Internasional
Kronologi Perang Amerika Serikat vs Iran 2026: Siapa yang Terlibat dan Apa Dampaknya?
Perang Amerika Serikat vs Iran pada 2026 menjadi salah satu konflik besar yang mengguncang Timur Tengah. Berikut ulasan penyebab dan dampaknya.
MPN Indonesia 9 Juli 2026 - Perang Amerika Serikat vs Iran pada 2026 menjadi salah satu konflik besar yang mengguncang Timur Tengah.
Konflik ini tidak hanya melibatkan Amerika Serikat dan Iran, tetapi juga Israel, Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, negara-negara Teluk, hingga jalur perdagangan global seperti Selat Hormuz.
Perang ini dimulai pada 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran. Operasi militer tersebut dikenal sebagai Operation Epic Fury.
Serangan awal itu menargetkan sistem pertahanan udara, rudal, infrastruktur militer, dan kepemimpinan Iran.
Dampaknya sangat besar. Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam gelombang serangan pertama.
Iran kemudian membalas dengan ratusan rudal dan ribuan drone ke berbagai sasaran di kawasan Timur Tengah.
Pemicu Perang Amerika vs Iran 2026

Menurut Britannica, perang ini dipicu oleh perhitungan Amerika Serikat dan Israel bahwa Iran sedang berada dalam posisi lemah.
Setelah berbagai tekanan ekonomi, protes besar di Iran, dan kerusakan militer akibat konflik sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel menilai bahwa tujuan mereka lebih mungkin dicapai lewat operasi militer daripada diplomasi.
Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel memulai serangan gabungan besar-besaran terhadap Iran.
Dalam 12 jam pertama, hampir 900 serangan dilancarkan. Serangan ini menargetkan rudal Iran, pertahanan udara, infrastruktur militer, dan para pemimpin penting Iran.
Salah satu target utama adalah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran. Khamenei tewas dalam gelombang pertama serangan pada 28 Februari 2026. Puluhan pejabat tinggi Iran lainnya juga tewas.
Namun, serangan ini langsung memicu kontroversi setelah sebuah sekolah perempuan di timur Bandar Abbas dilaporkan terkena serangan dan menewaskan sekitar 170 orang.
Kronologi Perang Amerika vs Iran 2026

Awal Serangan
Pada pagi hingga siang hari 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Serangan ini disebut Operation Epic Fury oleh Amerika Serikat.
Sasaran utama serangan adalah fasilitas militer, pertahanan udara, sistem rudal, dan elite kepemimpinan Iran.
Serangan pertama berhasil menewaskan Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran. Kematian Khamenei menciptakan guncangan besar di Iran. Namun, pemerintah Iran bergerak cepat untuk mencegah kekosongan kekuasaan.
Pemimpin Baru Iran
Setelah Khamenei tewas, Ali Larijani disebut menjadi pemimpin de facto Iran untuk sementara.
Tidak lama kemudian, Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei, diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Penunjukan ini mendapat penolakan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyebutnya tidak dapat diterima.
Serangan Balasan Iran
Iran membalas serangan Amerika Serikat dan Israel dengan strategi eskalasi horizontal.
Artinya, Iran tidak hanya membalas di medan militer langsung, tetapi juga memperluas konflik ke kawasan lain agar perang menjadi semakin mahal secara politik dan ekonomi bagi Amerika Serikat dan Israel.
Iran menargetkan kedutaan Amerika Serikat, pangkalan militer, serta instalasi di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain, Irak, Oman, dan Yordania.
NATO juga menembak jatuh drone dan rudal Iran di dekat Pangkalan Udara Incirlik di Turki. Serangan Iran tidak hanya bersifat militer.
Iran juga menargetkan infrastruktur minyak, kapal-kapal di Selat Hormuz, dan pusat komersial di negara-negara tetangga yang membantu militer Amerika Serikat.
Selat Hormuz Menjadi Titik Panas

