Connect with us

Internasional

Putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei jadi Kandidat Kuat Pemimpin Tertinggi Iran

Putra Ayatollah Ali Khamenei disebut jadi pilihan utama IRGC. Majelis Pakar segera tentukan pemimpin baru Iran.

Logompn

Published

on

Putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei jadi Kandidat Kuat Pemimpin Tertinggi Iran
Putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei jadi Kandidat Kuat Pemimpin Tertinggi Iran. Gambar: Deccan Herald

MPN Indonesia 5 Maret 2026 - Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, mencuat sebagai kandidat kuat pengganti ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Ia disebut-sebut menjadi pilihan utama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di tengah kekosongan kepemimpinan usai serangan udara Israel menewaskan ayahnya pada Sabtu (pekan lalu).

Mojtaba belum terlihat di depan publik sejak kejadian tersebut dan diyakini bersembunyi karena serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang terus berlanjut ke wilayah Iran.

Pemilihan pemimpin tertinggi baru dilakukan oleh Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang.

Mojtaba dipertimbangkan sebagai kandidat utama, terlebih setelah figur lain yang sebelumnya difavoritkan, Ebrahim Raisi, meninggal dalam kecelakaan helikopter.

Ayatollah Seyed Khatani, anggota Majelis Pakar, menyatakan bahwa proses pemilihan telah mendekati tahap akhir.

Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai penunjukan Mojtaba.

Pengumuman pemimpin baru kemungkinan akan dilakukan setelah pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang dijadwalkan pada Rabu namun telah ditunda.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Gideon Saar, memperingatkan bahwa Mojtaba Khamenei dapat menjadi target pembunuhan.

Profil Mojtaba Khamenei dan Jalur Politiknya

Mojtaba Khamenei lahir pada 1969 di kota Mashhad. Ia tumbuh di tengah aktivitas politik sang ayah yang menentang kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi.

Setelah revolusi 1979 dan jatuhnya Shah, keluarga Khamenei pindah ke Teheran.

Mojtaba bergabung dalam perang Iran-Irak sebagai bagian dari Batalyon Habib ibn Mazahir di bawah IRGC.

Pada akhir 1990-an, ia mulai terlihat sebagai tokoh publik yang berpengaruh, terutama setelah kekalahan kandidat pilihan ayahnya, Ali Akbar Nategh Nuri, dalam pemilihan presiden 1997.

Baca Juga:  Pasar Kripto Lesu Hari Ini Imbas Konflik Iran-Israel

Pengaruh Mojtaba meningkat seiring posisi ayahnya sebagai pemimpin tertinggi sejak 1989.

Dianugerahi Gelar Ayatollah sejak 2022

Mojtaba diketahui memiliki hubungan erat dengan sejumlah tokoh militer dan intelijen utama Iran, seperti Ahmad Vahidi (komandan baru IRGC), Hossein Taeb (mantan kepala intelijen IRGC), dan Mohammad Bagher Ghalibaf (Ketua Parlemen Iran).

Pada tahun 2022, ia dianugerahi gelar ayatollah, yang dianggap penting untuk mendukung legitimasi keagamaannya dalam sistem teokrasi Iran.

Ia juga memainkan peran sentral dalam mengelola keuangan keluarga Khamenei, termasuk akses ke aset yang disimpan dalam berbagai yayasan (bonyad) yang dibiayai dari industri negara.

Menurut laporan, keluarga Khamenei menguasai miliaran dolar dalam bentuk kekayaan dan bisnis.

Namun, jalur pewarisan kekuasaan ini telah lama mendapat kritik, khususnya dari kalangan reformis.

“Kabar tentang konspirasi ini telah terdengar selama 13 tahun. Jika mereka tidak benar-benar mengejarnya, mengapa mereka tidak menyangkal niat tersebut untuk selamanya,” tulis Mantan Perdana Menteri Iran Mir Hossein Mousavi pada 2022, dikutip MPN Indonesia melalui The Guardian pada Kamis, (5/3).

Majelis Pakar menanggapi bahwa keraguan tersebut tidak berdasar dan menegaskan hanya akan memilih “yang paling berkualitas dan paling sesuai”.

Struktur Kekuasaan dan Potensi Ancaman Regional

Pemimpin tertinggi Iran merupakan posisi paling berkuasa dalam sistem teokrasi negara tersebut.

Ia memiliki kontrol penuh atas semua cabang pemerintahan, termasuk militer dan Garda Revolusi Iran.

Organisasi ini, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat sejak 2019, memiliki jaringan militan di Timur Tengah di bawah koalisi “Poros Perlawanan” dan menguasai aset ekonomi strategis Iran, termasuk sistem persenjataan rudal balistik.

Pemilihan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi dinilai akan mempertahankan arah kebijakan Iran yang selama ini berlangsung, termasuk dalam konteks politik internasional, menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Baca Juga:  Vietnam Lakukan Efisiensi Anggaran, Rencanakan Akan Pangkas Jumlah Kementerian

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending