Internasional
Putin Tawarkan jadi Mediator Iran vs AS-Israel
Vladimir Putin menawarkan Rusia sebagai mediator konflik Iran dan negara Teluk usai serangan AS–Israel.
MPN Indonesia 5 Maret 2026 - Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan diri sebagai mediator antara Iran dan negara-negara Teluk di tengah ketegangan pascaserangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Tawaran ini disampaikan Putin pada Senin, (2/3) melalui telepon dengan empat pemimpin negara Teluk, yaitu Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi.
Langkah ini diambil setelah Iran melakukan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk pada Sabtu, (28/2), sebagai respons atas serangan awal yang dilakukan oleh AS dan Israel.
Pangkalan-pangkalan tersebut berada di beberapa negara seperti Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Oman, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Putin menyebut serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran sebagai agresi tanpa provokasi.
Dalam komunikasi telepon tersebut, ia menyatakan kesiapan Rusia untuk menengahi ketegangan dan menyampaikan keluhan negara-negara Teluk kepada pihak Iran.
Kremlin mengutip pernyataan bersama antara Putin dan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
“Kedua pihak menekankan pentingnya gencatan senjata segera dan kembalinya proses politik dan diplomatik,” ungkap Kremlin, dikutip MPN Indonesia dari Reuters pada Kamis (5/3).
Putin Hubungi Pemimpin Teluk, Sampaikan Kritik Terhadap AS dan Israel
Putin berbicara secara terpisah dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melalui panggilan telepon.
Dalam percakapan tersebut, Putin menyampaikan bahwa Rusia siap memainkan peran untuk meredakan konflik internasional dan menstabilkan kawasan Timur Tengah, mengingat hubungan baik yang dimiliki Moskow dengan Iran maupun negara-negara Teluk.
Kepada Emir Qatar, Putin dan Tamim menyatakan keprihatinan mereka atas meluasnya konflik kawasan serta risiko melibatkan negara ketiga.
Dalam diskusi dengan Raja Bahrain, Putin menegaskan kesiapan Rusia membantu menstabilkan situasi.
Sementara kepada Mohammed bin Salman, ia menyampaikan kesiapan Rusia sebagai mediator berdasarkan hubungan baik yang dimiliki dengan kedua belah pihak.
Fokus Rusia pada Stabilitas Kawasan
Menurut pernyataan resmi Kremlin, Moskow tetap menjalin komunikasi intensif dengan kepemimpinan Iran.
Rusia memandang kemitraan strategis dengan Teheran sebagai elemen penting dalam mempertahankan pengaruhnya di Timur Tengah.
Namun, posisi geopolitik Rusia di kawasan tersebut melemah setelah sekutu Moskow, Presiden Suriah Bashar al-Assad, terguling 15 bulan lalu.
Meski konflik antara Iran dan AS–Israel dapat memberikan dampak ekonomi bagi Rusia, termasuk melonjaknya harga minyak serta mengalihkan perhatian global dari invasi Rusia ke Ukraina, pemerintah Rusia tetap menilai eskalasi konflik tidak sesuai dengan visi mereka terhadap tatanan dunia multipolar, di mana dominasi Amerika Serikat diminimalkan.
Dalam keterangannya, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyatakan bahwa Rusia tetap menjaga kehati-hatian agar tidak merusak komunikasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, khususnya dalam konteks negosiasi perdamaian terkait Ukraina, yang disebut masih menjadi kepentingan strategis Moskow.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
