Connect with us

Lifestyle

Sering Buka Puasa dengan Es? Ini Dampaknya bagi Lambung dan Pencernaan

Kebiasaan berbuka puasa dengan es buah atau minuman dingin saat Ramadan berisiko mengganggu lambung dan sistem pencernaan.

Logompn

Published

on

Sering Buka Puasa dengan Es Ini Dampaknya bagi Lambung dan Pencernaan
Sering Buka Puasa dengan Es Ini Dampaknya bagi Lambung dan Pencernaan. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 22 Februari 2026 - Kebiasaan berbuka puasa dengan es, seperti es buah dan minuman dingin lainnya, sering dilakukan masyarakat Indonesia selama Bulan Ramadan.

Namun, kebiasaan ini dapat berdampak negatif terhadap lambung dan sistem pencernaan, lho.

Saat berbuka, tubuh dalam kondisi kosong, sehingga konsumsi air dingin bisa menimbulkan efek “kaget” pada lambung.

Konsumsi es saat buka puasa diketahui dapat memperlambat kinerja lambung. Suhu dingin dari minuman es perlu disesuaikan dahulu oleh tubuh.

Jika air dingin masuk ke lambung yang kosong, dapat terjadi kontraksi mendadak atau efek kejut.

Dampak ini dapat mengganggu proses pencernaan dan menyebabkan keluhan seperti perut kembung hingga kehilangan nafsu makan.

Selain memperlambat proses pencernaan, konsumsi es juga berisiko menurunkan suhu tubuh yang memang sudah cenderung lebih rendah saat berpuasa.

Hal ini bisa menyebabkan tubuh merasa lebih lemas atau tidak nyaman setelah berbuka.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar berbuka puasa dilakukan dengan minuman hangat seperti teh manis, yang dapat membantu mengembalikan kadar gula darah secara perlahan.

Dampak Kesehatan dari Konsumsi Es saat Berbuka Puasa

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi RS Mitra Bangsa dan Halodoc, bahaya konsumsi es saat puasa tidak hanya terbatas pada lambung. Beberapa risiko lain yang disebutkan antara lain:

1. Dapat Mengganggu Sistem Pencernaan

Air dingin dapat menghambat aktivitas enzim dan asam lambung, yang memicu mual, diare, dan perut kembung.

Baca Juga:  Niat Puasa Asyura Lengkap dengan Latin dan Artinya

2. Migrain

Suhu dingin berpengaruh terhadap aliran darah ke otak dan lambung, sehingga memicu reaksi negatif, termasuk sakit kepala.

3. Nafsu Makan Turun

Perut yang terisi air dingin bisa terasa penuh dan membuat seseorang enggan makan makanan utama.

4. Kembung

Otot perut dapat mengencang akibat suhu dingin, menyebabkan kontraksi yang mengganggu sistem pencernaan.

5. Menaikkan Berat Badan

Lemak dalam darah dapat membeku akibat air dingin, menghambat sirkulasi darah, dan mengganggu proses pembakaran lemak.

6. Timbul Beberapa Penyakit

Kebiasaan minum es saat berbuka bisa memicu sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, bahkan gangguan pencernaan.

7. Gangguan Mulut dan Gigi

Es yang dikonsumsi berlebihan dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan keretakan.

Tips Aman Mengonsumsi Es saat Berbuka

Meskipun konsumsi es tidak sepenuhnya dilarang, penting untuk memperhatikan beberapa hal agar tetap aman selama puasa. Beberapa tips aman yang dapat diterapkan antara lain:

  • Es berasal dari sumber air bersih.
  • Perhatikan sanitasi tempat pembuatan es.
  • Hindari es yang dicampur dengan bahan yang tidak higienis.
  • Simpan es dalam freezer dengan suhu yang sesuai.
  • Hindari konsumsi es dalam jumlah berlebihan.

Minuman hangat seperti teh manis menjadi alternatif yang direkomendasikan karena membantu menormalkan kadar gula darah setelah puasa dan memberikan efek nyaman pada sistem pencernaan.

Sebagai tambahan, disarankan tidak langsung mengonsumsi makanan berat setelah minum. Sebaiknya mulai dengan camilan ringan seperti kurma, kemudian melanjutkan makan berat setelah salat magrib atau tarawih.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending