Connect with us

Berita

Indonesia jadi Negara Tertinggi di Dunia Usai Tercatat 329 Insiden Keracunan Metanol

Indonesia mencatat kasus keracunan metanol tertinggi dunia dengan 329 insiden. Simak penyebab, dampak, dan solusi dalam artikel ini.

Arthur

Published

on

Indonesia jadi Negara yang Paling Tertinggi di Dunia Usai Tercatat 329 Insiden Keracunan Metanol
Indonesia jadi Negara yang Paling Tertinggi di Dunia Usai Tercatat 329 Insiden Keracunan Metanol. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 Desember 2024 - Indonesia mencatat kasus keracunan metanol tertinggi secara global, menurut laporan Médecins Sans Frontières (MSF) atau Doctors Without Borders.

Berdasarkan data, terdapat 329 insiden keracunan metanol di Indonesia, melampaui India (125 kasus), Rusia (117 kasus), Pakistan (38 kasus), dan Bangladesh (34 kasus).

Fenomena ini terutama disebabkan oleh konsumsi minuman keras oplosan yang sering mengandung metanol, senyawa kimia beracun yang dapat mengakibatkan kebutaan atau bahkan kematian meskipun dalam jumlah kecil.

Metanol biasanya dihasilkan secara tidak sengaja dalam proses produksi alkohol ilegal tanpa standar yang memadai.

Penyebab Utama Keracunan Metanol

Walaupun sebagian besar masyarakat Indonesia tidak mengonsumsi alkohol karena alasan agama, sebagian kelompok tetap menggunakannya dalam konteks tradisi adat.

Keracunan metanol sering terjadi karena minuman oplosan yang diracik dengan bahan tambahan untuk meningkatkan kadar alkohol dengan biaya murah.

Ady Wirawan, pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Udayana, mengungkapkan bahwa lemahnya regulasi dan minimnya pengawasan terhadap produksi dan distribusi alkohol ilegal menjadi faktor utama tingginya angka keracunan metanol.

Harga alkohol legal yang tinggi turut memaksa masyarakat memilih opsi yang lebih murah meskipun berisiko.

“Masyarakat sering tidak menyadari bahaya mengonsumsi minuman keras buatan rumahan yang bisa mengandung metanol,” jelas Dr. Ady.

“Praktik ini terus berlangsung karena lemahnya pengawasan, sementara konsumen tidak memahami risiko yang sebenarnya,” tambahnya.

Hambatan Medis

Stigma negatif terhadap konsumsi alkohol juga menjadi penghalang bagi korban keracunan metanol untuk mencari pertolongan medis.

Di sejumlah daerah, alkohol dianggap tabu, sehingga banyak korban memilih menyembunyikan kondisi mereka karena rasa malu.

Baca Juga:  Fantastis! Penghasilan Manusia Silver Capai Rp600 Ribu Per Hari di Jogja

Dr. Elvine Gunawan, psikiater dari Mental Hub Indonesia, menyoroti dampak psikologis pada korban keracunan metanol.

Salah satu pasiennya, yang selamat dari insiden yang merenggut nyawa empat orang, mengalami kebutaan akibat keracunan.

Pasien tersebut juga menghadapi pelecehan sosial yang semakin memperburuk kondisinya, hingga ia merasa pantas menerima nasib buruk dan menghentikan pencarian perawatan kesehatan mental.

Solusi dan Tantangan Penanganan

Metanol menjadi racun berbahaya saat tubuh mengurai zat tersebut menjadi formaldehida dan asam format, dua senyawa yang sangat toksik.

Menurut dr. David Ranson dari Monash University, salah satu metode darurat dalam menangani keracunan metanol adalah pemberian etanol, jenis alkohol yang aman, untuk menghentikan proses penguraian metanol dalam tubuh.

Metode ini lebih terjangkau dibandingkan fomepizole atau dialisis, yang sering kali sulit diakses di negara berkembang.

Namun, penerapan metode ini di Indonesia menghadapi tantangan, termasuk persoalan etika dan keyakinan medis.

Pada 2018, Majelis Ulama Indonesia telah mengizinkan penggunaan etanol dalam kondisi darurat untuk menyelamatkan nyawa, tetapi keputusan akhir tetap berada pada masing-masing dokter.

Masalah Keracunan Metanol

Keracunan metanol juga menjadi masalah di berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Kamboja dan Laos.

Di Kamboja, ‘wine’ beras buatan rumahan yang kerap disajikan pada acara adat sering kali terkontaminasi metanol.

Pada 2021, pemerintah Kamboja sempat melarang produksi dan penjualan minuman ini di beberapa wilayah.

Kasus serupa terjadi di Laos, di mana minuman keras ilegal menyebabkan kematian enam turis, termasuk dua remaja asal Australia.

Otoritas setempat merespons dengan menindak tempat produksi ilegal dan melarang penjualan merek tertentu, seperti Tiger Vodka dan Tiger Whisky.

Dr. Knut Erik Hovda dari Oslo University Hospital menyebut masalah ini sebagai “krisis yang terlupakan,” mengingat mayoritas korbannya adalah masyarakat miskin yang jarang mendapat perhatian media internasional.

Baca Juga:  RI Tegas Menolak Rencana Trump Memindahkan Rakyat Palestina dari Gaza

Keracunan metanol adalah masalah sosial serius di Indonesia, dengan jumlah kasus tertinggi di dunia.

Penyebab utama meliputi lemahnya regulasi, mahalnya alkohol legal, dan stigma sosial terhadap konsumsi alkohol.

Diperlukan kerja sama antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat untuk mengatasi persoalan ini melalui penguatan regulasi, edukasi, dan peningkatan akses terhadap perawatan medis.

Trending