Connect with us

Politik

Bahlil Siapkan Program Kompor Listrik 2027 untuk Kurangi Ketergantungan LPG

Kementerian ESDM menyiapkan program kompor listrik pada 2027 sebagai bagian dari diversifikasi energi dan pengurangan impor LPG.

Logompn

Published

on

Bahlil Siapkan Program Kompor Listrik 2027 untuk Kurangi Ketergantungan LPG
Bahlil Siapkan Program Kompor Listrik 2027 untuk Kurangi Ketergantungan LPG. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 19 Juni 2026 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan program kompor listrik yang akan dijalankan pada tahun 2027.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Program ini disiapkan di tengah tingginya impor LPG yang mencapai sekitar 80% dari kebutuhan nasional, sehingga berdampak pada beban devisa negara dan subsidi energi.

Kebijakan tersebut disiapkan di tengah tingginya ketergantungan pada LPG impor yang mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional.

Kondisi ini dinilai membebani devisa negara serta meningkatkan alokasi subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah.

“Dan devisa kita setiap tahun keluar untuk LPG minimal Rp120 triliun. Pada saat ICP seperti ini, devisa kita keluar untuk membeli LPG itu sekitar di atas Rp130 triliun. Subsidinya di atas Rp80 triliun,” kata Bahlil kepada wartawan, Rabu (17/6).

Program Kompor Listrik akan Menggunakan Teknologi Baru

Bahlil menjelaskan bahwa program kompor listrik yang disiapkan tidak sama dengan program sebelumnya.

Pemerintah akan menghadirkan kompor listrik dengan teknologi yang lebih modern dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Ada model kompor listrik yang baru. Jadi memang semakin ke sini ada teknologi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan teknologi kompor listrik yang lama. Kita juga sekarang sedang melakukan penataan terhadap seberapa besar perbedaan dari kompor listrik lama dengan kompor listrik baru,” kata Bahlil.

Bahlil menyebut bahwa kompor listrik yang direncanakan akan disesuaikan dengan kapasitas listrik rumah tangga.

“Maka salah satu alternatifnya adalah kita dorong kompor listrik. Ini sebagai tahap awal karena ada beberapa model kompor listrik yang kita minta itu di sekitar di bawah 900 KVA,” ujarnya.

Baca Juga:  Kemenkeu Tunggu SOTK untuk Hitung Anggaran Kementerian Haji dan Dua Badan Baru

Alokasi Anggaran dan Implementasi Program

Dalam pelaksanaannya, Kementerian ESDM telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp815,56 miliar untuk program kompor listrik pada tahun 2027.

Anggaran tersebut masuk dalam pagu Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) serta telah tercantum dalam Surat Bersama Pagu Indikatif (SBPI).

Bahlil menjelaskan bahwa anggaran tersebut tidak hanya difokuskan pada kompor listrik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya diversifikasi energi.

“Kompor listrik, karena ini untuk kita mengurangi kebutuhan LPG, kita cari bauran energi lain. Jadi energi yang kita dorong ke depan tidak hanya LPG, tapi ada kompor listrik, CNG, dan macam-macam kita buat, itu sebesar Rp815,56 miliar,” kata Bahlil, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube TVR Parlemen pada Jumat (19/6).

Meski demikian, jumlah unit kompor listrik yang akan disediakan masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut bersama DPR.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending