Berita
Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun
Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
MPN Indonesia 7 April 2026 - Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Senin (6/4).
Kebijakan BBM ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi sektor energi.
Pemerintah menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat untuk menopang stabilitas harga BBM bagi masyarakat.
Pemerintah Telah Hitung Berbagai Kemungkinan
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai simulasi terhadap kemungkinan lonjakan harga minyak dunia.
Ia menekankan defisit anggaran masih bisa dijaga di level 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) meski minyak dunia tembus USD100 per barel sepanjang 2026.
“Jadi sepanjang tahun ini dengan harga rata-rata USD100, aman,” ujar Purbaya, dikutip MPN Indonesia dari YouTube TVR Parlemen.
“Terus kalau ada orang yang bilang Purbaya nggak punya uang, Menteri Keuangan nggak punya uang, kita dari desain anggaran aja masih di bawah 3 persen,” sambungnya.
Purbaya Jamin BBM Subsidi Tak Naik
Ketua Komisi XI DPR RI, M Misbakhun, turut menegaskan kembali komitmen pemerintah terhadap harga BBM.
Ia meminta kepastian bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan kenaikan harga BBM bersubsidi.
Menanggapi hal itu, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kesiapan pemerintah dalam menjamin stabilitas harga BBM.
“Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi dengan asumsi harga minyak rata-rata USD100 per barel sampai akhir tahun sudah dihitung,” katanya.
Purbaya menegaskan bahwa jaminan tidak adanya kenaikan harga BBM hanya berlaku untuk BBM bersubsidi.
“Tidak ada (kenaikan) untuk yang bersubsidi ya, yang nonsubsidi bukan hitungan kita ya, karena nggak ada di anggaran kita ya, jadi yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Jadi masyarakat luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung,” tegasnya.
Mitigasi Pemerintah Tangani Lonjakan Harga Minyak
Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi apabila terjadi lonjakan harga yang lebih tinggi dari asumsi.
Salah satu langkah cadangan yang disiapkan adalah pemanfaatan saldo anggaran lebih (SAL).
“Kalau harga minyak naik tinggi sekali, misalnya nggak terkendali. Jadi dari situ kita masih aman, Bapak-bapak ibu-ibu, tentu saya akan ke Komisi XI untuk meminta izin bagaimana mengolah anggaran SAL itu untuk menjaga sustainabilitas, bukan APBN lagi pada waktu nanti, negara kita,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga mengandalkan potensi peningkatan penerimaan negara dari sektor energi seiring kenaikan harga minyak dan batu bara di pasar global.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
