Connect with us

Entertainment

Ditahan di Mesir, Zaskia Adya Mecca Ungkap Kondisi Terkini Global March to Gaza

Zaskia Adya Mecca mengungkapkan kondisi terkininya setelah sempat mengalami situasi menegangkan di Mesir.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 16t100113.628
Zaskia Adya Mecca, Hamidah Rachmayanti, dan Ratna Galih | Gambar: Ig/@hamidahrachmayanti

MPN Indonesia 16 Juni 2025 - Zaskia Adya Mecca mengungkapkan kondisi terkininya setelah sempat mengalami situasi menegangkan di Mesir.

Diketahui, ia bersama sembilan WNI lainnya, termasuk Ratna Galih dan Hamidah Rachmayanti, berada di Kairo dalam rangka mengikuti aksi jalan kaki menuju Gerbang Rafah, perbatasan Mesir-Gaza untuk aksi Global March to Gaza.

“Yang nanya kabar, alhamdulillah situasi kami aman tapi sangat jauh dari yang diharapkan. Makasih ya semua support dan doanya! Kerasa banget energinya buat kita terus gerak, cari cara dan gak putus semangat,” ungkap Zaskia di Instagram storynya, Sabtu (14/6).

Ia juga menegaskan bahwa dirinya dan rombongan dalam kondisi baik meski belum dapat memberikan banyak pembaruan karena ketegangan situasi di lapangan.

Di hari berikutnya, Minggu (15/6), ia mengonfirmasi seluruh massa aksi dalam kondisi aman.

“Guys, alhamdulillah we’re okay. InsyaAllah nanti malam kami mulai berbagi cerita ya. Makasih support dan dan perhatiannya. Means alot,” kata Zaskia.

Global March to Gaza

Keikutsertaan Zaskia Adya Mecca dalam Global March to Gaza merupakan bentuk partisipasi dalam aksi damai internasional yang menyerukan penghentian genosida, kejahatan perang, serta mendesak pembukaan akses kemanusiaan ke Gaza.

Ia dan sembilan rekannya, yang diberangkatkan bersama perwakilan Kitabisa, menyuarakan penolakan terhadap agresi militer dan penjajahan Palestina.

Aksi ini menjadi simbol solidaritas lintas negara terhadap peristiwa kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza.

Global March to Gaza merupakan aksi jalan kaki sejauh sekitar 50 kilometer dari Kairo menuju Gerbang Rafah. Aksi ini diikuti oleh lebih dari 10.000 peserta dari lebih 50 negara.

Aksi ini mencapai puncaknya pada 15 Juni, saat seluruh peserta tiba di perbatasan Mesir-Gaza.

Baca Juga:  Dilarang Pakai Blouse Bendera Palestina, Anggota DPR Belanda Ganti dengan Kemeja Motif Semangka

Namun mereka semua tertahan di perbatasan itu karena dilarang memasuki wilayah Gaza oleh aparat Mesir.

Para peserta menyerukan empat poin utama: pembukaan akses kemanusiaan tanpa syarat ke Gaza, penghentian agresi militer Israel, penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Gaza, dan akhir dari penjajahan Palestina.

(ELG/NID/RAD)

Trending