Connect with us

Internasional

Jerman Cabut Pembatasan Jarak Senjata untuk Ukraina, Kyiv Kini Bisa Serang Wilayah Rusia

Jerman izinkan Ukraina gunakan senjatanya serang Rusia, akhiri batasan jarak. Keputusan ini picu kecaman Rusia dan tandai perubahan besar dukungan Berlin.

Logompn

Published

on

Jerman cabut pembatasan jarak senjata untuk ukraina, kyiv kini bisa serang wilayah rusia
Pasukan Ukraina. Gambar : Reuters/Oleksandr Klymenko

MPN Indonesia 28 Mei 2025 - Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan bahwa negaranya resmi mencabut seluruh batasan jarak penggunaan senjata yang dikirim ke Ukraina. 

“Tidak ada lagi pembatasan jarak pada senjata yang dikirim ke Ukraina, baik oleh Inggris, Prancis, kami, maupun oleh Amerika,” ujar Friedrich Merz dalam konferensi pers di Berlin, Senin (26/5), dikutip MPN Indonesia melalui laman NBC News.

Dengan kebijakan ini, Ukraina kini diizinkan menggunakan senjata buatan Jerman untuk menyerang posisi militer di dalam wilayah Rusia.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam sikap Berlin, yang sebelumnya menjadi satu-satunya sekutu utama Kyiv yang belum mencabut larangan tersebut.

“Ini berarti Ukraina kini dapat mempertahankan diri, misalnya dengan menyerang posisi militer di Rusia,” tambah Merz.

Eskalasi Serangan Rusia Dorong Perubahan Sikap

Kebijakan baru ini muncul di tengah meningkatnya serangan udara Rusia terhadap Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut bahwa selama tiga hari terakhir, pasukan Rusia telah meluncurkan lebih dari 900 drone, rudal balistik, dan rudal jelajah ke berbagai wilayah Ukraina.

“Serangan Rusia semakin berani dan besar setiap malam,” ungkap Zelenskyy melalui akun Telegram.

Perubahan sikap Jerman ini sejalan dengan langkah negara-negara Barat lainnya seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, yang lebih dahulu mengizinkan Ukraina menggunakan senjata mereka untuk menyerang sasaran di dalam Rusia.

Jerman Tegaskan Komitmen Dukung Ukraina

Kebijakan baru Jerman juga dianggap sebagai respons atas ketidakpastian dukungan dari Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Baca Juga:  Trump Hentikan Bantuan Senjata Utama AS ke Ukraina, Rusia Dapat Angin Segar

Jerman, sebagai pemasok bantuan militer terbesar kedua setelah AS, ingin menunjukkan bahwa Eropa tetap berkomitmen mendukung Kyiv.

Sebelumnya, mantan Kanselir Olaf Scholz menolak permintaan Ukraina untuk mengizinkan penggunaan rudal Taurus yang memiliki jangkauan lebih dari 500 km.

Dalam pernyataan terbarunya, Merz tidak menyebutkan rudal tersebut, dan pemerintah Jerman tetap tidak mengungkap sistem senjata apa yang diberikan.

Sumber pemerintah Jerman kepada Reuters mengatakan bahwa pengumuman Merz bukan perubahan kebijakan, melainkan penegasan bahwa pemerintahannya memang tidak pernah menerapkan batasan sejak menjabat pada 6 Mei lalu.

Rusia Kecam Kebijakan Baru Jerman

Kebijakan ini langsung mendapat kecaman dari Rusia. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut langkah Jerman sebagai “keputusan yang sangat berbahaya” dan memperingatkan bahwa hal ini dapat menghambat proses penyelesaian politik.

“Jika keputusan seperti itu diambil, hal ini sepenuhnya bertentangan dengan aspirasi kami untuk mencapai penyelesaian politik,” kata Peskov.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menuduh Presiden Zelenskyy menggunakan konflik untuk menyalahkan Rusia.

“Mereka yang menginginkan perdamaian tidak meminta lebih banyak senjata,” jelasnya.

Trump Ubah Nada, Kritik Putin dan Zelenskyy

Presiden Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan keinginan untuk memulai negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina, juga mengomentari perkembangan terbaru.

Dalam unggahan di TruthSocial, ia mengecam serangan Rusia sebagai “pembunuhan yang tidak perlu” dan menyebut Presiden Putin sebagai “benar-benar gila.”

Trump juga mengkritik Zelenskyy, menyebut bahwa “semua yang keluar dari mulutnya menimbulkan masalah.”

Pertemuan Merz dan Zelenskyy Dijadwalkan

Keputusan Jerman diambil di tengah salah satu fase eskalasi paling serius sejak invasi penuh Rusia pada 2022.

Serangan terbaru menewaskan sedikitnya 12 orang, termasuk tiga anak-anak, dengan total 367 drone dan rudal ditembakkan ke wilayah Ukraina.

Baca Juga:  NATO Tembak Jatuh Rudal Iran saat akan Hantam Turkiye

Sebagai respons, Kyiv kembali mendesak pengiriman senjata jarak jauh dari negara-negara Barat. Merz menegaskan bahwa Jerman akan terus mendukung Ukraina.

“Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk terus mendukung Ukraina,” pungkasnya.

Presiden Zelenskyy dijadwalkan bertemu dengan Merz di Berlin pada 28 Mei mendatang untuk membahas langkah lanjutan dan memperkuat kerja sama militer antara kedua negara.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending