Connect with us

Berita

JPPI Ungkap Banyak Penyelewengan Dana KIP Kuliah: Tak Tepat Sasaran hingga Dipotong Kampus

JPPI menyoroti lemahnya transparansi dan pengawasan dalam penyaluran dana KIP Kuliah yang berpotensi disalahgunakan.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn (6)
JPPI Ungkap Banyak Penyelewengan Dana KIP Kuliah: Tak Tepat Sasaran hingga Dipotong Kampus | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 7 Juli 2025 - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti lemahnya transparansi dan pengawasan dalam penyaluran dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang berpotensi disalahgunakan.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan KIP Kuliah selama ini masih jauh dari kata transparan.

Informasi mengenai alokasi dana, jumlah penerima di setiap perguruan tinggi, serta kriteria penetapan penerima dinilai tidak terbuka dan sulit diakses publik.

“Transparansi penyaluran KIP Kuliah selama ini masih jauh dari memadai. Informasi terkait alokasi dana, jumlah penerima di setiap perguruan tinggi, dan kriteria penetapan penerima seringkali tidak terbuka dan sulit diakses publik,” ujar Ubaid Matraji kepada MPN Indonesia, Sabtu (5/7).

Ubaid juga menilai bahwa data yang tersedia cenderung umum dan tidak cukup rinci untuk memungkinkan pengawasan yang ketat.

Kondisi ini menciptakan celah besar terhadap potensi manipulasi dan penyalahgunaan dana KIP Kuliah.

“Publik, bahkan calon penerima, kesulitan melacak jejak dana mulai dari penetapan kuota hingga pencairan ke rekening mahasiswa,” ucap Ubaid.

“Secara praktik, transparansi masih menjadi jargon semata, tetapi belum sepenuhnya terwujud di lapangan,” lanjutnya.

Indikasi Penyalahgunaan di Lapangan

Ubaid menyebutkan bahwa potensi penyalahgunaan dana KIP Kuliah di lapangan sangat besar dan kemungkinan besar telah terjadi secara sistematis.

Beberapa indikasi yang ditemukan di antaranya adalah penerima tidak tepat sasaran dan adanya pemotongan dana sepihak oleh kampus.

“Bantuan justru diterima oleh mahasiswa yang tidak memenuhi kriteria ekonomi, sedangkan mahasiswa yang benar-benar membutuhkan justru terpinggirkan,” kata Ubaid.

“Dana yang seharusnya diterima mahasiswa secara penuh, dipotong secara sepihak oleh pihak kampus dengan berbagai alasan yang tidak jelas dan tidak transparan,” lanjutnya.

Baca Juga:  Sri Mulyani Larang Kenaikan UKT Mahasiswa di PTN

Usulan Pengawasan dan Sanksi Tegas

Untuk mencegah penyalahgunaan dana, Ubaid menyarankan audit forensik secara berkala terhadap laporan keuangan dan data penerima KIP Kuliah di setiap perguruan tinggi.

Audit harus dilakukan oleh tim independen yang bebas intervensi.

Ubaid juga mengusulkan sistem pelaporan real-time yang transparan, di mana perguruan tinggi wajib mengunggah data penerima, riwayat pencairan, dan penggunaan dana pada platform publik yang dapat diakses siapa pun.

“Data tersebut harus memuat NIK mahasiswa dan jumlah dana yang diterima,” tegas Ubaid.

Selain itu, Ubaid mendorong pemberian sanksi tegas terhadap perguruan tinggi yang terbukti menyalahgunakan dana, termasuk pembekuan bantuan hingga pencabutan izin operasional, serta proses pidana terhadap oknum yang terlibat.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga10 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita29 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita36 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending