Connect with us

Internasional

Kolombia Usir Diplomat Israel usai Kapal Perang Cegat Global Sumud Flotilla

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengusir seluruh diplomat Israel dari negaranya sebagai respons atas pencegatan armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel.

Logompn

Published

on

Kolombia usir diplomat israel usai kapal perang cegat global sumud flotilla
Kolombia Usir Diplomat Israel usai Kapal Perang Cegat Global Sumud Flotilla | Gambar: AP Photo/Fernando Vergara

MPN Indonesia 3 Oktober 2025 - Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengusir seluruh diplomat Israel dari negaranya pada Rabu (1/10), sebagai respons atas pencegatan armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel.

Armada tersebut mengangkut ratusan aktivis, jurnalis, dan politikus yang tergabung dalam misi kemanusiaan untuk mengirim bantuan ke Jalur Gaza.

Langkah pengusiran diumumkan Petro melalui unggahan di akun X @petrogustavo sebagai bentuk protes terhadap insiden yang disebutnya sebagai “kejahatan internasional baru” oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Ada kejahatan internasional baru yang dilakukan oleh Netanyahu. Dua warga negara Kolombia yang sedang melakukan kegiatan solidaritas kemanusiaan dengan Palestina telah ditahan di perairan internasional,” tulisnya dikutip MPN Indonesia pada Jumat (3/10).

Dua Aktivis Kolombia Ditahan Israel

Armada Global Sumud Flotilla dilaporkan dicegat oleh kapal perang Angkatan Laut Israel pada Rabu sekitar pukul 20.30 waktu Gaza (17.30 GMT).

Dalam armada tersebut terdapat dua warga negara Kolombia, yakni Manuela Bedoya dan Luna Barreto yang kini ikut ditahan pihak Israel.

Kantor Kepresidenan Kolombia menuntut pembebasan segera terhadap kedua warga negara tersebut dan menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Petro juga menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Kolombia untuk menempuh jalur hukum, termasuk melalui sistem peradilan Israel, dengan melibatkan pengacara internasional.

“Saya mengundang pengacara internasional untuk bergabung dengan pengacara Kolombia. Perjanjian perdagangan bebas dengan Israel harus segera dibatalkan. Seluruh delegasi diplomatik Israel di Kolombia harus ditarik,” tegas Petro di akun X-nya.

Pemutusan Hubungan Diplomatik Telah Dilakukan Sebelumnya

Langkah pengusiran seluruh diplomat Israel menandai eskalasi lanjutan dari keputusan Kolombia yang pada Mei lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.

Baca Juga:  Militer Israel Imbau Warga Gaza Tak Bergerak ke Wilayah Utara

Sebelumnya, meskipun hubungan diplomatik telah diputus, masih terdapat empat diplomat Israel yang bertugas di Kolombia. Namun, menurut sumber dari Konsulat Israel di Bogota, seluruh diplomat tersebut kini telah dikeluarkan.

Selain pengusiran, Presiden Petro juga membatalkan perjanjian perdagangan bebas yang telah berlaku antara Kolombia dan Israel sejak tahun 2020.

Pencegatan Global Sumud Flotilla

Global Sumud Flotilla, yang berlayar dari Spanyol sebulan lalu, membawa sekitar 45 kapal.

Dalam pernyataan resminya, armada ini menyebutkan bahwa beberapa kapal, termasuk Alma, Sirius, dan Adara dicegat dan dinaiki oleh pasukan Israel secara ilegal di perairan internasional.

Komunikasi dengan sebagian kapal lainnya juga terputus setelah pencegatan tersebut.

Namun, Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa beberapa kapal dalam armada telah dihentikan dengan aman dan penumpangnya sedang dipindahkan ke pelabuhan Israel.

Di antara para penumpang yang ditahan tersebut, aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg juga dikabarkan pihak Israel dalam keadaan yang aman.

“Beberapa kapal dari armada Hamas-Sumud telah dihentikan dengan aman, dan penumpang mereka sedang dipindahkan ke pelabuhan Israel. Greta dan teman-temannya dalam keadaan aman dan sehat,” tulis akun X @IsraelMFA.

(ADN/NID/RAD)

Trending