Viral
Tulis Surat Terbuka ke Jokowi, Ibu Korban Pencabulan oleh Oknum DPRD Singkawang: Pelaku Terlalu Kuat & Berkuasa
Liu, Ibu korban dugaan kekerasan seksual yang dilakukan HA, anggota DPRD Singkawang, Kalimantan Barat menulis surat terbuka yang ditujukan ke Presiden Jokowi.
MPN Indonesia 24 September 2024 - Liu, Ibu korban dugaan kekerasan seksual yang dilakukan HA, anggota DPRD Singkawang, Kalimantan Barat menulis surat terbuka yang ditujukan ke Presiden Jokowi.
Surat tersebut diunggah di media sosial Facebook Andreas Acui Simanjaya pada Kamis, (19/9).
Dalam suratnya, Liu menceritakan penderitaan yang dialami keluarganya setelah anaknya, yang berusia 13 tahun, menjadi korban kekerasan seksual HA.
Liu mengatakan, pelaku yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus politikus, telah merusak masa depan dan martabat anaknya, yang berimbas pada kehancuran kehidupan keluarganya.
“Harapan baik yang saya tanamkan dalam hati untuk masa depan anak-anak saya ternyata hanya tinggal harapan,” ujar Liu.
Bekerja Keras Sendiri Menghidupi Empat Anaknya
Liu menjelaskan bahwa sebelum kejadian ini, ia sudah berjuang keras untuk menghidupi empat anaknya setelah suaminya meninggal dunia.
Keterbatasan ekonomi memaksa Liu bekerja sebagai penjual sayur keliling dan kue untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Mereka sering berpindah tempat tinggal karena tidak memiliki rumah sendiri, dan Liu tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya karena kondisi finansial yang sulit.
Kehidupan yang sudah sulit menjadi semakin berat setelah kasus pencabulan ini terungkap.
Menerima Ancaman dan Intimidasi
Liu juga menceritakan bahwa setelah melaporkan kasus pencabulan di Singkawang tersebut, ia dan keluarganya mulai menerima ancaman dan intimidasi.
Ia ditindas oleh pihak-pihak yang mencoba menutup-nutupi kasus ini dan menghentikan upayanya untuk mendapatkan keadilan.
“Memilih melaporkan peristiwa pahit yang kami alami, justru berubah menjadi sisi kelam dan situasi paling buruk dalam hidup kami. Kami diteror, diancam dan diintimidasi dan akhirnya saya harus berhenti berjualan dan hidup dari belas kasihan orang setiap harinya dan harus mengungsi sana sini,” tulis Liu.
“Saya sudah berusaha meminta pertolongan ke mana-mana, namun pelaku terlalu kuat dan berkuasa untuk membungkam orang miskin seperti kami,” lanjut Liu.
Memohon Keadilan pada Jokowi
Di bagian akhir suratnya, Liu memohon kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan keadilan dan perlindungan bagi keluarganya.
Ia berharap agar pemerintah dapat turun tangan dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan seksual yang telah merusak masa depan anaknya.
“Bapak Presiden yang terhormat, di penghujung akhir masa jabatan Bapak, dengan segala rasa hormat, memohon sedikit perhatian Bapak dengan penderitaan kami. Tolonglah kami Bapak, tolonglah. Berilah kami perlindungan dan keadilan atas perbuatan keji pelaku,” tulis Liu.
Liu juga mengungkapkan bahwa surat tersebut dibuat dengan bantuan seorang pengacara yang selama ini mendukung perjuangannya dalam mencari keadilan bagi anaknya.
Ia berharap surat ini dapat menarik perhatian dan simpati dari Presiden, serta memicu tindakan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Pelaku Dilantik sebagai Anggota DPRD Singkawang
Kasus yang menimpa anak Liu ini telah menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Publik mempertanyakan lambatnya proses hukum terhadap HA, yang meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetap dilantik sebagai anggota DPRD Singkawang.
Wakil Ketua Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh, juga turut mengecam keras tindakan pelaku.
“Dan ini juga harus kita pertanyakan alasan kenapa penegak hukum belum melakukan penahanan? Kami meminta Kapolri untuk menjadikan hal tersebut sebagai atensi agar kasus ini segera diselesaikan untuk kepastian hukum yang seadil-adilnya,” ungkapnya.
Khairul Saleh menyoroti ketidakadilan yang sering terjadi dalam penegakan hukum. Ia menyebut bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan dan harus segera diselesaikan agar keadilan dapat ditegakkan.
“Jangan sampai ada anggapan hukum tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Pencuri ayam saja ditahan polisi, ini tersangka kekerasan seksual pada anak lho,” ujarnya menambahkan.
Isi Lengkap Surat Orang Tua Korban Pencabulan di Singkawang
Berikut isi lengkap surat yang ditulis Liu.
SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Kepada
Yth. Bpk Presiden RI
Ir H. Jokowidodo
di Jakarta.
Salam sejahtera Bapak Presiden semoga selalu sehat
Bapak Presiden yang saya hormati,
Perkenalkan nama saya Liu umur 34 tahun seorang ibu dengan 4 (empat) orang anak, dua diantaranya masih balita. Kami tinggal di wilayah pinggiran kota dengan sebutan “Kota Seribu Klenteng” di Singkawang Provinsi Kalimantan Barat.
