Connect with us

Internasional

Putin Ungkap Cucu Fasih Bahasa Mandarin, Pengasuhnya Langsung Dari Beijing

Putin ungkap cucunya fasih berbahasa Mandarin karena diajari oleh pengasuh asal Beijing, isyaratkan kedekatan personal Rusia dan China di luar hubungan politik.

Logompn

Published

on

Putin ungkap cucu fasih bahasa mandarin, pengasuhnya langsung dari beijing
Presiden Rusia, Vladimir Putin. Gambar : EPA/EFE

MPN Indonesia 20 Juni 2025 - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengungkapkan bahwa salah satu cucunya fasih berbicara bahasa Mandarin karena diasuh oleh seorang pengasuh asal Beijing.

Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan jurnalis asing di St. Petersburg pada Kamis (19/6).

“Saya menyebutkan bahwa beberapa kerabat dekat saya sedang belajar bahasa Tionghoa; yang saya maksud adalah cucu perempuan saya, yang memiliki pengasuh dari Beijing. Dia berbicara bahasa Tionghoa dengan lancar dengannya,” kata Putin dalam pertemuan tersebut, seperti dikutip MPN Indonesia dari laman The Straits Times, Jumat (20/6).

Pernyataan tersebut memberikan gambaran langka tentang kehidupan pribadi sang presiden, yang selama ini dikenal sangat tertutup.

Isyarat Hubungan Dekat Rusia-China

Putin tidak menyebutkan nama atau rincian lain tentang cucunya. Namun, keterlibatan pengasuh dari Beijing dianggap sebagai simbol kedekatan hubungan Rusia dan Tiongkok, tidak hanya dalam ranah politik dan ekonomi, tetapi juga secara pribadi.

Secara resmi, Putin diketahui memiliki dua putri dari pernikahan pertamanya, Maria Vorontsova (40) dan Katerina Tikhonova (38). Ia belum pernah mengungkap identitas cucu-cucunya ke publik.

Fakta bahwa cucu presiden diasuh oleh warga Beijing mencerminkan hubungan kedua negara yang semakin erat di berbagai aspek.

Bahasa Mandarin Semakin Populer di Rusia

Putin juga menyoroti meningkatnya minat masyarakat Rusia untuk mempelajari bahasa Mandarin, sebagai dampak langsung dari hubungan ekonomi yang kian menguat antara Moskow dan Beijing.

“Orang Rusia menunjukkan ketertarikan yang lebih besar terhadap pembelajaran bahasa Tionghoa karena hubungan ekonomi antara kedua negara semakin dalam,” ujarnya.

Baca Juga:  AS: Tentara Korut Dikabarkan Kumpul di Rusia untuk Serang Ukraina

Saat ini, nilai perdagangan antara Rusia dan Tiongkok telah mencapai US$240 miliar per tahun.

China menjadi mitra dagang utama bagi Rusia, terutama sejak Moskow menghadapi sanksi internasional akibat invasi ke Ukraina pada 2022.

Ikatan Pribadi Pemimpin Rusia dan Sekutunya dengan China

Kedekatan Rusia dan China tak hanya ditunjukkan lewat kerja sama strategis, tapi juga hubungan personal antarelite.

Nikolai Lukashenko (20), putra Presiden Belarus Alexander Lukashenko yang merupakan sekutu dekat Putin, diketahui sedang menempuh pendidikan di universitas di Beijing.

Situasi ini memperkuat tren bahwa hubungan Rusia dan China merambah hingga ke lingkup keluarga pemimpin kedua negara.

Meski menjaga ketat kehidupan pribadinya, pernyataan Putin tentang cucunya dan sang pengasuh dari Beijing menjadi sinyal langka sekaligus penegas arah kebijakan luar negeri Rusia yang condong ke Timur.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending