Teknologi
Meta Bangun Kabel Laut Sepanjang 8.000 Km, Bikin Internet Makin Ngebut!
Meta mengumumkan proyek pembangunan kabel bawah laut bernama Candle yang akan menghubungkan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.
MPN Indonesia 11 Oktober 2025 - Meta mengumumkan proyek pembangunan kabel bawah laut terbaru bernama Candle yang akan menghubungkan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.
Proyek ini akan terhubung langsung dengan enam negara yakni Indonesia, Jepang, Taiwan, Filipina, Malaysia, dan Singapura dengan target penyelesaian pada 2028.
Candle akan dibangun sepanjang 8.000 kilometer untuk memiliki kapasitas hingga 570 terabit per detik (Tbps), menjadikannya kabel bawah laut dengan kapasitas terbesar di Asia Pasifik.
Tak hanya itu, proyek ini juga akan menggunakan teknologi terbaru 24 fiber-pair yang dikembangkan untuk menghadirkan kapasitas bandwidth setara dengan kabel Anjana, proyek kabel terbesar Meta sebelumnya.
“Candle akan memanfaatkan teknologi kabel 24 pasang serat yang baru dikembangkan,” tulis Meta di laman resminya, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (10/10).
Selain Candle, Meta juga tengah mengembangkan proyek kabel bawah laut skala besar lainnya seperti Project Waterworth yang akan menghubungkan lima benua termasuk Asia, serta proyek 2Africa yang dirancang untuk menghubungkan India, Timur Tengah, dan Eropa.
Proyek Bifrost Telah Rampung
Selain Candle, Meta juga mengumumkan selesainya pembangunan kabel bawah laut Bifrost yang kini menghubungkan Indonesia, Singapura, Filipina, dan Amerika Serikat.
Kabel Bifrost memiliki kapasitas lebih dari 260 Tbps dan dirancang untuk menambah kapasitas pada jalur digital transpasifik yang semakin padat.
Meta bahkan merencanakan perluasan jaringan Bifrost hingga ke Meksiko pada tahun 2026 mendatang.
Proyek lainnya yang mendapat pembaruan adalah kabel Echo dan Apricot. Kabel Echo saat ini memiliki kapasitas sebesar 260 Tbps dan menghubungkan Guam dengan California.
Sementara itu, kabel Apricot yang sudah tersedia antara Jepang, Taiwan, dan Guam dengan kapasitas 290 Tbps, akan diperluas hingga menjangkau Filipina, Indonesia, dan Singapura.
Panjang sistem Apricot akan bertambah menjadi 12.000 kilometer guna melengkapi infrastruktur kabel Bifrost dan Echo yang telah lebih dulu dibangun.
Meta menyatakan bahwa Asia Pasifik merupakan wilayah dengan lebih dari 58% pengguna internet dunia.
Oleh karena itu, kebutuhan terhadap infrastruktur jaringan yang kuat dinilai sangat penting guna mendukung akses teknologi terkini, termasuk layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Bersama mitra kami, investasi ini akan meningkatkan skala dan keandalan jaringan telekomunikasi global, memastikan layanan Meta bisa dinikmati lebih cepat dan efisien oleh masyarakat dan bisnis di Asia Pasifik, termasuk Indonesia,” tulis Meta.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