Selat Hormuz menjadi salah satu pusat utama konflik. Jalur ini sangat penting karena sekitar 20 persen minyak dunia melewati kawasan tersebut.
Setelah perang dimulai, lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz turun lebih dari 90 persen. Iran kemudian melakukan pembatasan dan serangan terhadap lalu lintas kapal.
Beberapa kapal masih diizinkan lewat, seperti kapal Iran, kapal dari negara yang bernegosiasi dengan Iran, atau kapal yang membayar biaya tinggi kepada Iran.
Gangguan ini menyebabkan kekurangan bahan bakar dan penjatahan di sebagian wilayah Asia yang bergantung pada pasokan minyak melalui Selat Hormuz.
Harga minyak dunia juga melonjak dari sekitar 70 dolar AS per barel sebelum perang menjadi rata-rata 103 dolar AS per barel pada Maret.
Gencatan Senjata Amerika Serikat dan Iran
Pada 7-8 April, Trump mengumumkan bahwa ia menyetujui gencatan senjata dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan.
Pejabat Iran kemudian mengonfirmasi bahwa Mojtaba Khamenei telah menyetujui gencatan senjata setelah dorongan terakhir dari China.
Namun, gencatan senjata ini tidak langsung menyelesaikan masalah. Lalu lintas melalui Selat Hormuz tetap sangat terbatas dan menjadi sumber utama perselisihan.
Pada 11-12 April, perundingan langsung dilakukan di Islamabad, Pakistan. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance bertemu dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Pertemuan ini menjadi keterlibatan langsung tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran sejak Revolusi Iran 1979. Namun, pembicaraan itu gagal menghasilkan kesepakatan akhir.
Amerika Serikat Memblokade Selat Hormuz
Setelah perundingan gagal, Trump memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk memulai blokade di Selat Hormuz.
Blokade ini bertujuan mencegah kapal yang transit melalui pelabuhan Iran melewati selat tersebut.
Blokade ini memberi tekanan besar pada ekonomi Iran. Iran terancam kesulitan mengimpor kebutuhan pokok, sementara kapasitas penyimpanan ekspornya diperkirakan akan penuh pada Mei. Kondisi itu dapat memaksa Iran menurunkan produksi minyak.
Memorandum of Understanding Diumumkan
Pada 14 Juni, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyelesaikan memorandum of understanding.
Beberapa menit kemudian, Trump mengumumkan pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz yang sebelumnya berlabuh di pelabuhan Iran.
Memorandum ini mencakup beberapa poin penting, yaitu penghentian permusuhan di Lebanon, berakhirnya pembatasan Iran di Selat Hormuz, pengurangan aset militer Amerika Serikat di kawasan, keringanan sanksi untuk Iran, serta komitmen ekonomi untuk rekonstruksi dan pembangunan Iran.
Kesepakatan ini ditandatangani pada 17 Juni oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Dampak Perang Amerika vs Iran 2026
Ribuan Orang Tewas
Perang ini menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa yang tinggi. Ribuan orang tewas di Iran, Israel, Lebanon, dan negara-negara Teluk Arab.
Secara keseluruhan, jutaan orang di kawasan Timur Tengah terdampak dan mengungsi akibat konflik ini.
Harga Minyak Dunia Melonjak
Salah satu dampak terbesar perang ini adalah lonjakan harga minyak. Sebelum perang, harga minyak sekitar 70 dolar AS per barel. Pada Maret 2026, rata-rata harga minyak naik menjadi 103 dolar AS per barel.
Kenaikan ini mengganggu ekonomi global, terutama negara-negara yang bergantung pada minyak dari Teluk Persia. Sebagian wilayah Asia mengalami kekurangan bahan bakar dan penjatahan.
Transportasi Global Terganggu
Perang ini langsung memukul perjalanan udara dan perdagangan global. Penerbangan masuk dan keluar Timur Tengah hampir berhenti total. Banyak penduduk, ekspatriat, dan wisatawan terjebak.
Dubai International Airport, salah satu bandara tersibuk di dunia, rusak akibat serangan drone pada hari kedua konflik.
Bandara itu sempat menghentikan seluruh penerbangan dan baru dibuka kembali secara terbatas beberapa hari kemudian.
Di sektor laut, banyak jalur pelayaran menghindari Selat Hormuz dan Laut Merah. Jalur ini sangat vital bagi perdagangan dunia, terutama energi.
Penurunan lalu lintas di Selat Hormuz hingga lebih dari 90 persen menunjukkan betapa besar dampaknya terhadap arus barang dan minyak global.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
