Berita
Titik Gundul di Gunung Slamet jadi Sorotan, Ini Kata ESDM Jateng
Ini tanggapan ESDM Jateng usai sebuah unggahan yang menunjukkan titik gundul di lereng Gunung Slamet viral di media sosial.
Jawa Tengah, MPN Indonesia 11 Desember 2025 - Sebuah unggahan yang menunjukkan titik gundul di lereng Gunung Slamet menjadi viral di media sosial.
Dalam unggahan akun Instagram @purwokertoonline pada Sabtu (6/12), terlihat gurat cokelat menyerupai jalan di antara hamparan hijau pegunungan yang diduga sebagai adanya aktivitas pertambangan.
“Gunung Slamet sedang jadi sorotan. Di tengah bencana di Sumatera, dugaan tambang di kawasan hutannya memunculkan tanda bahaya yang tak boleh diabaikan,” tulis keterangan unggahan tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (11/12).
Berdasarkan pantauan MPN Indonesia melalui Google Earth, beberapa titik di lokasi tersebut bahkan telah ditandai sejumlah pengguna dengan sejumlah istilah sarkasme, seperti “PT Tanah Longsor”, “Tambang Perusak Alam”, serta “PT Penggundulan Hutan”.
Penjelasan ESDM: Foto Diambil 2018
Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah pun buka suara.
Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Slamet Selatan, Mahendra Dwi Atmoko, menjelaskan bahwa bahwa gambar tersebut bukan berasal dari aktivitas tambang ilegal, melainkan dokumentasi lama dari 2018.
“Itu sebenarnya gambar tahun 2018. Waktu itu pembukaan akses jalan proyek panas bumi. Sekarang sudah hijau lagi, sudah jadi rumput lah bahasanya,” ujar Mahendra dikutip dari detikJateng.
Ia menambahkan bahwa masyarakat keliru dalam menafsirkan gambar tersebut.
“Kalau dibilang tambang itu salah besar. Itu bukan tambang, tapi bukaan jalan proyek panas bumi. Kondisi existing sekarang sudah hijau lagi,” tegas Mahendra.
Mahendra kemudian menduga bahwa kebingungan publik mungkin terjadi karena penyandingan foto titik panas bumi dengan lokasi tambang di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Banyumas.
“Yang viral itu yang Gandatapa. Kadang-kadang gambar panas bumi yang cokelat-cokelat itu disandingkan dengan tambang di Desa Gandatapa. Padahal itu dua hal berbeda,” jelasnya.
Tambang di Gandatapa diketahui memiliki izin resmi, namun ditemukan permasalahan dalam teknik penambangannya yang dianggap membahayakan keselamatan pekerja.
“Kita temukan teknik penambangannya tidak baik. Bukan mengancam masyarakat, tapi pekerjanya. Nanti akan kita beri teguran agar ditata lagi,” kata Mahendra.
Tak Berpotensi Bencana
Terkait kekhawatiran masyarakat, Mahendra menegaskan bahwa tambang di Banyumas berskala kecil dan tidak dapat disamakan dengan potensi bencana seperti yang terjadi di Sumatra.
“Luas izin tambang paling 5 hektare, bukaan aktif baru sekitar 2 hektare. Untuk sampai menyebabkan longsor seperti di Sumatra itu masih jauh,” ujarnya.
Berdasarkan data ESDM, saat ini terdapat lima lokasi tambang berizin di lereng atas Gunung Slamet, namun hanya tiga lokasi yang masih beroperasi, beberapa di antaranya ada di Desa Gandatapa dan di wilayah Kecamatan Pekuncen.
Selain lokasi-lokasi tersebut, masyarakat juga menyoroti aktivitas tambang di Desa Baseh.
Namun, Mahendra menyatakan bahwa ESDM telah menghentikan sementara kegiatan tambang tersebut setelah dua kali memberikan peringatan tertulis selama tahun 2025 karena tidak memenuhi kaidah teknis penambangan.
“Saat ini tambang di Baseh baru kita hentikan sementara. Karena hasil dari pengawasan yang kita lakukan tahun 2025 ini, itu kita sudah dua kali memberi peringatan tertulis kepada mereka karena penambangannya tidak mematuhi kaidah penambangan yang baik dan benar,” jelasnya.
Pemberhentian tersebut ditujukan untuk menata ulang lereng agar tidak menimbulkan risiko longsor ke permukiman warga.
“Setelah 60 hari nanti akan kita evaluasi. Kalau dari hasil evaluasinya ternyata tidak melaksanakan rekomendasi kami, nanti izinnya akan dicabut,” tambahnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
