Connect with us

Lifestyle

9 Makanan Pemicu Migrain dan Cara Menghindarinya

Migrain bisa dipicu oleh makanan tertentu seperti cokelat, alkohol, dan keju tua. Simak 9 makanan pemicu migrain dan cara pencegahannya di sini.

Logompn

Published

on

9 makanan pemicu migrain dan cara menghindarinya
Ilustrasi Seorang Wanita Mengalami Migrain. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 27 Juli 2025 - Migrain adalah gangguan neurologis yang sering menimbulkan rasa sakit kepala hebat, disertai mual, sensitivitas cahaya, dan gangguan konsentrasi.

Serangan migrain dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari stres, perubahan pola tidur, hingga jenis makanan tertentu.

Menurut Migraine Research Foundation, makanan pemicu migrain umumnya bekerja dalam kombinasi dengan faktor lain, dan respons setiap individu terhadap makanan ini berbeda-beda.

Meski tidak ada satu pemicu universal, beberapa jenis makanan telah terbukti sering dikaitkan dengan munculnya migrain.

Studi tahun 2018 menunjukkan, lebih dari 35% penderita migrain menyebut alkohol sebagai salah satu pemicu utama, dengan 77% di antaranya menuding anggur merah sebagai penyebab serangan.

Selain itu, makanan yang mengandung tyramine seperti keju tua atau makanan fermentasi juga kerap memicu kambuhnya migrain.

Untuk mengurangi risiko, penderita migrain disarankan mengenali dan menghindari makanan pemicu, serta menerapkan pola makan yang lebih teratur.

Daftar Makanan Pemicu Migrain

Dikutip MPN Indonesia dari healthline.com, berikut 9 jenis makanan yang sering dilaporkan menjadi pemicu migrain.

Daftar ini bisa menjadi panduan awal bagi penderita migrain untuk mengenali makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari.

1. Kafein

Kafein memiliki efek ganda terhadap migrain. Dalam jumlah kecil, kafein justru dapat membantu meredakan gejala sakit kepala karena sifat vasokonstriktornya yang dapat mengurangi pelebaran pembuluh darah di otak.

Beberapa obat pereda migrain bahkan mengandung kafein untuk mempercepat efeknya.

Baca Juga:  Simak! Ini 10 Makanan yang Diklaim Sehat Padahal Tak Sehat

Namun, jika dikonsumsi berlebihan atau tiba-tiba dihentikan setelah rutin dikonsumsi, kafein bisa memicu sakit kepala rebound (efek balik) atau memperburuk serangan migrain.

Sumber kafein antara lain:

  • Kopi
  • Teh
  • Cokelat

2. Pemanis Buatan

Pemanis buatan seperti aspartam banyak ditemukan pada minuman rendah kalori, soda diet, makanan ringan, dan produk bebas gula.

Pada sebagian orang, zat ini dapat memicu pelepasan zat kimia di otak yang memengaruhi pembuluh darah dan memicu migrain.

Meskipun tidak semua orang mengalami reaksi ini, penderita migrain disarankan untuk memantau konsumsi produk dengan pemanis buatan dan mencatat reaksi tubuh setelah mengonsumsinya.

3. Alkohol

Alkohol, terutama anggur merah, merupakan salah satu pemicu migrain yang paling umum.

Kandungan histamin dan tyramine pada anggur merah dapat memperlebar pembuluh darah di otak sehingga menimbulkan rasa sakit kepala.

Selain itu, alkohol juga bersifat dehidrasi, yang dapat memicu migrain.

Studi tahun 2018 mencatat bahwa 35% penderita migrain melaporkan alkohol sebagai pemicu utama, dengan 77% di antaranya menuding anggur merah sebagai penyebab utama serangan.

4. Cokelat

Cokelat diketahui memicu migrain pada hingga 33% penderita, berdasarkan hasil tinjauan riset tahun 2020.

Kandungan kafein dan beta-phenylethylamine di dalamnya dapat memengaruhi aliran darah di otak dan memicu sakit kepala.

Namun, efek ini sangat bergantung pada sensitivitas masing-masing individu.

Mengonsumsi cokelat dalam jumlah kecil biasanya tidak menimbulkan masalah, tetapi bagi penderita migrain, penting untuk mencatat apakah konsumsi cokelat memperburuk gejala.

5. Makanan Mengandung MSG

Monosodium glutamate (MSG) adalah penambah rasa yang banyak digunakan pada makanan instan, camilan, hingga masakan restoran.

Pada sebagian orang, MSG dapat memicu gejala migrain dengan menyebabkan pelebaran pembuluh darah atau stimulasi saraf tertentu.

Baca Juga:  Jenis-Jenis Olahraga yang Sebaiknya Dihindari saat Puasa

Meskipun beberapa penelitian klinis menunjukkan hasil yang tidak konsisten, penderita migrain sering kali diminta untuk membatasi konsumsi MSG, terutama pada makanan cepat saji atau makanan olahan.

6. Daging Olahan

Daging olahan seperti sosis, ham, bacon, dan hot dog mengandung nitrat atau nitrit yang digunakan sebagai pengawet.

Zat ini dapat memicu pelepasan nitric oxide dalam tubuh, yang memperbesar pembuluh darah di otak dan menimbulkan migrain.

Selain itu, daging olahan umumnya mengandung banyak garam dan bahan aditif lain yang dapat memengaruhi tekanan darah serta kesehatan pembuluh darah.

7. Keju Tua

Keju tua seperti feta, blue cheese, dan parmesan kaya akan tyramine, yaitu senyawa alami hasil pemecahan protein dalam makanan yang sudah lama difermentasi.

Tyramine dapat memengaruhi aktivitas neurotransmitter di otak dan memicu serangan migrain.

Keju muda atau segar biasanya lebih aman dikonsumsi karena kandungan tyramine-nya lebih rendah.

8. Makanan Fermentasi

Makanan fermentasi seperti acar fermentasi, kimchi, kombucha, kecap, dan sauerkraut juga tinggi kandungan tyramine.

Proses fermentasi yang panjang meningkatkan kadar senyawa ini, yang pada sebagian penderita migrain dapat menimbulkan serangan sakit kepala.

Meskipun makanan fermentasi memiliki manfaat bagi kesehatan pencernaan, penderita migrain perlu membatasi konsumsinya dan memperhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsi jenis makanan ini.

9. Makanan Beku

Makanan atau minuman dingin seperti es krim atau minuman beku dapat memicu sakit kepala mendadak, dikenal sebagai brain freeze atau ice cream headache.

Kondisi ini terjadi karena reaksi cepat pembuluh darah di otak terhadap suhu dingin.

Walaupun belum ada bukti kuat bahwa makanan beku memicu migrain secara langsung, banyak penderita migrain melaporkan gejala yang semakin parah setelah mengonsumsi makanan atau minuman dengan suhu ekstrem.

Baca Juga:  Malas Olahraga saat Ramadan? Ini Risiko yang Harus Kamu Ketahui!

Pencegahan Migrain melalui Pola Makan

Pencegahan migrain tidak hanya dilakukan dengan obat-obatan, tetapi juga dengan mengenali makanan pemicu.

Mencatat pola makan, menjaga hidrasi, dan mengatur pola tidur dapat membantu mengurangi frekuensi serangan.

Jika migrain sering kambuh, konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih tepat.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending