Internasional
Elon Musk Sokong Puluhan Juta Dolar untuk Dukung Kampanye Donald Trump
Elon Musk memberikan dukungan finansial sebesar US$ 75 juta untuk kampanye Donald Trump melalui America PAC menjelang Pilpres AS 2024.
MPN Indonesia 19 Oktober 2024 - Elon Musk, CEO Tesla, telah memberikan dukungan finansial kepada kampanye calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump.
Menjelang Pilpres AS yang akan digelar pada November mendatang, Musk menyumbangkan total sebesar US$ 75 juta (sekitar Rp1,1 triliun) untuk membantu tim kampanye Trump.
Dana ini disalurkan melalui organisasi pendukung yang dibentuk oleh Musk, yakni America PAC.
Dana Kampanye Lewat America PAC
Sumbangan besar Elon Musk untuk mendukung Donald Trump dilakukan melalui organisasi American Political Action Committee (PAC), yang didirikan oleh Musk pada 2024.
Meskipun awalnya diklaim netral dan tidak mendukung kandidat, laporan dari berbagai media menunjukkan bahwa PAC aktif mendukung kampanye Trump, khususnya dalam menghadapi Kamala Harris, kandidat dari Partai Demokrat.
America PAC sendiri dilaporkan telah menghabiskan lebih dari US$ 96 juta untuk mendukung Trump dalam upayanya memenangkan kursi presiden.
Selain itu, sekitar US$ 10 juta lainnya dialokasikan untuk mendukung Partai Republik dalam pemilihan kongres.
Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum Federal, Musk menyumbang secara bertahap, dengan US$ 15 juta pada bulan Juli, US$ 30 juta pada bulan Agustus, dan US$ 30 juta pada bulan September 2024.
Dukungan Terbuka Elon Musk
Pada (5/10), Elon Musk hadir dalam salah satu kampanye Donald Trump di Butler, Pennsylvania, AS.
Dalam kesempatan ini, Musk menyampaikan pidato yang mendorong warga untuk berpartisipasi dalam pemilu mendatang dengan cara mendaftar dan memberikan suara.
Kehadiran Musk di kampanye ini menunjukkan dukungannya secara terbuka kepada Trump dalam upayanya untuk kembali ke Gedung Putih.
Meski awalnya menyatakan bahwa America PAC tidak mendukung satu kandidat tertentu, aktivitas PAC tersebut secara besar-besaran mendukung Trump di berbagai negara bagian.
Organisasi ini bahkan dilaporkan memiliki jangkauan lebih luas dibandingkan tim kampanye yang dibentuk oleh Trump sendiri.
Alasan Elon Musk Mendukung Trump
Dukungan Elon Musk terhadap Donald Trump dipandang terkait dengan pandangannya soal kebijakan imigrasi.
Musk dan Trump sama-sama menentang peningkatan jumlah imigran di Amerika Serikat, terutama jika Kamala Harris memenangkan pemilu.
Musk kerap menyatakan kekhawatirannya akan meningkatnya jumlah imigran ilegal yang, menurutnya, dapat mengancam Amerika Serikat jika Partai Demokrat menang.
Pandangan ini selaras dengan kebijakan anti-imigran yang diusung oleh Trump, di mana mantan presiden tersebut mengkampanyekan pengetatan perbatasan dan pembatasan jumlah imigran.
Selain itu, laporan media juga menyebutkan bahwa Musk menentang kebijakan terkait hak-hak transgender yang didukung oleh Demokrat.
Pada 2022, Musk telah menyumbangkan lebih dari US$ 50 juta untuk kampanye iklan anti-imigran dan anti-transgender yang dilakukan oleh kelompok Citizens for Sanity.
Dengan sumbangan besar yang diberikan oleh Elon Musk, muncul spekulasi bahwa Donald Trump mungkin akan memasukkan Musk ke dalam kabinetnya jika terpilih kembali sebagai presiden.
Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Trump mengenai posisi apa yang mungkin diberikan kepada Musk.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
