Connect with us

Berita

Pemerintah Berencana Bangun Enam Stasiun Baru di Bogor Barat, Hubungkan Parung Panjang-Jasinga

Pemkab Bogor merencanakan enam stasiun baru di jalur Parung Panjang-Jasinga untuk memperkuat konektivitas Bogor Barat dan terhubung ke KRL.

Logompn

Published

on

Pemerintah Berencana Bangun Enam Stasiun Baru di Bogor Barat, Hubungkan Parung Panjang Jasinga
Pemerintah Berencana Bangun Enam Stasiun Baru di Bogor Barat, Hubungkan Parung Panjang-Jasinga. Gambar: Ilustrasi AI by MPN Indonesia

Jawa Barat, MPN Indonesia 26 Agustus 2026 - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merencanakan pembangunan enam stasiun baru di Bogor Barat melalui pengembangan jalur kereta api Parung Panjang–Jasinga.

Rencana tersebut disiapkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, melayani mobilitas komuter, dan menghubungkan masyarakat dengan jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek melalui Stasiun Parung Panjang.

Pengembangan ini menjadi bagian dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk membangun sistem transportasi yang terintegrasi.

“Pengembangan transportasi ini merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas antarwilayah. Jadi bukan hanya di Puncak, tetapi juga bagaimana wilayah Bogor Barat memiliki dukungan transportasi massal melalui rencana kereta Tenjo-Jasinga,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Bakes Bangpol Kabupaten Bogor, Rabu (26/8).

Jalur Parung Panjang-Jasinga Direkomendasikan untuk Dikembangkan

Kajian awal Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor pada 2025 merekomendasikan trase Parung Panjang-Jasinga sebagai prioritas pengembangan.

Penilaian dilakukan berdasarkan 15 kriteria yang mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Jalur dirancang sepanjang sekitar 27,26 kilometer menggunakan konstruksi at grade atau di permukaan dengan jenis rel heavy rail.

Jalur tersebut akan terhubung dengan satu stasiun eksisting di Parung Panjang.

Terhubung dengan Jaringan KRL Commuter Line

Pengembangan jalur ini disiapkan untuk melayani kebutuhan komuter sekaligus menjadi jalur pengumpan (feeder) menuju jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek.

Penumpang nantinya dapat melanjutkan perjalanan melalui Stasiun Parung Panjang menuju berbagai wilayah di Jabodetabek.

Baca Juga:  Miris! Dana Hibah Atlet Difabel Bekasi Dikorupsi Rp7,1 M, Dipakai Buat Nyaleg hingga DP Mobil

Selain melayani mobilitas masyarakat, proyek tersebut juga dirancang untuk meningkatkan konektivitas kawasan Bogor Barat dengan jaringan transportasi massal.

Ajat menjelaskan pembangunan transportasi berbasis rel tidak hanya ditujukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Infrastruktur tersebut juga berfungsi membuka akses antarwilayah.

“Prinsipnya, kita ingin transportasi menjadi bagian dari pengembangan wilayah. Ketika konektivitasnya semakin baik, mobilitas masyarakat meningkat, pusat-pusat ekonomi baru tumbuh dan manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih merata,” ujarnya.

Dishub Siapkan Dua Alternatif Trase

Selain jalur Parung Panjang-Jasinga, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor juga menyiapkan alternatif trase Tenjo-Jasinga dalam dokumen rencana pengembangan transportasi berbasis rel.

Perbedaan kedua alternatif tersebut meliputi:

  • Tenjo-Jasinga
    • Panjang sekitar 18,6 kilometer.
    • Tiga titik stasiun.
    • Melintasi Kecamatan Tenjo hingga Jasinga.
  • Parung Panjang-Jasinga
    • Panjang sekitar 26,5 kilometer dalam dokumen Dishub.
    • Enam titik stasiun.
    • Melintasi Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Jasinga, dan Tenjo.

Rencana pengembangan kawasan juga diselaraskan dengan fungsi masing-masing wilayah.

Parung Panjang diarahkan menjadi pusat pelayanan kawasan sekaligus kawasan berbasis transit oriented development (TOD)

Tenjo dipersiapkan sebagai lokasi pengembangan stasiun barang dan penguatan konektivitas antarkota maupun perkotaan.

Pembangunan Masih Memasuki Tahap Kajian

Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan rencana pembangunan jalur kereta tersebut masih memerlukan kajian komprehensif sebelum memasuki tahap konstruksi.

Kajian mencakup trase, kapasitas, keselamatan, tata ruang, kebutuhan lahan, dampak lingkungan, integrasi antarmoda, hingga kelayakan investasi.

Dokumen Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor membagi pengembangan proyek menjadi empat tahapan, yaitu:

  • Pra-studi kelayakan, penentuan trase indikatif, dan konsultasi publik.
  • Studi kelayakan komprehensif, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), serta desain awal.
  • Penyusunan detail engineering design (DED), pembebasan lahan, dan penentuan skema pendanaan.
  • Konstruksi fisik, pengadaan sarana kereta, uji coba terbatas, hingga operasional penuh.
Baca Juga:  Polisi Tangkap 3 Tersangka Korupsi Uang Ambulans Rp3,1 M di Subang, Dipakai Judi Online!

Hingga saat ini, rencana pembangunan jalur kereta di Bogor Barat, Jawa Barat, masih berada pada tahap persiapan dan kajian.

(AKM/NID/RAD) 

Trending