Connect with us

Internasional

Parpol di Selandia Baru Kecam Israel soal Penculikan Aktivis yang Bawa Bantuan untuk Gaza

Dua partai politik di Selandia Baru mengecam keras tindakan Israel yang disebut telah menculik aktivis.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 09t170222.801
Kapal relawan yang menuju ke Gaza disergap Israel | Gambar: Ig/@gazafreedomflotilla

MPN Indonesia 9 Juni 2025 - Dua partai politik di Selandia Baru mengecam keras tindakan Israel yang disebut telah menculik kru kapal pembawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, Madleen, termasuk aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg.

Te Pāti Māori menyebut tindakan Israel bukanlah penangkapan, melainkan penculikan.

“Ini bukan penangkapan, ini penculikan,” tegas Co-leader Te Pāti Māori Debbie Ngarewa-Packer dalam pernyataan resmi, dikutip MPN Indonesia dari The New Zealand Herald, Senin (9/6).

Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas keselamatan para aktivis di kapal tersebut.

“Israel telah berulang kali membuktikan bahwa mereka tidak segan menggunakan kekerasan terhadap warga sipil,” tambahnya.

Ngarewa-Packer juga mengatakan komunikasi dengan kapal Madleen telah terputus, sehingga tidak diketahui kondisi pasti para awaknya.

“Ini adalah tindakan terbaru dari rangkaian kekerasan terhadap warga sipil yang mencoba membawa bantuan kemanusiaan yang sangat sedikit,” ujarnya.

Te Pāti Māori dan Green Party Desak Sanksi terhadap Israel

Te Pāti Māori menyerukan kepada Pemerintah Selandia Baru untuk menuntut pembebasan semua awak kapal, membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza, serta menyatakan blokade dan kampanye kelaparan yang dilakukan Israel sebagai bentuk genosida.

Partai Hijau Selandia Baru (Green Party) turut mendukung seruan tersebut. Co-leader Marama Davidson menegaskan bahwa pemerintah Selandia Baru tidak boleh tinggal diam.

“Menyakitkan rasanya masih harus menyaksikan kebutuhan akan misi semacam ini hingga hari ini. Jika kita benar-benar memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan, parlemen kita harus bertindak,” ucapnya.

Green Party juga mendorong parlemen mendukung RUU anggota parlemen Chlöe Swarbrick yang mengusulkan pemberian sanksi kepada Israel.

Baca Juga:  IOC Sanksi Berat Indonesia karena Larang Atlet Israel Ikut Kejuaraan Senam di Jakarta

PM Selandia Baru: Tindakan Israel Tidak Dapat Diterima

Perdana Menteri Christopher Luxon juga mengecam tindakan Israel dalam konferensi pers terbaru.

“Apa yang kita saksikan di sana benar-benar tidak dapat diterima,” ujarnya.

Luxon meminta Israel segera membuka akses bantuan yang netral dan tidak mempersulit pengirimannya ke Gaza.

“Israel harus segera melepaskan bantuan tersebut,” tegasnya.

Israel Sebut Para Aktivis dalam Keadaan Aman

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa seluruh penumpang kapal Madleen dalam kondisi “aman dan tidak terluka”.

Dalam pernyataan di platform X, mereka menulis bahwa para aktivis diberi air dan roti, dan menyebut insiden tersebut sebagai “pertunjukan yang telah usai”.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz bahkan menyebut para aktivis akan diperlihatkan video serangan Hamas 7 Oktober lalu untuk menunjukkan kekejaman terhadap warga sipil.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending