Lifestyle
Waspada! Ini Dampak Buruk Gas Tertawa bagi Pernapasan dan Saraf
Gas tertawa atau nitrous oxide berisiko membahayakan kesehatan jika disalahgunakan. Menghirup gas ini dapat menyebabkan hipoksia, kerusakan saraf, hingga gangguan vitamin B12.
MPN Indonesia 8 Februari 2026 - Gas tertawa atau nitrous oxide kini menjadi perhatian serius karena dampaknya terhadap kesehatan fisik, terutama sistem pernapasan dan saraf.
Meski zat ini legal digunakan dalam dunia medis dan kuliner, penyalahgunaan dengan cara dihirup langsung untuk tujuan rekreasi menimbulkan risiko gangguan oksigen dan kerusakan saraf.
Produk yang mengandung nitrous oxide, yang awalnya diperuntukkan untuk krim kocok, tetapi kerap digunakan di luar fungsinya oleh sebagian masyarakat.
Penggunaan nitrous oxide secara tidak sesuai, termasuk menghirupnya tanpa campuran oksigen atau di ruangan tanpa ventilasi, dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen (hipoksia).
Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pernapasan seperti sesak napas, lemas, kebiruan, hingga kehilangan kesadaran.
Dalam jangka panjang, hipoksia dapat berdampak serius pada sistem saraf, menyebabkan gangguan koordinasi, kelemahan otot, dan pada beberapa kasus mengarah pada kerusakan saraf permanen.
“Produk yang tampak aman dan dijual bebas belum tentu aman jika digunakan tidak sesuai dengan fungsinya,” tulis dr. Maria Dewi Caetline, Sp.P dari RS EMC Cikarang & Cibitung, dikutip MPN Indonesia pada Minggu (8/2).
Paparan gas tertawa juga berdampak pada kadar vitamin B12 dalam tubuh.
Nitrous oxide memblokir kerja vitamin ini, yang sangat penting untuk fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah.
Akibatnya, penderita bisa mengalami anemia, gangguan metabolisme, hingga kerusakan neurologis jangka panjang.
Gejala awalnya termasuk kesemutan di tangan dan kaki, kebingungan, hingga kesulitan berjalan.
Dampak Gas Tertawa terhadap Kesehatan Fisik
Dalam dunia medis, gas tertawa digunakan secara terkendali dan dicampur dengan oksigen, antara lain saat perawatan gigi atau prosedur persalinan.
Namun, jika digunakan secara rekreasional dalam bentuk murni, efek sampingnya jauh lebih besar. Ketika gas ini dihirup, nitrous oxide masuk ke aliran darah dan menekan sistem saraf pusat, menyebabkan sensasi ringan dan melayang.
Efek tersebut hanya berlangsung beberapa menit, tetapi risiko kesehatan yang ditimbulkan bisa berlangsung lebih lama.
Gas tertawa dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat, terutama jika dihirup dalam jumlah besar.
Kondisi seperti sesak napas, napas pendek, serta penurunan kadar oksigen dalam darah (hipoksia) kerap muncul.
Dalam ruang tertutup, risiko ini semakin tinggi. Jika paparan terjadi berulang kali tanpa perlindungan, kondisi ini bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan kronis, termasuk penurunan fungsi paru-paru.
Efek lainnya adalah pada sistem saraf. Gejala seperti pusing, ngantuk, linglung, atau gangguan konsentrasi muncul akibat penekanan sistem saraf pusat.
Dalam dosis tinggi, seseorang bisa mengalami pingsan mendadak dan kesulitan bangun kembali.
Ini sangat berbahaya, terutama jika terjadi saat melakukan aktivitas seperti mengemudi atau berenang.
Risiko Saraf dan Kekurangan Vitamin B12
Dikutip MPN Indonesia melalui laman Halodoc, penggunaan jangka panjang gas tertawa tanpa pengawasan medis berisiko menimbulkan kerusakan saraf.
Ini disebabkan oleh terganggunya fungsi vitamin B12 dalam tubuh. Kekurangan vitamin ini menyebabkan berbagai keluhan, antara lain:
- Kesemutan di tangan dan kaki
- Kelemahan otot
- Gangguan keseimbangan
- Kebingungan
- Anemia
- Rentan terhadap infeksi
Jika tidak ditangani, kerusakan tersebut bisa menjadi permanen, terutama pada individu yang memiliki riwayat kekurangan vitamin B12 sebelumnya.
Selain saraf, kondisi hipoksia yang ditimbulkan oleh gas tertawa juga memengaruhi jantung.
Jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah, meningkatkan risiko aritmia, serangan jantung, atau bahkan henti jantung.
Ketergantungan dan Potensi Luka Dingin
Efek euforia dari gas tertawa membuat pengguna cenderung menghirupnya berulang.
Seiring waktu, dibutuhkan dosis lebih banyak untuk mencapai sensasi yang sama.
Ini dapat menyebabkan ketergantungan dan memperbesar risiko kerusakan sistem tubuh.
Selain itu, karena suhu gas ini sangat rendah saat dilepaskan dari tabung (hingga -40°C), menghirup langsung bisa menyebabkan luka dingin (frostbite) pada bibir, hidung, hingga pita suara.
Peringatan juga datang dari BPOM RI yang menekankan bahwa penyalahgunaan nitrous oxide dalam jumlah besar dapat mengurangi kemampuan darah mengikat oksigen dan menimbulkan risiko iskemia yang mengancam jiwa.
Efek ini bisa terjadi sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak dalam hitungan menit.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
