Connect with us

Internasional

Jurnalis Palestina Tewas Ditembak Mati saat Bentrokan di Gaza

Jurnalis Palestina Saleh Aljafarawi tewas tertembak saat meliput bentrokan di Gaza. Ia dikenal lewat liputan konflik dan sempat menerima ancaman dari Israel.

Logompn

Published

on

Jurnalis palestina tewas ditembak mati saat bentrokan di gaza
Seorang jurnalis Palestina bernama Saleh Aljafarawi (28). Gambar : Abdelhakim Abu Riash/Al Jazeera

MPN Indonesia 14 Oktober 2025 - Seorang jurnalis Palestina bernama Saleh Aljafarawi (28) tewas ditembak pada Senin (13/10) saat meliput bentrokan bersenjata di lingkungan al-Sabra, Kota Gaza.

Jenazah Aljafarawi ditemukan tidak bernyawa dengan mengenakan rompi bertuliskan press, sebagaimana terlihat dalam video yang telah diverifikasi oleh kantor berita Sanad Al Jazeera.

Peristiwa penembakan itu terjadi di tengah bentrokan antara pasukan keamanan Palestina dan kelompok bersenjata.

Sumber dari Kementerian Dalam Negeri Gaza menyebutkan bahwa insiden tersebut melibatkan milisi bersenjata yang diklaim memiliki keterkaitan dengan pendudukan Israel.

Dalam pernyataannya kepada Al Jazeera Arabic, sumber itu mengatakan bahwa “anggota milisi” juga menembaki warga yang sedang kembali ke Gaza City dari wilayah selatan.

Aljafarawi sempat dilaporkan hilang sejak Minggu pagi sebelum akhirnya ditemukan tewas di atas bak truk.

Ia diketahui merupakan pengungsi dari Gaza utara sejak pecahnya perang pada Oktober 2023 dan dikenal luas lewat video liputannya mengenai konflik internasional di wilayah tersebut.

Kekerasan Terjadi di Tengah Gencatan Senjata

Insiden yang menewaskan Aljafarawi terjadi hanya beberapa hari setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas diberlakukan.

Meski demikian, otoritas setempat menegaskan situasi keamanan di Gaza masih belum stabil.

Sumber Palestina kepada Al Jazeera menyebut bentrokan di al-Sabra melibatkan kekuatan keamanan Hamas dan kelompok dari klan Doghmush, meskipun keterlibatan resmi belum dikonfirmasi oleh otoritas lokal.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Januari lalu, Aljafarawi sempat mengungkapkan bahwa dirinya kerap mendapat ancaman dari Israel akibat liputannya.

Baca Juga:  Sadis! Israel Campur Tepung dengan Narkoba untuk Warga Gaza

“Sejujurnya, saya hidup dalam ketakutan setiap detik, terutama setelah mendengar apa yang dikatakan pendudukan Israel tentang saya,” ujarnya dalam wawancara tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (14/10).

Korban Jurnalis Terus Bertambah di Konflik Gaza

Kematian Saleh Aljafarawi menambah panjang daftar jurnalis yang tewas dalam konflik berkepanjangan di Gaza.

Sejak perang pecah pada Oktober 2023, lebih dari 270 pekerja media dilaporkan meninggal dunia, menjadikan konflik ini sebagai yang paling mematikan bagi jurnalis sepanjang sejarah.

Beberapa jurnalis lain yang sebelumnya tewas antara lain Mohammed Salama (pewarta foto Al Jazeera), Hossam Al Masri (jurnalis kantor berita Reuters), Moaz Abu Taha (jurnalis NBC Network), dan Mariam Abu Daqa (jurnalis lepas Associated Press).

Keempatnya dilaporkan meninggal dunia akibat serangan drone Israel yang menghantam Rumah Sakit Nassert pada Agustus lalu.

Konteks Internasional: Upaya Perdamaian di Mesir

Di tengah situasi yang memanas, para pemimpin dunia dijadwalkan bertemu di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Selasa (14/10) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gaza yang diprakarsai oleh Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendorong berakhirnya perang di Jalur Gaza dan menciptakan stabilitas kawasan.

Namun, baik Israel maupun Hamas dipastikan tidak akan mengirimkan perwakilannya dalam forum tersebut.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending