Lifestyle
8 Tips Puasa bagi Penderita Asam Lambung
Jangan takut puasa meski punya maag. Ini saran dokter agar ibadah tetap lancar dan aman.
MPN Indonesia 17 Februari 2026 - Penderita penyakit maag dan gangguan asam lambung seperti GERD tetap dapat menjalankan ibadah puasa selama Ramadan dengan aman, asalkan menerapkan pola makan dan gaya hidup yang tepat.
Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam (gastroenterologi) dari RSCM-FKUI, yang menegaskan bahwa puasa tetap bisa dijalani oleh penderita asam lambung dengan beberapa catatan.
“Kesimpulannya janganlah takut untuk berpuasa bagi para penderita penyakit GERD atau asam lambung. Kalau merasa lambung tidak nyaman, sehari sebelum puasa dan sebelum sahur bisa minum obat terlebih dahulu,” ujar dr. Ari, dikutip MPN Indonesia melalui fk.ui.ac.id pada Selasa, (17/2) .
Gangguan seperti perut begah, kembung, atau nyeri ulu hati memang kerap muncul di awal masa puasa, terutama dalam tujuh hingga sepuluh hari pertama.
Namun, menurut dr. Ari, tubuh biasanya akan mulai beradaptasi setelah periode tersebut.
Ia mengingatkan agar penderita asam lambung tidak mengabaikan pemilihan makanan saat sahur dan berbuka demi menjaga kesehatan fisik selama Ramadan.
“Konsumsi makanan tinggi lemak saat sahur dapat membebani lambung. Nantinya jam 8 pagi perut mulai terasa tidak nyaman, begah istilahnya. Jadi malah mengganggu ibadah puasa,” jelasnya.
Selain itu, pola makan yang salah seperti makan berlebihan, makan terburu-buru, atau tidur setelah makan juga dapat memperparah kondisi maag.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari selama puasa agar penderita tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.
Berikut 8 tips puasa bagi penderita GERD atau asam lambung.
1. Tidak Melewatkan Sahur
Penderita asam lambung sangat disarankan untuk tidak melewatkan makan sahur.
Meskipun rasa kantuk kerap menjadi tantangan, makan dan minum yang cukup saat sahur penting untuk menjaga energi selama lebih dari 12 jam berpuasa.
Konsumsi air putih dalam jumlah cukup juga penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, mencegah rasa lemas, haus berlebihan, dan pusing.
2. Pilih Makanan Sehat dan Mudah Dicerna
Makanan yang sehat dan mudah dicerna seperti oatmeal, buah pisang, melon, semangka, yoghurt, ikan, dan daging tanpa lemak menjadi pilihan tepat untuk penderita asam lambung saat sahur dan berbuka.
Makanan berlemak tinggi, pedas, atau asam dapat memicu kambuhnya gejala asam lambung, sehingga sebaiknya dihindari.
“Kurangi konsumsi makanan yang dapat memicu meningkatnya asam lambung. Karena lemak tinggi yang terdapat pada makanan bersantan, susu, jeroan, makanan yang digoreng, serta daging, dapat memperberat cara kerja lambung sehingga puasa menjadi tidak nyaman,” kata dr. Ari.
3. Hindari Makan Berlebihan
Makan dalam jumlah berlebihan saat sahur atau berbuka bisa menyebabkan tekanan pada lambung, yang memicu naiknya asam lambung.
Kondisi ini membuat proses pencernaan lebih lambat karena enzim yang terbatas harus bekerja lebih keras.
Perut yang terlalu kenyang dalam waktu lama dapat menyebabkan rasa tidak nyaman hingga sakit.
4. Makan Dengan Perlahan dan Tidak Terburu-buru
Kebiasaan makan terburu-buru, terutama sambil berbicara, dapat menyebabkan masuknya udara ke saluran pencernaan dan memicu kembung serta mulas.
Disarankan untuk bangun sahur lebih awal agar bisa makan dengan tenang dan perlahan.
Mengunyah makanan secara perlahan juga membantu proses pencernaan dan mengurangi risiko kambuhnya gejala GERD.
5. Hindari Tidur Setelah Makan
Langsung tidur setelah sahur atau berbuka berpotensi memperparah kondisi asam lambung karena posisi berbaring membuat makanan sulit turun ke usus, menyebabkan refluks atau heartburn.
Jika rasa kantuk tidak bisa ditahan, posisi setengah duduk disarankan dengan kepala dan bahu ditopang lebih tinggi menggunakan bantal agar makanan tidak kembali ke kerongkongan.
6. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu
Penderita asam lambung sebaiknya menghindari makanan dan minuman seperti kopi, teh, minuman bersoda, gorengan, buah jeruk dan stroberi, serta makanan olahan pedas seperti seblak.
Konsumsi makanan tersebut, terutama dalam kondisi perut kosong, dapat memicu kambuhnya gejala GERD seperti nyeri dada, mual, atau muntah.
7. Berbuka Dengan Makanan Ringan dan Aman untuk Lambung
Ketika waktu berbuka tiba, sebaiknya awali dengan makanan ringan seperti buah pisang, semangka, kurma, atau oatmeal.
Makanan ini membantu tubuh mengisi energi tanpa membebani lambung.
Setelah itu, disarankan untuk melaksanakan salat Maghrib terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan makan berat secara bertahap.
“Setelah itu bisa sholat maghrib dulu, selesai sholat baru makan berat. Tujuannya ini supaya lambung tidak kaget, makan beri makanan secara bertahap tapi tetap tidak berlebihan,” kata dr. Ari.
8. Kurangi Konsumsi Daging Berlebihan
Selama bulan Ramadan, konsumsi daging berlebihan juga harus dibatasi karena dapat meningkatkan kadar lemak di lambung dan menghambat proses pengosongan lambung.
Hal ini dapat menimbulkan perut terasa penuh dan begah, yang dapat mengganggu ibadah puasa.
dr. Ari menyebutkan bahwa pengendalian diri saat makan adalah salah satu kunci menjaga kesehatan lambung selama Ramadan.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
