Connect with us

Lifestyle

Pola Makan, Stres, dan Merokok: Tiga Penyebab Utama Asam Lambung Naik

Pola makan tidak teratur, stres, dan kebiasaan merokok adalah tiga faktor utama pemicu asam lambung naik.

Logompn

Published

on

Pola makan, stres, dan merokok tiga penyebab utama asam lambung naik
Pola makan tidak teratur, stres, dan merokok menjadi penyebab utama asam lambung naik. Gambar : Canva

MPN Indonesia 4 April 2025 - Asam lambung naik merupakan kondisi medis yang sering dialami oleh masyarakat lintas usia. Gejalanya meliputi rasa nyeri pada ulu hati, dada terasa panas, hingga mual dan muntah.

Dalam Talk Show Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Komin Takdir Haruni, SpPD-KGEH, menjelaskan penyebab utama, faktor risiko, serta langkah pencegahan dari kondisi yang sering disalahartikan ini.

Apa Itu Asam Lambung Naik?

Asam lambung secara alami diproduksi oleh lambung untuk mencerna makanan dan membunuh mikroorganisme yang masuk bersama makanan. Namun, produksi berlebih atau penurunan ketebalan mukosa pelindung lambung dapat menyebabkan gejala yang dikenal sebagai asam lambung naik. 

Dalam kondisi tertentu, asam lambung dapat naik ke kerongkongan, menyebabkan rasa panas di dada dan gejala lain yang menyerupai penyakit jantung.

Menurut dr. Andi, kondisi ini sering kali disalahartikan oleh masyarakat. “Asam lambung itu perlu bagi tubuh. Yang bermasalah adalah saat produksinya berlebihan atau ketika naik ke organ yang tidak semestinya seperti esofagus,” jelas dr. Andi, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (4/4) dalam Talk Show Kementerian Kesehatan RI yang disiarkan melalui Instagram.

Bedakan GERD, Gastritis, dan Maag

Gejala asam lambung naik kerap tumpang tindih dengan kondisi medis lain seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), gastritis, dan maag. 

GERD terjadi ketika isi lambung, termasuk asam lambung, naik ke esofagus, sedangkan gastritis adalah peradangan pada lapisan mukosa lambung yang biasanya hanya bisa dipastikan melalui endoskopi. 

Baca Juga:  Wajib Tahu! Ini 11 Tips Alami Menjaga Kesehatan Pencernaan

Maag, dalam istilah umum, merujuk pada kumpulan gejala seperti nyeri ulu hati, kembung, dan mual.

Gejala dan Faktor Risiko

Gejala umum asam lambung naik antara lain nyeri dada, mual, muntah, dan rasa pahit di mulut. Namun, dalam beberapa kasus, juga dapat menyebabkan diare. 

Menurut dr. Andi, hal ini bukan langsung akibat dari asam lambung, melainkan respons tubuh terhadap makanan atau faktor lain yang memicu iritasi saluran cerna.

Faktor risiko utama meliputi pola makan tidak teratur, konsumsi makanan pedas atau berlemak, kebiasaan merokok, stres kronis, dan obesitas. 

“Sering kali pasien dengan asam lambung berlebih juga memiliki gangguan psikosomatik, yaitu ketika tekanan psikologis berdampak pada kondisi fisik,” kata dr. Andi.

Penggunaan obat tertentu seperti obat rematik dan antibiotik juga dapat memicu atau memperburuk gejala asam lambung. Begitu pula dengan kebiasaan langsung berbaring setelah makan, konsumsi kafein berlebihan, alkohol, serta penggunaan pakaian ketat yang menekan perut.

Diagnosis dan Penanganan Awal

Gejala asam lambung naik dapat diatasi dengan langkah sederhana, seperti konsumsi obat bebas antasida atau penghambat pompa proton (PPI), perubahan pola makan, serta manajemen stres. 

Namun, jika gejala berlanjut lebih dari beberapa minggu, pemeriksaan lanjutan seperti endoskopi disarankan untuk mengevaluasi kondisi mukosa lambung.

“Jangan langsung berpikir ke arah komplikasi berat. Obat bebas sering kali cukup, asal disertai dengan pola hidup sehat,” tambah dr. Andi.

Potensi Komplikasi dan Pencegahan

Jika dibiarkan tanpa penanganan, asam lambung berlebih dapat menyebabkan luka pada lambung atau esofagus. Dalam kasus lanjut, ini dapat menimbulkan komplikasi seperti muntah darah akibat luka erosif. 

Namun, dr. Andi menekankan bahwa asam lambung sendiri tidak menyebabkan kematian mendadak. Sering kali, gejala yang disangka akibat asam lambung justru berasal dari jantung.

Baca Juga:  Kasus Diabetes pada Anak Melonjak Tinggi, Kenali 7 Tanda Tubuh 'Overdosis' Gula, Apakah Anda Termasuk?

Untuk mencegah kambuhnya gejala, pasien disarankan menghindari makanan pemicu, menjaga berat badan ideal, tidak merokok, serta berolahraga ringan setelah makan seperti berjalan kaki selama 3-5 menit.

Hidup Sehat untuk Kesehatan Fisik Optimal

Penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala sejak dini dan tidak mengabaikan sinyal tubuh. “Tubuh selalu memberi kode ketika ada yang tidak beres. Kita harus belajar mengenalinya dan segera menyesuaikan pola hidup,” ungkap dr. Andi.

dr. Andi menyarankan masyarakat untuk mulai menabung kesehatan dengan menjaga pola hidup sehat, karena upaya ini tidak hanya berdampak pada lambung tetapi juga pada keseluruhan kesehatan fisik. 

Dengan demikian, produksi asam lambung tetap terjaga sesuai kebutuhan fisiologis tubuh, dan gangguan kesehatan dapat diminimalisir.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending