Connect with us

Berita

Operasi SAR Gunung Dukono Resmi Ditutup usai Tiga Pendaki Meninggal Dunia Berhasil Ditemukan

Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban erupsi Gunung Dukono setelah operasi pencarian selama tiga hari.

Logompn

Published

on

Operasi SAR Gunung Dukono Resmi Ditutup usai Tiga Pendaki Meninggal Dunia Berhasil Ditemukan
Operasi SAR Gunung Dukono Resmi Ditutup usai Tiga Pendaki Meninggal Dunia Berhasil Ditemukan. Gambar: Instagram/@kantorsar_ternate

Maluku Utara, MPN Indonesia 11 Mei 2026 - Operasi SAR di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, resmi ditutup setelah tiga pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tim SAR gabungan menemukan dua korban terakhir pada hari ketiga operasi pencarian, Minggu (10/5), tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama pada Sabtu (9/5).

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai.

Pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan lebih dahulu menemukan satu korban bernama Angel Krishela (P), Warga Negara Indonesia (WNI), dalam kondisi meninggal dunia.

Selanjutnya, dua warga negara asing (WNA) yang dilaporkan hilang, yaitu Heng Wen Qiang Timothy (L) usia 30 tahun dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (L) usia 27 tahun, ditemukan pada hari ketiga dalam kondisi tertimbun material vulkanik akibat erupsi gunung berapi Gunung Dukono.

Setelah seluruh korban ditemukan, tim SAR gabungan melakukan evakuasi dan membawa ketiga jenazah ke pos penanganan darurat erupsi gunung berapi Gunung Dukono sebelum dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Dengan selesainya proses pencarian tersebut, operasi SAR di Gunung Dukono, Maluku Utara, resmi ditutup.

Proses Pencarian dan Evakuasi Korban

Proses pencarian pada hari ketiga berlangsung lebih terarah setelah tim SAR sebelumnya menandai titik yang diduga sebagai lokasi korban tertimbun material vulkanik menggunakan koordinat GPS pada operasi sehari sebelumnya.

Penandaan tersebut menjadi dasar penyisiran lanjutan hingga dua korban terakhir ditemukan.

Evakuasi dua jenazah terakhir mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang signifikan.

Baca Juga:  Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Meningkat ke Level Awas, Warga Diminta Waspada

Selain itu, aktivitas erupsi gunung berapi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif.

Kondisi tersebut mengharuskan tim SAR melakukan proses evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan keselamatan personel di lapangan.

Dikutip MPN Indonesia melalui laman BNPB pada Senin (11/5), dalam operasi SAR hari ketiga, sebanyak 98 personel dikerahkan dan dibagi ke dalam empat regu.

Unsur yang terlibat meliputi Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI, serta masyarakat setempat.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mendukung proses pencarian dan evakuasi di kawasan terdampak erupsi gunung berapi.

Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Korban selamat WNA asal Singapura terdiri dari:

  • TYME (L) usia 30 tahun
  • OSS (P) usia 37 tahun
  • PL (P) usia 33 tahun
  • LHEI (P) usia 31 tahun
  • TJYG (P) usia 30 tahun
  • LYXV (P) usia 30 tahun
  • LSD (L) usia 29 tahun

Sementara korban selamat WNI terdiri dari:

  • BB (L) usia 24 tahun
  • Y (L) usia 23 tahun
  • S (L) usia 26 tahun
  • A (L) usia 22 tahun
  • H (L) usia 26 tahun
  • FN (P) usia 27 tahun
  • RI (P) usia 29 tahun
  • SJ (L) usia 48 tahun

Dalam proses pencarian tersebut, dua korban selamat turut membantu tim SAR dengan memberikan informasi mengenai jalur pendakian serta titik terakhir keberadaan para korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi gunung berapi di Gunung Dukono.

Informasi tersebut menjadi bagian dalam penentuan lokasi pencarian.

Penutupan Pendakian Gunung Dukono

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui Dinas Pariwisata sebelumnya menetapkan penutupan total aktivitas pendakian Gunung Dukono sejak Jumat (17/4).

Baca Juga:  Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Keluarkan Dentuman dan Kolom Abu Capai 600 Meter

Kebijakan tersebut kemudian dipertegas melalui surat keputusan Bupati Halmahera Utara tentang penutupan permanen pendakian Gunung Dukono pada Jumat (8/5).

Melalui keputusan tersebut, operator, pengelola, maupun penyedia jasa pendakian dilarang memberikan izin pendakian kepada siapa pun.

Pemerintah daerah juga melarang masyarakat dan wisatawan memasuki kawasan rawan bencana dalam radius empat kilometer dari puncak kawah sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Selain itu, pemerintah daerah meminta pengelola dan penyedia jasa pendakian untuk melakukan sosialisasi terkait penutupan jalur pendakian serta potensi bahaya erupsi gunung berapi kepada masyarakat dan wisatawan guna mencegah risiko korban jiwa.

Pengawasan terhadap aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono pun akan diperketat.

Setiap pelanggaran terhadap ketentuan penutupan jalur pendakian dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pengelola jasa pendakian untuk memeriksa daerah rawan bencana melalui aplikasi InaRisk Personal BNPB, mematuhi rekomendasi PVMBG, serta tidak melakukan aktivitas di zona berbahaya.

(AKM/NID/RAD)

Trending