Saya seorang ibu rumah tangga yang terpaksa sambil bekerja dengan cara mengambil upah sebagai penjual sayur keliling dan kadang jual kue dan roti keluar masuk gang serta pemukiman warga.
Bapak Presiden yang saya muliakan, ijinkan saya menyampaikan permohonan maaf untuk kelancangan saya membuat surat terbuka ini, walau hati saya tidak begitu yakin surat ini akan bisa Bapak baca. Tetapi setidaknya tulisan yang merupakan curahan hati penuh air mata ini bisa sejenak menghapus luka dan Sakit Batin saya yang teramat dalam, dari Beban yang selama ini menghimpit dada saya.
Bapak Presiden,
Mungkin saya tidak pantas berkeluh kesah pada Bapak Presiden tentang kehidupan yang kami jalani selama ini. Sebagai warga yang baik kami menerima dengan sabar dan ikhlas apapun keadaan kami selama ini. Karena saya sangat percaya, tidak satupun orang didunia ini memilih hidup dalam kondisi sangat miskin. Tapi sangat berbeda dengan kami. Kami tidak punya pilihan lain kecuali menerima keadaan hidup dalam kondisi sangat miskin dengan sabar dan terus berjuang melawan takdir memenuhi kebutuhan hidup anak anak sedangkan suami yang menderita penyakit kronis selama bertahun tahun akhirnya meninggal tanpa pengobatan sejak 8 (delapan) bulan lalu.
Kami pun harus tinggal berpindah pindah tempat dan dengan membayar sewa rumah perbulan. Karena kami memang belum mampu punya rumah sendiri walau hanya gubuk. Itu pula yang membuat anak anak tidak bisa mengenyam pendidikan. Karena ketidak kemampuan saya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari sudah terlalu berat, menyisihkan sedikit uang utk sewa kost agar anak anak bisa tidur dan istirahat tanpa kena hujan dan panas.
Bapak Presiden yang saya muliakan,
Begitupun sulitnya perjuangan saya untuk menghidupi anak anak saya, saya tidak pernah berharap lagi dapat bansos dan jaminan sosial lain yang selama ini jadi program andalan Bapak sejak ada petugas yang mengatakan bahwa keluarga saya tidak bisa jadi penerima bansos karena kerap berpindah rumah.
Bagi saya tidak menjadi penerima bansos pun tidak harus mengemis, karena memang kami tidak punya rumah untuk tinggal tetap seperti yang di persyaratkan. Biarlah kami bayar kos atau sewa kamar yg penting anak anak saya bisa hidup dan makan tanpa harus tidur dijalanan atau di emperan. Walau sejujurnya saya merasa sangat berdosa karena belum mampu memberikan mereka hak untuk mendapatkan pendidikan. Jauh di lubuk hati yang terdalam, saya menitipkan doa dan harapan pada Tuhan agar saya diberi rezeki lebih dan luas agar saya bisa masukkan anak anak ke sekolah seperti teman teman seusianya.
Bpk Presiden yang saya banggakan,
Harapan baik yang saya tanamkan dalam hati untuk masa depan anak anak saya ternyata hanya tinggal harapan. Kehidupan kami menjadi sangat kacau sejak saya mengetahui anak saya Lo 13 tahun telah dihancurkan masa depannya oleh seorang tokoh masyarakat sekaligus tokoh politik yang selama ini saya anggap sebagai orang tua tempat kami menyewa kost miliknya.
Anak saya dirusak, disetubuhi dan dihancurkan martabatnya sebagai manusia. Saya sudah berusaha meminta pertolongan kemana mana, namun pelaku terlalu kuat dan berkuasa untuk membungkam orang miskin seperti kami.
Memilih melaporkan peristiwa pahit yg kami alami, justru berubah menjadi sisi kelam dan situasi paling buruk dalam hidup kami. Kami diteror, diancam dan di intimidasi dan akhirnya saya harus berhenti berjualan dan hidup dari belas kasihan orang setiap harinya dan harus mengungsi sana sini. Kemana lagi lah saya akan membawa kehidupan dan masa depan anak anaj saya, Bapak Presiden…?
Bapak Presiden yang terhormat,
Di penghujung akhir masa jabatan Bapak dengan segala rasa hormat dari hati yang paling dalam, memohon sedikit perhatian Bapak dengan penderitaan kami, tolonglah kami Bapak, tolonglah. Berilah kami perlindungan dan keadilan atas perbuatan keji pelaku.
Sebagai seorang ibu, saya sudah tak lagi bisa berbuat apa apa. Walau kadang terlintas dalam pikiran untuk mengakhiri hidup, tapi saya tidak akan lakukan karena berharap Tuhan bisa memberi kami kehidupan yg lebih layak dan keadilan yg benar benar adil lewat tangan Bapak Presiden.
Terimakasih Bapak Presiden, semoga Bapak selalu sehat dan panjang umur.
Hormat saya
Liu
Surat Terbuka ini saya dapatkan dari Seorang Pengacara yang selama ini mendedikasikan kehidupan untuk membela hak anak dan mendapatkan keadilan untuk anak anak teraniaya.
Beliau mengadu pada saya dan mengharapkan saya juga menyuarakan kejadian ini untuk menghadirkan keadilan bagi kita semuanya.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya

https://squirt.cableavporn.com
October 22, 2026 at 21:46
Hello! Do you use Twitter? I’d like too follow you if that would be ok.
I’m undoubtedly enjoyinng yourr blog annd look forward tto new posts.
xnxx