Connect with us

Teknologi

Canva Hadirkan Fitur ‘Buat Video Klip’ dengan Teknologi AI Veo 3 dari Google

Canva kini hadirkan fitur ‘Create a Video Clip’ yang memungkinkan pengguna membuat video sinematik 8 detik hanya dari teks.

Logompn

Published

on

Canva hadirkan fitur ‘buat video klip’ dengan teknologi ai veo 3 dari google
Fitur Baru Canva. Gambar: Microsoft Store

MPN Indonesia 22 Juni 2025 - Canva, resmi meluncurkan fitur baru bernama Create a Video Clip pada (21/6).

Fitur ini memungkinkan pengguna membuat klip video sinematik berdurasi 8 detik hanya dari perintah teks, menggunakan teknologi terbaru Google Veo 3.

Inovasi ini terintegrasi langsung di laman utama Canva dan ditujukan untuk menyederhanakan proses produksi video bagi kreator, pemasar, pendidik, dan tim kecil.

Fitur ini menandai kolaborasi strategis antara dua perusahaan teknologi besar, yaitu Canva dan Google, dengan pemanfaatan model AI terbaru dari Google—Veo 3.

Melalui kemampuan generatif Veo 3, video yang dihasilkan menampilkan gerakan yang halus dan audio yang tersinkronisasi secara otomatis.

Klip tersebut dapat langsung diedit lebih lanjut menggunakan Canva Video Editor dengan berbagai alat seperti Brand Kit, teks, dan musik.

Co-founder sekaligus Chief Product Officer Canva, Cameron Adams, menyatakan bahwa peluncuran fitur ini merupakan bagian dari misi perusahaan untuk memberdayakan kreativitas global.

“Membantu semua orang mewujudkan ide mereka — terutama yang paling kreatif dan imajinatif — selalu menjadi bagian utama dari misi Canva untuk mendukung kreativitas di seluruh dunia. Sekarang, dengan menggabungkan teknologi canggih seperti Google Veo 3 ke dalam Canva AI, pengguna bisa membuat video yang memukau dan berkualitas tinggi lengkap dengan suara yang sinkron, langsung dari langganan Canva yang sudah mereka miliki,” ujar Chief Product Officer Canva, Cameron Adams, dikutip MPN Indonesia dari FoneArena, Sabtu (21/6).

Integrasi fitur AI

Fitur Create a Video Clip merupakan bagian dari ekosistem AI Canva yang dirancang berbasis antarmuka percakapan dan suara.

Dengan demikian, pengguna kini dapat membuat video, selain teks, gambar, dan desain, dalam satu alur kerja yang terpadu.

Baca Juga:  Google Sepakat Bayar Rp1 Triliun usai Dituding Sadap Percakapan Pribadi

Seluruh proses dapat dilakukan tanpa perlu keterampilan teknis tinggi atau anggaran besar, memperluas akses terhadap konten berkualitas bagi berbagai segmen pengguna.

Canva mengklaim bahwa semua elemen video yang dihasilkan melalui fitur ini langsung terbuka di Video Editor, memungkinkan kustomisasi lanjutan.

Selain itu, dengan penggunaan Canva Shield, seluruh konten yang dihasilkan melalui AI telah melalui proses moderasi guna mencegah pembuatan materi yang merugikan.

Hingga kini, alat-alat AI dalam platform tersebut telah digunakan lebih dari 18 miliar kali.

Canva berupaya menawarkan pengalaman terintegrasi, berbeda dari banyak alat AI lain yang mengharuskan pengguna berpindah aplikasi untuk desain, dokumen, kode, dan video.

Canva akan Diakuisisi MagicBrief

Bersamaan dengan peluncuran fitur terbaru ini, Canva juga mengumumkan rencananya untuk mengakuisisi MagicBrief, sebuah startup asal Australia yang bergerak di bidang kecerdasan kreatif berbasis AI untuk kebutuhan pemasaran.

Perusahaan ini didirikan pada 2022 dan telah membantu merek-merek seperti Linktree dan Turo menganalisis strategi konten dengan mengolah data dari lebih dari USD 6 miliar belanja iklan.

Dengan visi yang selaras untuk memberdayakan pemasar melalui alat kreatif berbasis data, CEO MagicBrief, George Howes, akan bergabung dengan tim kepemimpinan Canva untuk memimpin pengembangan alat pertumbuhan kreatif berbasis AI.

Meskipun begitu, MagicBrief akan tetap beroperasi secara independen dalam waktu dekat sembari tim dari kedua perusahaan berkolaborasi dalam inovasi konten ke depan.

Canva menegaskan bahwa integrasi teknologi MagicBrief akan semakin memperkuat platform mereka dalam memberikan wawasan performa kreatif kepada pengguna dari tahap ideasi hingga analisis.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan konten lintas saluran di kalangan pemasar saat ini.

(AKM/NID/RAD)

Trending