Connect with us

Berita

PSEL TPA Cipeucang Siap Dibangun! Gandeng Beberapa Investor

Proyek PSEL di TPA Cipeucang gunakan teknologi China Tianying Inc, kurangi bau dan cemaran sampah sambil produksi listrik.

Logompn

Published

on

Psel tpa cipeucang siap dibangun! gandeng 4 investor
PSEL TPA Cipeucang siap dibangun. Gambar: Dok. Pemerintah Kota Tangerang Selatan

MPN Indonesia 14 Mei 2025 - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) resmi mengumumkan rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Proyek ini menjadi terobosan dalam penanganan sampah di wilayah tersebut dengan menggandeng beberapa investor, yakni Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) melalui PT Indoplas Energi Hijau (IEH), serta mitra teknologi China Tianying Inc (CNTY).

PSEL Cipeucang dirancang untuk mengolah setidaknya 1.100 ton sampah per hari, termasuk 100 ton sampah lama, menggunakan teknologi Moving Grate Incinerator (MGI).

Dengan teknologi ini, hampir seluruh sampah yang masuk dapat diolah tanpa perlu pemilahan terlebih dahulu.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa proyek ini akan mengubah sampah menjadi aset energi yang membawa dampak positif bagi warga.

“PSEL Cipeucang ini akan mengolah sedikitnya 1.100 ton sampah per hari, menggunakan teknologi MGI,” ujar Pilar, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi tangerangselatan.go.id pada Rabu (14/5).

Proyek PSEL ini ditargetkan memulai konstruksi pada 2026, memasuki tahap uji coba operasional di 2028, dan beroperasi penuh secara komersial pada 2029.

Selama ini, TPA Cipeucang menjadi tempat pembuangan utama bagi limbah rumah tangga dan industri dari seluruh wilayah Tangsel.

Kondisi yang semakin padat sering menimbulkan keluhan dari warga sekitar, baik terkait bau maupun risiko pencemaran lingkungan.

Dampak Positif Teknologi PSEL Cipeucang

Menurut Bobby, pimpinan konsorsium IEH-CNTY, teknologi yang digunakan akan mengangkat kembali timbunan sampah lama yang mengendap di TPA Cipeucang, di samping mengolah sampah baru.

“Proses pengolahan sampah ini sangat efisien dan maksimal, serta dapat mengolah sedikitnya 90 persen dari sampah yang masuk tanpa proses pemilahan jenis sampah,” jelas Bobby dikutip MPN Indonesia dari laman resmi tangerangselatan.go.id pada Rabu (14/5).

Baca Juga:  Tangsel akan Bangun PSEL, Walhi: Kelola TPA Sederhana Saja Tak Sanggup

Hal ini diyakini akan mengurangi risiko longsor, kebakaran, dan pencemaran air tanah.

Selain pengelolaan sampah, fasilitas ini juga akan menghasilkan energi listrik bersih.

Panas dari pembakaran sampah akan dimanfaatkan untuk memanaskan air, menciptakan uap yang menggerakkan turbin guna menghasilkan listrik.

Kapasitas yang ditargetkan adalah 15,7 Megawatt (MW) listrik, yang akan dijual sesuai Perpres Nomor 35 Tahun 2018 seharga 13,35 cents per kilowatt-hour (kWh).

Fasilitas ini dirancang agar tidak menimbulkan bau maupun polusi.

“Dijamin tidak mengeluarkan bau apa pun dari sampah yang diolah, sehingga tidak akan menimbulkan gejolak sosial dari masyarakat setempat,” kata Bobby.

Proses pengolahan mengikuti standar ramah lingkungan internasional guna menghindari emisi karbon dan polusi udara.

Pembangunan PSEL diharapkan turut meningkatkan kualitas hidup warga sekitar. Selain membersihkan masalah tumpukan sampah, proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru.

“Dengan pendekatan dan cara yang tepat, pengolahan sampah bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan,” ujar Bobby.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending