Connect with us

Internasional

Enam Delegasi GPCI Bertolak ke Barcelona untuk Misi Tembus Blokade Gaza

Enam delegasi GPCI berangkat ke Barcelona untuk bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026.

Logompn

Published

on

Enam Delegasi GPCI Bertolak ke Barcelona untuk Misi Tembus Blokade Gaza
Keberangkatan enam delegasi GPCI di Terminal 3 Bandara Soetta, Rabu (8/4). Gambar: Instagram/@asy.syafawi

MPN Indonesia 9 April 2026 - Enam delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bertolak ke Barcelona, Spanyol, pada Rabu (8/4) melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, untuk mengikuti misi pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 yang bertujuan menembus blokade Gaza.

Keberangkatan ini merupakan bagian dari kloter kedua setelah sebelumnya GPCI lebih dulu memberangkatkan satu aktivis pada Senin (6/4).

Muhammad Husein menyampaikan pernyataan saat keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (8/4).

“Keberangkatan kami merupakan bukti bahwa gelombang gerakan sipil Global Sumud Flotilla ini akan terus berlanjut selama penjajahan masih berlangsung, selama blokade masih diberlakukan oleh Zionis Israel terhadap masyarakat Palestina di Gaza,” kata Husein kepada wartawan.

Para delegasi akan bergabung dengan ribuan relawan internasional dalam rangkaian pelayaran yang dijadwalkan dimulai dari Barcelona pada 12 April 2026.

Enam Delegasi yang Diberangkatkan

Enam delegasi yang diberangkatkan terdiri dari Koordinator GPCI Maimon Herawati, Dewan Pengarah GPCI Muhammad Husein, serta aktivis Chiki Fawzi, Shafawi, Adhin, dan Gandi.

Mereka akan mengikuti pertemuan dengan delegasi dari berbagai negara pada 10 April sebelum peluncuran kapal dua hari kemudian.

Misi ini dilakukan melalui jalur laut dan darat dengan tujuan membawa bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di Gaza.

“Kami mengajak masyarakat Indonesia turut mendoakan kami, ikut bersuara, melindungi kami melalui doa dan narasi keberpihakan untuk mendukung misi Global Sumud Flotilla ini,” ujar Husein.

“Kami juga meminta kepada pemerintah agar memberikan advokasi, dukungan, dan perlindungan kepada kami sebagai warga negara yang ikut mengambil peran dalam misi kemanusiaan ini,” sambungnya.

Baca Juga:  Kolombia Usir Diplomat Israel usai Kapal Perang Cegat Global Sumud Flotilla

Ia menambahkan bahwa misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ini memiliki risiko sehingga diperlukan dukungan dan perlindungan.

Minta Dukungan Pemerintah

Dalam kesempatan yang sama, GPCI telah mengirimkan surat kepada Presiden dan Kementerian Luar Negeri untuk meminta dukungan dan perlindungan.

“Diantarkan surat sudah. Diterima sudah. Respons masih ditunggu,” kata Maimon Herawati, Direktur Utama Smart 171, sekaligus anggota Steering Committee Global Sumud Flotilla 2026.

Maimon menjelaskan bahwa persiapan misi tahun ini dilakukan lebih awal dibandingkan sebelumnya.

“Kalau sebelumnya kurang dari satu bulan untuk membeli kapal dan mencari kapal, sekarang dua bulan sebelumnya kami sudah melakukan seleksi kapal di pelabuhan-pelabuhan dan membayar DP. Jadi dari sisi kualitas persiapan, yang sekarang lebih siap,” jelas Maimon.

Persiapan Blokade Gaza

Ia menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan selama dua bulan.

Misi Global Sumud Flotilla tahun ini menargetkan menembus blokade Gaza untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Palestina di wilayah tersebut.

Menurut Maimon, titik keberangkatan pelayaran dilakukan secara bertahap dari beberapa lokasi, yakni Barcelona, Italia, Yunani, dan Turki.

“Ada yang dari Barcelona, dari Italia, dan Yunani, dan juga di Turki,” kata Maimon. Selain melalui Laut Mediterania, misi juga dilakukan melalui konvoi darat dari Libya menuju Mesir sebelum ke perbatasan Rafah.

Bantuan yang dibawa dalam misi Global Sumud Flotilla meliputi makanan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta kebutuhan perempuan.

Di tingkat internasional, partisipan diprioritaskan dari latar belakang medis, keperawatan, dan ahli pembangunan.

Keterlibatan Greenpeace

Dari Indonesia, jumlah pendaftar untuk mengikuti misi kemanusiaan ini mencapai antara 150 hingga 190 orang, namun kuota delegasi terbatas sehingga tidak seluruhnya dapat diberangkatkan.

Sementara itu, organisasi internasional seperti Greenpeace akan terlibat dengan mengerahkan kapal Arctic Sunrise, serta organisasi Spanyol Proactiva Open Arms yang dijadwalkan turut bergabung.

Baca Juga:  Prabowo Serukan Pimpinan Dunia untuk Fokus Membangun Gaza setelah Menderita Lama

“Karena berbeda dengan yang kemarin, kali ini kita juga ditemani Greenpeace,” tutur Maimon.

Chiki Fawzi juga menyampaikan pesan terkait fokus misi ini.

“This is not about us, it’s about mereka yang ada di Gaza. Jadi all eyes on Gaza,” ujarnya.

Delegasi lainnya, Adhin, turut mengajak masyarakat untuk terus menyuarakan isu kemanusiaan tersebut.

“Harapannya, saudara-saudara di Indonesia ikut menyuarakan, ikut berisik lagi soal ini biar seluruh dunia juga mendengarkan,” kata dia.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending