkepanjangan dan menguatnya pengaruh El Nino.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan terbakar di Kalimantan Barat sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 38.310,89 hektare.

Pemantauan satelit Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan sebaran titik panas, yaitu:

  • Sumatra Selatan: 1.429 hotspot.
  • Kalimantan Barat: 1.226 hotspot.
  • Kalimantan Tengah: 811 hotspot.

Kabut asap akibat kebakaran tersebut juga berdampak pada kualitas udara.

Indeks kualitas udara di Palangka Raya sempat mencapai angka 199 pada Kamis (27/8).

Baca Juga:  Stasiun Pengumpul Gas Milik Pertamina di Subang Meledak

Asap lintas batas turut memengaruhi Malaysia dan Brunei.

Di Sarawak, Malaysia, hampir 600 sekolah ditutup sementara sehingga aktivitas belajar sekitar 200.000 murid terdampak.

(RAD/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending