Connect with us

Internasional

Sadis! Israel Campur Tepung dengan Narkoba untuk Warga Gaza

Pemerintah Gaza mengonfirmasi ada temuan pil narkotika di dalam kantong tepung bantuan yang didistribusikan ke warga Palestina.

Logompn

Published

on

Sadis! israel campur tepung dengan narkoba untuk warga gaza
Warga Gaza saat berbondong-bondong cari bantuan makanan | Gambar: Al Jazeera via Ig/@muslim

MPN Indonesia 30 Juni 2025 - Pemerintah Gaza mengonfirmasi pada Jumat (27/6) adanya temuan pil narkotika jenis Oxycodone di dalam kantong tepung bantuan yang didistribusikan kepada warga Palestina.

Tepung tersebut berasal dari Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga yang dioperasikan oleh militer Israel dan didukung Amerika Serikat.

Pemerintah Gaza melalui Government Media Office (GMO) menyampaikan bahwa mereka telah mendokumentasikan empat kesaksian warga yang menemukan pil-pil tersebut di dalam kantong tepung bantuan.

“Lebih serius lagi adalah kemungkinan bahwa beberapa zat narkotika tersebut sengaja digiling atau dilarutkan dalam tepung itu sendiri, yang meningkatkan skala kejahatan dan mengubahnya menjadi serangan serius yang secara langsung menargetkan kesehatan publik,” kata GMO, dikutip MPN Indonesia dari The New Indian Express.

GMO menegaskan bahwa pihaknya menuntut Israel bertanggung jawab penuh atas tindakan ini yang mereka sebut sebagai “kejahatan keji menyebarkan kecanduan dan menghancurkan struktur sosial Palestina dari dalam”.

GMO menyebut aksi ini sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan mengkategorikannya sebagai kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan dalam kasus narkotika yang diduga disengaja.

GHF Diduga Bantu Israel Serang Gaza

GHF mulai beroperasi sejak Mei tahun ini setelah Israel mengumumkan pencabutan sebagian blokade bantuan kemanusiaan selama tiga bulan.

Dalam operasi distribusi bantuan yang dilakukan GHF, insiden penembakan oleh pasukan Israel terhadap warga Palestina yang mengantre bantuan terus terjadi.

Pada Jumat (27/6), setidaknya 62 warga Palestina tewas, termasuk 10 orang yang ditembak saat menunggu bantuan di lokasi distribusi GHF di Gaza selatan.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak GHF beroperasi, lebih dari 549 warga Palestina tewas di lokasi distribusi bantuan.

Organisasi hak asasi manusia dan PBB menolak bekerja sama dengan GHF. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, bahkan menyebut GHF sebagai “kebiadaban” yang membahayakan kehidupan warga Palestina.

Baca Juga:  AS Sanksi 3 Lembaga HAM karena Dukung ICC Tindak Tegas Pelanggaran Israel atas Gaza

Sementara itu, juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Thameen Al-Kheetan, mengecam tindakan ini sebagai “penggunaan makanan sebagai senjata” di wilayah Gaza.

(ADN/NID/RAD)

Trending